DPRD Dampingi PDAM Tirta Intan Garut Salurkan Bantuan CSR Bagi Warga Kelurahan Jayawaras

260416042023-dprd-.jpg

@tingkap/Agus Sopian

Anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan dampingi Direktur Perusahaan Perumda Tirta Intan saat menyalurkan bantuan CSR kepada salahsatu keluarga asal warga, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. Rabu ( 15/04/2026).

GARUT, TINGKAP.CO - Anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan dampingi Direktur Perusahaan Air Minum Daerah (PERUMDA) Tirta Intan (PDAM) Garut saat menyalurkan bantuan CSR kepada salahsatu keluarga asal warga, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. Rabu ( 15/04/2026).

Kegiatan penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi kesulitan, sekaligus wujud sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bersama wakil rakyat, Dinas Sosial (Dinsos) Garut, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, serta Pemerintah Kelurahan Jayawaras dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan berupa perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) kepada Ibu Novi Megawati, warga Kampung Astana Hilir RT 001/RW 008, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, sebesar Rp.6 juta.

"Alhamdulillah, hari ini Perumda Air Minum Tirta Intan Garut sebagai salah satu BUMD dapat memberikan bantuan rutilahu. Selain itu, Dinsos Garut juga memberikan bantuan sembako, serta Dinas Ketahanan Pangan turut menyalurkan bantuan sembako," ujar Yudha.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

Menurutnya, Ibu Novi termasuk kategori wanita rawan sosial ekonomi yang membutuhkan pelayanan kesejahteraan sosial.

"Pendanaan pelayanan kesejahteraan sosial ini bisa bersumber dari APBD, sumbangan masyarakat, maupun CSR perusahaan. Ini adalah bentuk kolaborasi pendanaan yang kita harapkan mampu mengatasi kemiskinan ekstrem," jelasnya.

Yudha menambahkan, Ibu Novi masuk dalam kategori desil 1 dan belum menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Ia berharap ke depan Ibu Novi dapat memperoleh bantuan Rp2 juta per kepala keluarga (KK) sesuai program yang menjadi janji politik Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dan Wakil Bupati Putri Karlina.

"Sebagai anggota dewan dan wakil rakyat, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Garut," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Intan Garut, H. Dadan Hidayatulloh, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berawal dari usulan Yudha Puja Turnawan saat kegiatan RKPJ Pansus.

"Pak Yudha mengusulkan adanya bantuan rutilahu untuk Ibu Novi yang masuk kategori rawan sosial ekonomi. Kami dari Perumda Tirta Intan Garut kemudian berkomitmen untuk membantu," ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi Ibu Novi dinilai sangat membutuhkan bantuan karena memiliki tanggung jawab membiayai pendidikan anak-anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SD.

"Bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat," katanya.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan tindak lanjut dari undangan Yudha Puja Turnawan untuk membantu warga yang membutuhkan.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini tengah fokus pada penanganan masyarakat kategori desil 1 yang jumlahnya mencapai lebih dari 300 ribu jiwa di Kabupaten Garut.

"Kelompok ini sangat rentan terhadap kemiskinan ekstrem, sehingga membutuhkan perhatian serius. Namun, jika hanya mengandalkan fiskal daerah, tentu akan cukup berat," ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong keterlibatan seluruh pihak melalui pendekatan pentahelix agar penanganan kemiskinan dapat dilakukan secara optimal.

Selain itu, Dinsos juga berupaya meningkatkan validitas data masyarakat miskin dengan mendorong pendataan hingga tingkat RT.

"Kami akan berkoordinasi dengan camat dan aparat wilayah agar pendataan lebih akurat. Dengan data yang valid, program bantuan bisa lebih tepat sasaran," jelasnya.

"Ia berharap ke depan data desil 1 dapat terus diperbaiki dan diverifikasi dengan melibatkan TKSK dan pendamping PKH, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dengan baik," harapnya.

Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Ghea Reformita
Pengunjung: 6
©2026 tingkap.co

Komentar