Baznas

Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya

261021044102-pengh.jpg

@tingkap/Agus Sopian

Penghimpunan dana zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut tercatat sekitar Rp13 miliar, menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

GARUT, TINGKAP.CO - Penghimpunan dana zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut tercatat sekitar Rp13 miliar, menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi kinerja BAZNAS menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan pada 15 November 2026.

Hal tersebut mengemuka saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, H. Nurdin Yana, mengunjungi kantor BAZNAS Garut di Jalan Pramuka, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Selasa (20/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Nurdin Yana menerima laporan kinerja pengurus BAZNAS sekaligus membahas tantangan penghimpunan zakat dan persiapan pergantian kepengurusan.

Menurut Nurdin, empat komisioner BAZNAS Garut saat ini telah lolos seleksi dan masuk dalam 10 besar calon pengurus baru. Selanjutnya, proses seleksi akan berlanjut di tingkat pusat untuk menentukan lima orang yang akan ditetapkan sebagai pengurus.

"Proses ini sepenuhnya ranah pusat, bukan pemerintah daerah. Kami sudah mengusulkan nama-nama yang memenuhi kualifikasi. Semoga segera selesai, namun semuanya tergantung kebijakan pusat," ujarnya.
 
Nurdin mengungkapkan, selama masa bakti kepengurusan saat ini, BAZNAS Garut telah mencatat sejumlah capaian. Meski demikian, penghimpunan dana zakat yang berada di kisaran Rp13 miliar menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut, menurutnya, dipengaruhi sejumlah kebijakan di tingkat pusat. Di antaranya, perpindahan tugas aparatur sipil negara (ASN) ke instansi pusat serta perubahan mekanisme penyaluran tunjangan sertifikasi guru yang kini langsung masuk ke rekening pribadi, tidak lagi melalui kas daerah.

Perubahan tersebut berdampak pada mekanisme penghimpunan dana zakat yang selama ini berkaitan dengan pengelolaan penghasilan ASN dan tenaga pendidik.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi BAZNAS Garut untuk mencari strategi baru agar penghimpunan zakat tetap optimal dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
 
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Garut, Abdullah Effendi, menegaskan bahwa keberadaan BAZNAS sangat penting untuk membantu masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau oleh program pemerintah.

Menurut Abdullah, dana zakat tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga memiliki peran sosial dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi dan perlindungan sosial.

"Kehadiran kami memberikan keberpihakan kepada masyarakat, khususnya yang kurang beruntung, di mana anggaran pemerintah belum menjangkau sepenuhnya," ucapnya.

Ia berharap kepengurusan BAZNAS Garut mendatang dapat meningkatkan penghimpunan dana zakat sekaligus memperluas jangkauan penyalurannya.

Dengan demikian, dana zakat yang dihimpun tidak hanya terjaga keberlanjutannya, tetapi juga semakin besar manfaatnya bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Garut.

Evaluasi menjelang pergantian kepengurusan ini diharapkan menjadi momentum bagi BAZNAS Garut untuk memperkuat kinerja, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mengoptimalkan peran zakat dalam membantu mengatasi persoalan sosial dan ekonomi.

Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 185
©2026 tingkap.co

Komentar