Zakat

Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat

261021060213-bazna.jpg

Dok. Diskominfo Kota Bandung

Baznas Kota Bandung berhasil menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekitar Rp23 miliar sepanjang Januari hingga September 2026.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung berhasil menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekitar Rp23 miliar sepanjang Januari hingga September 2026. Hingga akhir tahun, penghimpunan dana tersebut ditargetkan mencapai Rp34 miliar.

Tak hanya mengejar peningkatan penghimpunan dana, Baznas Kota Bandung juga memperluas penyaluran bantuan untuk mendukung program sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketua Baznas Kota Bandung, Momon Ahmad Imron, mengungkapkan capaian tersebut dalam kegiatan Gebyar Pengumpulan dan Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Tahun 2026 di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung, Jalan Kadipaten Raya, Senin (19/10/2026).

"Insyaallah di akhir tahun kita mencapai Rp34 miliar," ujar Momon.

Dari total dana yang berhasil dihimpun, sekitar Rp17 miliar telah disalurkan selama Januari hingga September 2026.

Penyaluran dilakukan melalui lima program unggulan, yakni Bandung Peduli, Bandung Takwa, Bandung Makmur, Bandung Cerdas, dan Bandung Sehat.

Program-program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperluas manfaat zakat bagi peningkatan kesejahteraan warga Kota Bandung.
 
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendorong peningkatan penghimpunan zakat dengan memperluas partisipasi masyarakat, perusahaan, dan kalangan pengusaha.

Menurut Farhan, potensi zakat di Kota Bandung perlu dioptimalkan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Pengelolaan zakat yang baik dinilai dapat membantu pemerataan kesejahteraan sekaligus mengurangi kesenjangan sosial.

Ia pun mengajak perusahaan dan para pengusaha untuk meningkatkan partisipasi dalam menunaikan zakat melalui Baznas sebagai lembaga resmi pengelola zakat.

Farhan juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai pembayaran zakat melalui lembaga resmi. Selain membantu penyaluran dana secara terorganisasi, bukti pembayaran zakat dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Namun, perhatian utama Farhan adalah meningkatkan kontribusi setiap muzaki atau orang yang menunaikan zakat.

Ia berharap rata-rata kontribusi yang saat ini diperkirakan sekitar Rp30.000 per orang per bulan dapat meningkat menjadi Rp90.000 per orang per bulan pada 2027.

Target saya dari per orang muzaki hanya Rp30.000 bisa menjadi Rp90.000 per orang per bulan, katanya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Baznas perlu memperkuat intensifikasi dan ekstensifikasi penghimpunan ZIS. Upaya ini mencakup peningkatan partisipasi muzaki yang sudah ada sekaligus menjangkau lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha potensial.

Penguatan tata kelola, transparansi, dan kemudahan layanan juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

Tak berhenti pada penghimpunan dan penyaluran dana, Baznas Kota Bandung juga memperkuat kolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah untuk memperluas dampak program sosial.

Salah satunya melalui program Baznas Goes to School yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung. Program ini bertujuan meningkatkan literasi zakat di kalangan guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan siswa.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah-sekolah.

Di sektor ekonomi, Baznas berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) untuk mendampingi pelaku usaha mikro. Kolaborasi ini juga mencakup upaya membantu masyarakat yang menghadapi persoalan utang.

Sementara itu, kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian diarahkan untuk mendukung pengelolaan ATM beras di Kota Bandung.

Di bidang kesehatan, Baznas bersinergi dengan perangkat daerah yang menangani pengendalian penduduk dan keluarga berencana untuk mendukung penanganan stunting melalui program Dapur Dashat.

Dalam program tersebut, Baznas menyebutkan dukungan diberikan kepada 14 dapur di sejumlah wilayah Kota Bandung.

Kolaborasi lainnya dilakukan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga untuk mendorong pemberdayaan ekonomi, termasuk pengembangan wirausaha muda dan perempuan.

Baznas juga menjalin kerja sama dengan Tim Penggerak Posyandu guna mendukung pemberian makanan bagi kelompok sasaran penanganan stunting dan balita di Kota Bandung.

Melalui berbagai program tersebut, Baznas Kota Bandung berupaya menjadikan zakat bukan sekadar dana bantuan, melainkan juga instrumen pemberdayaan yang dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi.

Dengan target penghimpunan Rp34 miliar pada akhir 2026, peningkatan partisipasi muzaki dan penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting agar manfaat zakat dapat menjangkau lebih banyak warga Kota Bandung.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 99
©2026 tingkap.co

Komentar