Daarul Taffiz
Pemkab Agam Diminta Peduli Dengan Kondisi Pesantren Daarul Tahfidz

Foto: Istimewa
Kondisi akses jalan menuju ke Pesantren Daarul Tahfidz di Cangkiang, Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam rusak akibat banjir, berharap Pemkab Agam membantu memperbaiki agar akses kembali bisa dilalui kendaraan.
AGAM, TINGKAP.CO - Nasib pesantren Daarul Tahfidz yang berlokasi di Cangkiang, Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam kondisinya memprihatinkan.
Pesantren penghafal Al-Quran itu, kondisi akses untuk menuju Pesantren tersebut susah untuk dilewati diakibatkan banjir limpahan air dari jembatan yang ambruk disekitar Pesantren .
Sampai berita diturunkan kondisi sekolah terkendala seperti akses jalan terputus menuju ke lokasi. "Kegiatan Belajar Mengajar di Pesantren terganggu hanya dapat dilewati pejalan kaki, sementara akses dengan kendaraan roda empat terganggu total," ulas Sri Marina menyampaikan keluhannya kepada TINGKAP.CO, Jum'at (09/01/2026).
"Jalan putus yang menghubungi ke Pesantren Daarul Tahfiz sampai saat ini masih tetap putus, bahkan melebar hingga mengenai areal persawahan," jelas Kepala sekolah Sri Marina.
Kondisi kerusakan jalan ke Pesantren Daarul Tahfidz akibat banjir (Foto: Ist)
Akibatnya akses ke pesantren kendaraan tidak dapat masuk, kegiatan santri di dalam pesantren menjadi terpengaruh terutama untuk kebutuhan sandang, pangan dan kegiatan pendidikan.
Sudah beberapa kali jalan ini putus akibat debit air yang deras, dan juga telah diperbaiki oleh pemerintah setempat akan tetapi jalan putus kembali pada hari Selasa sore, 30 Desember 2025, dan hingga saat ini kondisinya masih seperti itu, belum ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Agam.
"Pesantren Daarul Tahfidz dengan jumlah siswa 35 orang santri yang menuntut ilmu disini, dengan harapan mereka belajar dan menghafal Al-Qur'an bisa dengan lebih tenang. Karena itu kami minta perhatian dan aksi nyata dari pejabat dan pemerintah untuk membenahi dan memperbaiki lokasi ini, sehingga semuanya bisa berjalan baik dan lancar," harap Sri Marina.
"Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Agam yang tidak peduli dengan pendidikan Pesantren, sampai hari ini masih terkendala akses jalan menuju ke sekolah," kata Sri Marina.
Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 803
©2026 tingkap.co
