Minangkabau
Yesi Ramlan Menjaga Warisan Budaya Bukan Berarti Menolak Kemajuan

Foto: Istimewa
TP-PKK Kota Bukittinggi, Yesi Indriani, usai menghadiri pertemuan bersama Ninik Mamak, Datuak, Tuanku, Bundo Kanduang, serta jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi di Balai Kota Bukittinggi.
BUKITTINGGI, TINGKAP.CO - Kemajuan zaman tidak boleh membuat kita kehilangan akar budaya. Adat, bahasa, dan jati diri urang Minang harus tetap hidup di tengah generasi muda.
Demikian mengutip kalimat Ketua TP-PKK Kota Bukittinggi, Yesi Indriani, usai menghadiri pertemuan bersama Ninik Mamak, Datuak, Tuanku, Bundo Kanduang, serta jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi di Balai Kota Bukittinggi, Jumat (17/7/2026).
Menurut Yesi Indriani, pertemuan menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah bersama dalam menghidupkan kembali nilai-nilai adat Minangkabau yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman dan derasnya arus globalisasi.
Ia mengaku prihatin melihat fenomena sebagian generasi muda yang mulai menjauh dari adat istiadat, tidak lagi fasih menggunakan bahasa Minang dalam kehidupan sehari-hari, bahkan merasa canggung atau malu menggunakan bahasa daerahnya sendiri.
"Bahasa adalah identitas. Ketika bahasa mulai ditinggalkan, sesungguhnya kita sedang kehilangan sebagian dari jati diri sebagai urang Minang," ujarnya.
"Pelestarian adat dan bahasa harus dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian diperkuat oleh sekolah, masyarakat, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, dan pemerintah," ujarnya lagi.
Yesi menegaskan, menjaga warisan budaya bukan berarti menolak kemajuan. Sebaliknya, masyarakat Minangkabau harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Melalui kolaborasi seluruh unsur masyarakat, ia berharap lahir program-program nyata yang mampu menanamkan kecintaan terhadap adat, budaya, dan bahasa Minangkabau kepada generasi muda sejak usia dini.
"Anak-anak kita harus bangga menjadi urang Minang. Mereka harus memahami adat, mencintai bahasa daerahnya, serta mengamalkan falsafah hidup yang diwariskan para leluhur, yaitu Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dan Alam Takambang Jadi Guru," pesannya.
Pertemuan menjadi bagian dari komitmen bersama antara pemangku adat dan Pemerintah Kota Bukittinggi untuk memperkuat ketahanan budaya sebagai fondasi pembentukan karakter generasi penerus, sehingga nilai-nilai luhur Minangkabau tetap lestari di tengah perubahan zaman.
Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 64
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Kabar Baik! 199 Guru Agama di Langkat Bisa Ikuti PPG 2026, Antoni Kawal Dukungan Anggaran
- Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung ke Lapangan
- Pemko Bukittinggi Kucurkan Rp3,5 Miliar untuk Perlengkapan Siswa Baru, 3.619 Murid Terima Bantuan
- 874 Pelajar Bukittinggi Nikmati Angkutan Sekolah Gratis, 53 Angkot Disiapkan
- Meurasa HIMASOS Unimal Satukan Mahasiswa Sosiologi Lintas Angkatan di Pantai Ujong Bate
- Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Siapkan 4 Skema Bantuan Lewat Program Jabar Sakola
- Pelukis Agung Wicaksono Bernostalgia Sekaligus Bungkus Kritikan Lewat Kenangan Hewan di Masa Kecil
- Pemerintah Cimahi Realisasikan Pembangunan Sekolah SMPN 14 Cimahi
- Cetak Lulusan Siap Kerja, 32 SMK Jabar Gandeng 64 Perusahaan Lintas Sektor
- Pemprov Jabar Targetkan Nol Anak Tidak Sekolah pada 2029
