Birokrasi
Wabup Katamso Pimpin Pelantikan PNS, Dorong Transformasi Digital dan Lonjakan IPM

Foto: Prokopim/tjb
Wabup Katamso memimpin upacara pengambilan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan (14/4/2026).
KUALA TUNGKAL, TINGKAP.CO - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., memimpin upacara pengambilan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Acara ini diadakan untuk CPNS formasi Tahun Anggaran 2024 serta lulusan STTD TA 2024, berlangsung di Balai Pertemuan, Senin (14/04/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Total terdapat 192 CPNS formasi 2024 dan 6 CPNS lulusan STTD yang resmi menerima SK dan mengucapkan sumpah, menandai dimulainya masa pengabdian mereka untuk pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Wabup Katamso mengingatkan para ASN baru untuk tidak larut dalam euforia. Ia menekankan bahwa tantangan utama ke depan adalah bagaimana kontribusi nyata dapat diberikan, khususnya dalam upaya menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
"Target kita jelas, IPM harus naik dari angka 73 menjadi 75 agar masuk kategori sangat tinggi. Ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kualitas hidup masyarakat yang harus kita perjuangkan," ujar Katamso.
Ia menjelaskan, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi kunci utama. Fasilitas kesehatan yang prima akan menarik masyarakat luar daerah untuk berobat, begitu pula lembaga pendidikan yang unggul akan mendatangkan siswa dari berbagai wilayah, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda ekonomi daerah.
Birokrasi Tanpa Kertas dan Etika sebagai Pondasi
Selain capaian pembangunan, Katamso juga menyoroti perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan. Ia menegaskan bahwa era birokrasi manual sudah berakhir dan digantikan oleh sistem digital atau paperless.
IPMzCDWH+F9KGgwx4bvpi8b88MYu4u3keEEtgpbP8AQuBFoJoYSuFhIQUYJ2PY8SiwfgJk8CwWAi+rxY5eghMohUnuhs8dJRDg5sKiAkI5fYYqfCNAyJbGtlaei1/Jyv0G5jUTUuz5QPoX+sUIR8LsLaHoQRnOH0bylGxk6HhnPFdbw8PpiGqxeh5eG0wiW2OjFMICvX6GYteRoEVA3guhqo+KCfyLCCYvU/1G/EsIWGTqeJRohCEEiZf5bgmb4MZHLIn+uM82LxQga4LgfbRd49UeIHm/sbLuE4VGopPgv5FXvB0SiQ4P4BN6D3EH0XMOA4xoQYnoW5QZ9gS94WiiX3xDgaC2NMaD04XWLXH1AwVTKBy0XvUNUopgoMfT3xJI4PJCjDQngaDwMJpwTxlEOKFGy9UORY8F1MeJ1pSkWHljwx4TWDKMOXPBMSGCWMYg7HslM7PgWovQYTaEYQNsExvrGsFT9s9CvOO3oP8AIli9V6XiCWOOhrF/ExdBYxieyIz1pH0/+CwTPoEJH35NgFHpsNP8CP6QhtOr2QlBi2JzGNHq79w8V5hbELBNgu8NxjULcVBe4I5CWvXgmyBW0Itwz1GB2iRb6Cj6FhqtjB2NRtMa4SEpbEz9Xho18iPkTJqEaR64pUMzfkMe7xN9Fg0YxskXxGmnuUGjxEoLL0KUo+pHIYTzb0PofQ2MG1+FjEwU9jZFcY9IGdIdyg9wIxsxaaCiYGpiTOx5hrGXYf4nBZlzz1ouV1LLw+q5Y0QghrMzR9QMYzjCXHC/gzzQ13CcFtdjf4Ba+qG8EvsG3oROcFIPiOL4h7yNhbYwmBLRMJ3B3Ub8TRMSkEINMVGjhGH6c2jRnoXIB2hwjQY45G6fOjZ3mxBIhEQ7YdH76PAxINiD2xg/CRWyBwwvfYFOQ+MHh3xRSfsdaiiIDQ3l/CjkMLo5yx5Y3huCdHgbWHl4eGPBXCjPZBqFV8QyuhSwBoPthbJi+QwdSsApMgxTLUaj/Q9jYPY0vZc+SGgXGi8llcX8DCZz+C9L63iEJSDwscDzBCzMY8R9+tFmDSY0bouJ1siQkUXNPYcol6HkBe4teptj1Fsez1+jPohYIgWDcIcEsJohBKjgS2MEE9HFRs4V843Hky2jdGv2LeqfZxGqaGsrUdwvRugXwDBfuF+zEhCELI2e4+ZnsDZygtYyBuGphf3SgszIlsbqEx6vUmz0XubZC2ahcjQNUP8AC54Lo4Hh9DHhq4MtRhBcP4L8PosbIhBrEGhiFMtvwP8AwLqB6EqQS2JyLwDRgjIIk8JchCrwf6NN5v8AZqS9jhv6yzGQmJmf/DPLxOiDH0tC6L0ITEwY+jVBzwGpJoOmQN/OCHF3Txm2TOuycUZpvcGvGuSKgbuG2Jc8gkZ4oaoh7Lubr8CYoXYqRRlkX6CUch9smvTzaOSfgbGpF5mcoTwWkcp7itAx/vOQt4dSxYtCK4PLEj3Pa7F/YQQhBdj54fOSiecHbPxFioNFR7D9yKhdh7bOYuR8D2aF6arGmzUYGnsXfoJsaroY+hMbeCX4G8vL0b3zfm/A4JPIVb9hqsgg8oXgCDgtnx5jaHhdsnPDywYsfecsP5MjlgsBXF3P3H6g+hCwh4QsuAxCF0MYh5YsIY8LD6H/ACIeGPCH0t4M4PY44cXgX4H7xpyy8zyOd5zb2yeHwJenPghXgPk/1vE+hi49GhnccMVwciBafBuAueH5DnyOAicYOWH3H+xHDpDWcI5D7COLBQhCOY/YzVCwQjgM4fXDm9z9rEuTsPHyOI7dGc2PAWWMWHjngsMWHl4WHlw+o74WLuLuLjoOQx4//9k=">
"Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Seluruh ASN wajib mampu beradaptasi dengan teknologi demi pelayanan yang lebih cepat dan efektif," tegasnya.
Namun, kemampuan teknis dan kecerdasan digital harus diseimbangkan dengan adab serta etika kerja. Menurutnya, tanpa etika, kompetensi yang dimiliki tidak akan bernilai dan justru bisa menjadi bumerang bagi karier ke depannya.
"Silakan berinovasi dan tunjukkan kemampuan terbaik, tapi jangan pernah tinggalkan adab. Etika adalah fondasi utama dalam berkarier sebagai abdi negara," pesannya.
Di akhir sambutan, Wabup Katamso memandang para PNS baru sebagai aset masa depan. Ia menyebut mereka adalah calon pemimpin daerah 15 hingga 20 tahun ke depan. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas diri dan kesiapan menghadapi regenerasi kepemimpinan menjadi hal yang mutlak dilakukan.
Teruslah belajar dan tingkatkan kemampuan diri. Saudara adalah generasi penerus yang akan memimpin Tanjung Jabung Barat ke arah yang lebih baik, tutupnya.
Pewarta: Achmad Raihan
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 138
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Surau Balenggek di Tanah Datar Terancam Roboh, Jejak Sejarah Taufik Kiemas dan Puan Maharani Menanti Perhatian
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
