Honorer
Guru Honor MDTA, TPQ Terima Jasa Dari Pemerintah Kota Bukittinggi

Foto: Istimewa
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyerahkan honor kepada guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, pondok pesantren, guru swasta serta garin masjid dan mushalla se-Kota Bukittinggi.
BUKITTINGGI, TINGKAP.CO - Komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi memperkuat pendidikan keagamaan dan pembinaan akhlak generasi muda ditegaskan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, melalui penyerahan honor kepada guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, pondok pesantren, guru swasta serta garin masjid dan mushalla se-Kota Bukittinggi.
"Berharap bantuan dapat menjadi motivasi bagi para guru dan garin untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan generasi muda, sehingga tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi kuat dalam akhlak dan nilai-nilai keagamaan," kata Ramlan saat penyerahan honor secara simbolis di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (23/4/2026).
Peran guru keagamaan sangat strategis dalam membentuk generasi Qurani yang unggul, baik dari sisi pemahaman agama maupun pembinaan karakter dan moral. Pemerintah Kota Bukittinggi terus memberikan perhatian melalui program insentif sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan guru dan garin.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat sekaligus memperkokoh nilai-nilai keimanan di Kota Bukittinggi.
Selain insentif, sejak tahun 2022 para guru dan garin juga telah difasilitasi dengan jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan tugas pengabdian mereka.
Kepala Bagian Kesra Kota Bukittinggi, Syukri Naldi, Pemerintah Kota Bukittinggi mengalokasikan anggaran insentif tahun 2026 Rp7,782 miliar. Dari jumlah Rp6,792 miliar diperuntukkan bagi guru dan Rp990 juta untuk garin.
"Penerima insentif 744 guru dan 157 garin. Untuk Triwulan I periode Januari hingga Maret telah disalurkan sebesar Rp1.475.250.000 kepada guru dan Rp235.500.000 kepada garin," ulas Syukri.
Ia merinci, para penerima berasal dari berbagai organisasi keagamaan, di antaranya Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) sebanyak 91 orang, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) 209 orang, Forum Komunikasi Pondok Al-Quran (FKPA) 112 orang serta Badan Kerja Sama (BKS) sebanyak 332 orang.
Besaran insentif yang diterima garin sebesar Rp500 ribu per bulan, sementara guru menerima insentif berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan.
Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Ghea Reformita
Pengunjung: 15
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Sekda Rismal: Peserta Paskibraka Merupakan Kesempatan Yang Sangat Berharga
- Wagub DKI Rano Karno : Bukittinggi Layak Diperjuangkan Untuk Kota Berstatus Daerah Istimewa
- Anggota DPR RI Hadiri Festival Keluarga Paud Tahun 2026 yang Digelar HIMPAUDI Garut
- Bupati Anwar Sadat Tinjau Pelaksanaan TKA 2026, Upaya Tingkatkan Mutu Pendidikan Tanjab Barat
- Menyulut Semangat Perempuan dan Kaum Marjinal Melawan Penindasan
- Marjan Massere Jalani Sidang Promosi Doktor Ilmu Politik di Universitas Hasanuddin
- Kapolres Langkat Pimpin Upacara di Yayasan Al-Ihsan, Tekankan Disiplin, Anti Bullying, dan Kepedulian Sosial
- Perkuat Sinergi Pendidikan, Bupati Anwar Sadat Terima Audiensi Fakultas Ushuluddin UIN STS Jambi
- Guru Memiliki Dampak Jangka Panjang Bagi Pembangunan SDM
- Wabup Katamso Hadiri Pengukuhan Profesor Putra Asal Tanjab Barat di Universitas Riau
