Lignum Vitae

Kontemplasi Religi Asri Nugroho, Merenungi Pohon Kehidupan

260721042834-konte.jpg

Foto: @tingkap/Hendra Buana

Karya Kolaborasi Asri Nugroho & Hendra Buana Judul : Ke Jalan Lurus Dalam Fantasi HB & AN. Ukuran : 150 175 Cm Bahan : Acrylic On Canvas, mixed media, tahun 2012.

                     Oleh: Hendra Buana 

Pohon Kehidupan, secara simbolik, adalah pohon untuk berlindung dan berteduh. Ia tempat bersandar melepas lelah setelah menempuh perjalanan. Di bawah naungannya kita memulihkan tenaga dalam limpahan oksigen kehidupan, untuk kemudian melangkah lagi menapak hidup selanjutnya, dalam ruang waktu kehendak Sang Maha Pencipta. Karena itu ia disebut "Pohon Hayat, Pohon Kehidupan".

Secara harfiah, pohon adalah sebatang makhluk hidup yang tumbuh dari akar, batang, dan daun. Namun dalam bahasa seni rupa, pohon juga berarti alternatif. Pohon untuk menenangkan pikiran dan rasa. Tempat "periksa" dibawa naik, dan "beban" diturunkan, ketika kita berteduh di bawahnya. Inilah istilah simbolik yang dipakai perupa senior dari Surabaya, Asri Nugroho untuk mengekspresikan karya -karyanya.

Jogja Gallery 

Jogja Gallery akan kedatangan tamu istimewa dari Kota Surabaya, seorang Maestro Seni Lukis Nasional, Asri Nugroho.

Asri Nugroho memilih tempat ini untuk memamerkan karya-karya terkininya. 
Lebih dari 35 karya dengan berbagai ukuran tampil apik di dua lantai Jogja Gallery mulai tanggal 23 - 28 Juli 2026 nanti. Penataan interior disiapkan oleh Mas Daru selaku Art Director.

Mas Asri begitu sapaan akrabnya akan menampilkan karya-karya berukuran jumbo, seperti saat dia berpameran di Galeri Nasional Jakarta beberapa tahun lalu. Kali ini, mengusung satu tema besar: "Lignum Vitae, Pohon Kehidupan Asri Nugroho".

Mengamati lebih dalam karya-karya terbarunya, kita seakan dibawa masuk ke dalam fantasi. Sebuah kemilau cahaya kelembutan yang memiliki daya pikat tinggi. Cahaya itu sanggup menggetarkan jiwa, sekaligus menghadirkan spirit agung yang menenangkan. Ini terjadi bersamaan dengan sapuan kuas yang sengaja dipertahankan sebagai cerminan kejujuran dan pencapaian daya fantasinya.

Yang memperkuat kesan lembut itu adalah hadirnya gelembung-gelembung ruap yang berterbangan. Ia mengambang di antara kisi-kisi penting yang ingin  difokuskannya.

Namun yang paling menonjol adalah ekspresi tentang bebesian. Besi-besi tua yang aus termakan zaman, disusun dalam komposisi sangat dinamis. Semua itu diimprovisasi dengan capaian estetika tinggi seorang maestro Asri Nugroho.

Dialog dan Kolaborasi 

Saat di Galeri Nasional Jakarta, beberapa waktu lalu ketika pameran tunggal yang boleh disebut "unjuk gigi" itu saya sempat menanyakan secara psikoplastis, apa yang membuat dia tertarik melukis objek yang terkesan seperti rongsokan?

Perupa yang kini berusia 74 tahun itu mengatakan besi-besi yang lapuk, berkarat, aus dimakan zaman dan asinnya air laut di Pelabuhan Surabaya, itu punya energi kuat jika berhasil dilukiskan dengan serius.

"Pipa-pipa tua, halus dan kasar, menggoda imajinasi beliau untuk diekspresikan dengan kekuatan tinggi," ujar perupa beraliran realisme abstrak asal kota pahlawan Surabaya ini.

Berangkat dari ketertarikan yang hampir sama, namun berbeda objek, saya justru merespon bebatuan aus zaman dan tekstur kayu artistik. Terutama ketika kayu itu sudah dimakan rayap. Guratannya seolah membentuk "tulisan Arab".

Dari titik temu itulah, pada tahun 2012, terjadi kolaborasi antara kami. Lahir 2 buah karya: satu full color, satu lagi teknik hitam putih atau monokrom. Karya itu mendapat tanggapan positif dari Mas Agus Dermawan T, kritikus dan penulis seni rupa papan atas, lulusan ASRI Yogyakarta.

Semoga pameran Mas Asri Nugroho di Jogja Gallery dapat mewarnai ragam aliran seni lukis di Yogyakarta. Sekaligus menjadi pencerahan yang bermakna, mendalam, membekas, dan membumi.Bukan hanya bagi seniman lain di tanah air, tetapi juga bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Karena Jogja Gallery kita kenal sebagai tempat terbaik saat ini di Yogyakarta,
untuk menampilkan kearifan para seniman yang ingin berpameran di kota budaya ini.

Selamat & Sukses

Penulis adalah perupa dan Dewan Ahli TINGKAP.CO, tinggal di Yogyakarta.

Komentar