Bencana Hidrometereologi

Bencana Hidrometereologi Di Sumbar Selain Korban Jiwa Juga Luluh Lantaknya Sarana Pendidikan

251202094216-benca.jpg

Foto: Istimewa

Musibah bencana Hidrometereologi yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat diperkirakan angka kerugian sementara di 16 kabupaten/kota mencapai Rp 1.072.858.682.805,-

AGAM, TINGKAP.CO - Musibah bencana Hidrometereologi yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat diperkirakan angka kerugian sementara di 16 kabupaten/kota mencapai Rp 1.072.858.682.805,-

Korban jiwa tercatat 163 orang dengan perincian: 7 orang di Kabupaten Padang Pariaman, 118 di Kabupaten Agam, 12 orang di Kota Padang, 1 orang di Kota Solok, 3 orang di Kabupaten Tanah Datar, 21 orang di Kota Padang Panjang dan satu orang di Kabupaten Pasaman Barat.

"Korban yang belum ditemukan tercatat sebanyak 114 orang dengan rincian, 2 orang di Kabupaten Padang Pariaman, 72 orang di Kabupaten Agam, 1 orang di Kabupaten Tanah Datar, 1 orang di Kabupaten Pesisir Selatan, 32 orang di Kota Padang Panjang dan 6 orang di Kabupaten Pasaman Barat," papar Ilham juru bicara BPBD Sumbar.

Sementara jumlah korban luka tercatat 111 orang, warga mengungsi 18.831 KK atau 122.287 orang jiwa. Masyarakat yang terdampak bencana Hidrometeorologi 36.992 KK .

"Dijelaskan, 764 rumah mengalami kerusakan berat, 379 unit rusak sedang, 582 unit rusak ringan. Selain itu, 39.320 unit rumah terendam dan 83 unit rumah hanyut terbawa air bah," ungkapnya merinci.

Ilham Wahab menyebutkan, sejumlah ternak, lahan pertanian dan perkebunan serta areal tambak masyarakat juga luput dari bencana yang telah mempora-porandakan sawah, ladang dan perkebunan.

Bangunan fasilitas umum termasuk sarana pendidikan yang mengalami kerusakan juga tak sedikit jumlahnya, seperti 
99 unit sarana pendidikan, 12 unit sarana kesehatan, 72 unit sarana ibadah, 13 unit kantor, 14 unit kios, 76 irigasi, 10 bendungan, 4 penguat tebing sungai, 84 unit jembatan dan 4.647 meter jalan.

"Kami masih terus melakukan pencarian dan pendataan terkait kerugian dan korban yang masih belum ditemukan," tutur Ilham Wahab.

Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 67
©2025 tingkap.co

Komentar