Pedal Puff Girls

Enggan Gowes Sendirian? Pedal Puff Girls Jadi Wadah Pesepeda Perempuan di Bandung

261003185507-engga.jpg

Dok. Diskominfo Kota Bandung

Bergabung ke dalam grup komunitas. Pedal Puff Girls bisa DM melalui Instagram @pedalpuffgirls.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Bagi sebagian perempuan, bersepeda bukan sekadar olahraga. Ada keinginan untuk menikmati suasana Kota Bandung, bertemu teman baru, sekaligus merasa aman saat mengayuh sepeda di jalanan.

Semangat itulah yang kemudian melahirkan Pedal Puff Girls (PPG), komunitas pesepeda perempuan yang kini menjadi wadah bagi perempuan dari berbagai usia untuk gowes bersama.

Komunitas ini bermula dari kebiasaan empat perempuan yang kerap bersepeda keliling Kota Bandung. Founder Pedal Puff Girls, Hana Shella (29), mengatakan aktivitas tersebut awalnya sama sekali tidak dirancang sebagai komunitas.

"Awalnya itu bukan komunitas. Kita cuma gowes teman-teman, cuma berempat keliling-keliling kota, kata Hana saat ditemui di Jalan Cendana," Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan yang awalnya hanya dilakukan bersama teman dekat itu kemudian berkembang. Pada 2024, muncul gagasan untuk membentuk wadah yang bisa mempertemukan lebih banyak perempuan yang memiliki ketertarikan terhadap aktivitas bersepeda. Namun, kegiatan komunitas mulai berjalan lebih aktif pada 2025.

Hana dan teman-temannya kemudian mulai membuat konten di media sosial. Saat itu, pengikut Pedal Puff Girls masih sekitar 200 orang.

Tak disangka, konten tersebut mendapat respons dari perempuan lain di Bandung yang ingin ikut gowes.

"Teman-teman perempuan di Bandung mulai DM kita, Kak, mau dong gowes bareng. Jadi kita adakan gowes bareng tiap minggu," ujarnya.

Tak Peduli Jenis Sepeda

Pedal Puff Girls tidak menetapkan jenis sepeda tertentu bagi anggotanya. Perempuan dari berbagai usia juga dipersilakan bergabung.

"Yang boleh bergabung tentunya perempuan. Jenis sepedanya apa pun boleh, asal bukan sepeda motor. Usia juga berapa pun boleh," kata Hana.

Saat ini, grup WhatsApp Pedal Puff Girls telah beranggotakan lebih dari 200 orang dan mendekati 300 anggota.

Meski demikian, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan gowes mingguan biasanya sekitar 50 orang. Pesertanya pun beragam, mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga.

Peserta termuda bahkan masih duduk di kelas 6 SD. Sementara anggota lainnya berasal dari kalangan ibu rumah tangga berusia sekitar 30-an hingga 40-an tahun.

Kegiatan gowes biasanya dimulai sejak pagi. Para peserta melakukan rolling sekitar pukul 07.00 WIB dan umumnya selesai sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun, kebersamaan tak langsung berakhir setelah sepeda diparkir. Para anggota biasanya melanjutkan kegiatan dengan nongkrong dan mengobrol bersama.

Selain gowes rutin, Pedal Puff Girls juga sesekali berkolaborasi dengan kedai kopi maupun sejumlah brand.

Bukan Sekadar Gowes, Tapi Saling Menjaga

Bagi Hana, kekuatan Pedal Puff Girls bukan hanya pada aktivitas bersepeda. Komunitas tersebut juga berusaha menciptakan ruang yang membuat perempuan merasa lebih nyaman saat bersepeda.

Tidak sedikit perempuan yang menghubungi komunitas karena merasa malu, khawatir, atau tidak percaya diri jika harus gowes sendirian.

"Yang nge-DM kita itu alasannya, Ingin join dong, Kak, karena aku malu atau takut gowes sendiri. Jadi ya sudah, yuk kita bareng-bareng gowes tiap minggunya," ungkap Hana.

Kebersamaan juga terlihat ketika ada peserta yang mengalami kendala teknis di perjalanan. Masalah seperti rantai sepeda lepas atau ban bocor tidak dianggap sebagai persoalan pribadi peserta. Anggota lain akan mendampingi hingga masalah tersebut selesai.

Hana mengatakan perhatian tersebut menjadi penting, terutama bagi pesepeda perempuan yang masih baru dan belum terlalu memahami teknis sepeda.

Kadang perempuan itu kan tidak terlalu paham soal sepeda. Aku suka khawatir teman-teman yang ketinggalan, rantainya lepas atau bannya bocor. Jadi kita selalu memprioritaskan untuk benar-benar mendampingi teman-teman yang baru," jelasnya.

Menurut Hana, kebiasaan saling menunggu dan tidak meninggalkan anggota menjadi salah satu hal yang membuat peserta merasa nyaman. "Teman-teman senang ditungguin, enggak ditinggalin. Jadi penting bareng-bareng. Kerasa kebersamaannya," katanya.

Dari Gowes, Lahir Pertemanan Baru

Untuk bergabung dengan Pedal Puff Girls, perempuan cukup memiliki sepeda dan mengikuti kegiatan gowes terbuka yang diumumkan melalui media sosial. Setelah mengikuti gowes bersama, peserta dapat bergabung ke dalam grup komunitas.
Pedal Puff Girls dapat ditemukan melalui Instagram @pedalpuffgirls.

Bagi Hana, perjalanan komunitas tersebut membuktikan bahwa bersepeda tidak selalu harus identik dengan kecepatan, jarak tempuh, maupun kompetisi.

Di atas sepeda, perempuan-perempuan Bandung justru menemukan hal lain: teman baru, ruang untuk saling mendukung, kesempatan menikmati sudut-sudut Kota Bandung, dan rasa aman karena tidak harus mengayuh sendirian.

Karena terkadang, yang dicari bukan siapa yang paling cepat sampai tujuan, tetapi siapa yang tetap berada di samping kita sepanjang perjalanan.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 299
©2026 tingkap.co

Komentar