Data Kongkrit

Wabup Iqbal Minta OPD Berkolaborasi Merangkum Data Konkrit, Akurat dan Terintegrasi

251211102358-wabup.jpg

Dok. Diskominfo Agam

Wabup Iqbal minta data kongkrit, akurat dan terintegrasi.

AGAM, TINGKAP.CO - Penanganan pengungsi persoalan serius yang perlu ditangani tim gabungan penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam. Bahkan, 4.117 warga, sesuai update data per Selasa, (9/12/2025) malam, yang masih berada di berbagai lokasi pengungsian, menjadi khusus BNPB dalam penanganan dampak bencana.

"Data terkini tercatat 4.117 jiwa masih berada di berbagai lokasi pengungsian yang tersebar di 4 Kecamatan, masing-masing di Kecamatan Palembayan 782 orang, Kecamatan Palupuah 128 orang, Kecamatan IV Koto 78 orang, Kecamatan Matur 255 orang, dan pengungsi terbanyak di Kecamatan Tanjung Raya mencapai 2.865 orang,"papar Kalaksa BPBD Rahmat.

Masalah pengungsi , dibahas khusus BNPB bersama Pemkab.Agam dalam rapat evaluasi Selasa, (9/12/2025) secara daring bersama Wakil Bupati Agam Beny Warlis didampingi Sekab Agam Dr.M.Lutfie, Kalaksa BPBD Rahmad Lasmono dan beberapa pejabat terkait .

Sementara dari BNPB diikuti Staf Ahli Kepala BNPB Dody Ruswandi, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Ani Eviana yang memberi penegasan, penanganan pengungsi harus menjadi prioritas utama, terutama pemenuhan kebutuhan dasar serta penyediaan sarana dan prasarana hidup yang layak.

"Pengungsi merupakan masyarakat yang sedang mengalami musibah sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan khusus. Pengungsi harus ditempatkan di lokasi yang bermartabat dan dipenuhi seluruh kebutuhan dasar. Penanganannya melibatkan semua OPD di Agam," tegasnya.

Pengungsi tidak boleh terlalu lama berada di posko-posko darurat seperti masjid atau sekolah. BNPB mendorong agar pengungsi segera dipindahkan ke tempat yang lebih layak, baik dalam bentuk Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap), yang prosesnya harus segera disegerakan.

BNPB meminta Pemerintah Kabupaten Agam agar seluruh data kebutuhan pengungsi dilaporkan melalui satu pintu, yakni BPBD. Langkah ini dinilai penting untuk memudahkan pengelolaan dan penyaluran bantuan secara tepat sasaran.

Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan rapat koordinasi yang memberikan solusi untuk korban bencana.

"Wabup Agam meminta seluruh OPD agar saling berkolaborasi, berbagi data, dan merangkum seluruh informasi menjadi satu data yang konkret, akurat, dan terintegrasi. Data yang kita susun harus valid dan terkonfirmasi di lapangan. Percuma data lengkap jika tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya," ulas Iqbal.

Sementara, dalam sepekan terakhir , pasca bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, jumlah pengungsi yang terdata mengalami penurunan. Setelah sebelumnya mencapai lebih 15.000 orang, setelah proses penanganan terus mengalami penurunan dan terakhir mencapai 4.117 jiwa, yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah bersama seluruh elemen dalam penanganan dampak bencana di Kabupaten Agam.

Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Ghea Reformita
Pengunjung: 76
©2025 tingkap.co

Komentar