Disertasi Doktoral
AS Chaidir Syam Angkat Fenomena Calon Tunggal Pilkada Maros dalam Disertasi Doktor Ilmu Politik

Foto: Istimewa
Chaidir Syam (sebagai promo vendus) menyampaikan disertasi di hadapan guru besar penguji.
MAROS, TINGKAP.CO - Bupati Maros dua periode, AS Chaidir Syam, mengangkat fenomena calon tunggal dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Maros Tahun 2024 melalui disertasinya pada Program Doktor Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin.
Disertasi yang dirangkum dalam karya berjudul Partai Politik dalam Perspektif Demokrasi: Studi Fenomenologi Calon Tunggal pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Maros Tahun 2024 tersebut mengkaji secara mendalam peran partai politik dalam sistem demokrasi, khususnya terkait munculnya fenomena calon tunggal dalam kontestasi politik daerah.
Melalui pendekatan fenomenologi, penelitian ini menelaah dinamika politik lokal, proses pengambilan keputusan partai politik, serta berbagai faktor yang memengaruhi terbentuknya calon tunggal dalam Pilkada Maros. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana mekanisme rekrutmen politik berjalan serta dampaknya terhadap kualitas demokrasi di tingkat daerah.
A.S Chaidir Syam diketahui menjabat sebagai Bupati Maros selama dua periode, yakni periode 20212024 dan periode 20252030. Pengalaman kepemimpinan tersebut dinilai memberikan perspektif empiris yang kuat dalam memahami dinamika politik dan tata kelola pemerintahan daerah, yang kemudian menjadi salah satu landasan dalam penyusunan penelitian disertasinya.
Dalam keterangannya, A.S Chaidir Syam menyampaikan bahwa penelitian tersebut merupakan bentuk kontribusi akademik untuk memperkaya kajian demokrasi, khususnya terkait fenomena calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah.
Fenomena calon tunggal merupakan dinamika politik yang perlu dikaji secara ilmiah agar dapat menjadi bahan evaluasi bersama dalam memperkuat kualitas demokrasi dan peran partai politik ke depan. Saya berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan demokrasi lokal serta menjadi referensi bagi para pengambil kebijakan, ujarnya.
Sidang promosi doktor tersebut menghadirkan tim penguji eksternal Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto. Kehadiran Wamendagri sekaligus memberikan penguatan perspektif pemerintahan dalam pengujian disertasi tersebut.
Kegiatan akademik tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Maros A. Muetazim Mansyur, S.T., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Maros bersama jajaran Anggota DPRD Maros, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Maros.
Selain itu, kehadiran keluarga turut memberikan dukungan moral dalam momentum akademik tersebut, di antaranya ibu tercinta Puang Mammi serta istri A.S Chaidir Syam, Hj. Vivi Ulfia, S.Apt.
Kajian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam memperkuat sistem demokrasi, khususnya dalam penguatan fungsi partai politik sebagai pilar utama demokrasi. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, praktisi politik, serta pemangku kebijakan dalam merumuskan strategi penguatan demokrasi lokal yang lebih inklusif dan kompetitif.
Disertasi ini menjadi salah satu karya ilmiah yang menyoroti praktik demokrasi lokal secara komprehensif, sekaligus memperkaya literatur ilmu politik terkait peran partai politik dalam proses rekrutmen dan pengusungan kandidat dalam pemilihan kepala daerah.
Penyusunan disertasi tersebut merupakan bagian dari penyelesaian studi Program Doktor Ilmu Politik FISIP Universitas Hasanuddin Makassar Tahun 2026, sekaligus menunjukkan komitmen dalam pengembangan kajian akademik yang relevan dengan dinamika politik dan pemerintahan daerah.
Bupati Maros Chaidir Syam
Pewarta: Andi Harjan
Penyunting: Ghea Reformita
Pengunjung: 782
©2026 tingkap.co
