Anggaran
Wakil Ketua DPRD Jabar: Anggaran Turun Rp. 8,3 Triliun, Pelayanan ke Rakyat Tidak Boleh Berkurang

@tingkap/Imas Masriah
Wakil Ketua DPRD Jabar Ir. MQ. H. Iswara, menegaskan komitmen DPRD bersama Gubernur Jawa Barat untuk tetap menjaga kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan anggaran APBD 2026.
BANDUNG, TINGKAP.CO - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. MQ. H. Iswara, menegaskan komitmen DPRD bersama Gubernur Jawa Barat untuk tetap menjaga kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan anggaran APBD 2026. Senin 20/7/2026 bertempat di Salendro Timur no.2
Hal tersebut disampaikan Iswara saat melakukan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan bersama warga yang di hadiri dari beberapa kecamatan di Kota Bandung, Senin 20 Juli 2026.
"Alhamdulillah pada sore ini saya melakukan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan bersama warga Kota Bandung. Tadi saya sampaikan bahwa kami tetap berkomitmen untuk mewujudkan Jawa Barat Istimewa," ujar Iswara.
"Komitmen Jabar Istimewa: Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur."
Menurut Iswara, "Jawa Barat Istimewa" yang digaungkan Gubernur memiliki arti nyata.
"Kami ingin pendidikan maju untuk semua, kesehatan melayani semua, dan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, irigasi dalam kondisi baik, Itu komitmen Gubernur Jabar beserta DPRD Propinsi Jawa Barat." jelasnya.
"APBD Jabar 2026 Tertekan Rp.8,3 Triliun"
Iswara juga menyampaikan kabar penting terkait kondisi keuangan daerah, Ia menyebut APBD Jawa Barat mengalami penurunan signifikan, akibat pemberlakuan UU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah.
"Yang harus saya informasikan, sekarang kita dalam kondisi keterbatasan anggaran, APBD Jawa Barat kemarin turun Rp.5,9 triliun. Proporsi bagi hasil yang tadinya 70% untuk provinsi sekarang jadi 60%. Turun 10%," ungkapnya.
Selain itu, transfer ke daerah juga turun sebesar Rp.2,458 triliun.
"Jadi total dalam 2 tahun, 2025 dan 2026, Jawa Barat kehilangan sekitar Rp.8,3 triliun," jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Jabar, Ir. MQ H Iswara (@tingkap/Imas)
Perubahan ini terjadi karena perubahan proporsi pajak daerah. Yang semula 70% ke Provinsi dan 30% ke Kabupaten/Kota, kini berubah menjadi 60% ke Provinsi dan 40% ke Kabupaten/Kota.
" Efisiensi dan Prioritas Program "
Meski begitu, Iswara memastikan pelayanan dasar tidak akan dikorbankan.
"Insyaallah kami bertekad bersama Gubernur Jabar dan DPRD, pelayanan masyarakat tidak boleh ada yang berkurang, khususnya untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar," tegasnya.
Untuk menyikapi hal ini, Pemprov Jabar bersama DPRD sedang melakukan evaluasi dan efisiensi anggaran.
"Kita sedang memilah dan memilih mana yang tetap diprioritaskan, mana yang terpaksa kita drop. Beberapa program kegiatan yang tidak mendesak mungkin tidak akan kita laksanakan di 2026," pungkasnya.
Pewarta: Imas Masriyah
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 59
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Surau Balenggek di Tanah Datar Terancam Roboh, Jejak Sejarah Taufik Kiemas dan Puan Maharani Menanti Perhatian
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
