Kunjungan Kejutan

Ngopi Pagi Bersama Mulya Amri, Ph.D.

250425044552-ngopi.jpg

@tingkap/Vero Iskandar

Koresponden TINGKAP.CO di Washington DC, Vero Iskandar (kanan) dan Mulya Amri , Ph.D (kiri)

WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Pagi hari ini TINGKAP.CO mendapat kunjungan kejutan (surprise visit) dari Mulya Amri, Ph.D, salah seorang pendidik, peneliti, penulis, dan pembicara publik yang sedang melakukan kunjungan kerja di Washington, D.C.

Mulya adalah sosok humble dan punya gagasan - gagasan besar untuk Indonesia. Pria berdarah Minangkabau ini dibesarkan dalam lingkungan keluarga akademis.

Dalam bincang-bincang ringan di tengah musim semi di ibukota Amerika Serikat ini Muli menyampaikan banyak gagasan besar tentang kemajuan Indonesia.

Putra dari pasangan pensiunan Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia, Profesor Amri Marzalli dengan Zarni Amri yang juga pensiunan dosen Public Health di Universitas Indonesia ini menyampaikan kepada TINGKAP.CO tentang penataan kota- kota di Indonesia.

Ia punya gagasan besar untuk menjadikan kota dan daerah di seluruh Indonesia menjadi pemukiman yang lebih layak huni, berkelanjutan, dan menarik bagi investasi sebagai cara untuk meningkatkan daya saing dan kemajuan ekonomi dan sosial yang inklusif.

Muli telah menulis 14 buku, 8 bab buku, 9 artikel jurnal, dan sejumlah opini dan laporan penelitian. Intelektual kelahiran Jakarta ini sering diminta bicara di forum-forum akademis dan kebijakan, dan sering diwawancarai oleh media. Ia juga sering menjadi moderator bagi para menteri, gubernur, CEO, dan pemimpin masyarakat sipil.

Mulya pernah tinggal selama 10 tahun di Singapura dan 2 tahun di Los Angeles. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Direktur di Asia Competitiveness Institute, National University of Singapore, Senior Urban Development Specialist di Bank Dunia, Direktur Program di Jakarta Property Institute, Direktur Riset di Katadata Insight Center, dan Manajer Proyek di HOK, salah satu firma arsitektur terbesar di dunia.

Dalam karirnya, Ia berinteraksi secara intensif dengan para pemimpin bisnis, pemerintah, dan politik, serta masyarakat sipil - di Indonesia, Singapura, Brunei, Filipina, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Baru-baru ini ia berkontribusi sebagai bagian dari dewan pakar Prabowo-Gibran untuk kampanye presiden 2023-2024 dan masa transisi.

Saat ini, Mulya menjabat sebagai Ketua Fakultas di Golkar Institute, sebuah sekolah pemerintahan dan kebijakan publik yang didirikan oleh Partai Golongan Karya untuk membangun kapasitas para anggota legislatif, walikota, dan gubernur muda di Indonesia.

Dia juga merupakan dosen di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, mengajar ekonomi untuk mahasiswa program magister dari berbagai latar belakang.

Mulya juga merupakan bagian dari tim yang mempersiapkan pengembangan KADIN Institute, lembaga pemikir dan pelatihan Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

Mulya meraih gelar Ph.D. di bidang kebijakan publik dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, gelar Master of Arts di bidang Perencanaan Kota dari University of California, Los Angeles, dan gelar Sarjana Arsitektur dari Institut Teknologi Bandung.

Putra asli Silungkang, Sumatera Barat ini juga merupakan penerima beasiswa Fulbright dari pemerintah Amerika Serikat, beasiswa Chevening dari pemerintah Inggris untuk menempuh pendidikan master di London School of Economics.

Semoga kirprah dan upaya Muli untuk menjadikan kota dan daerah di seluruh Indonesia menjadi layak huni bisa terwujud. Sukses Mulia !

 

Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 240
©2025 tingkap.co

Komentar