Kiprah Kawula Muda
Menembus Batas Kartini, Deyana Cs Ekspor Limbah Kelapa Raup Cuan Ratusan Juta Rupiah

@tingkap/Alfaiz Ramadhan
Adelia (kiri) , Deyana (tengah), Alfaiz (kanan)
BANDUNG, TINGKAP.CO - Ditengah hingar-bingarnya Tarif Trump yang membuat kondisi ekonomi dunia meradang, ada anak-anak muda yang survive mengarungi kejamnya perdagangan luar negeri.
Adalah Deyana Prastika Putri, bersama Alfaiz Ramadhan dan Adelia Dwi Puspita, telah membuktikan bahwa tekad dan kerja keras mampu menembus batas dunia.
Deyana, Alumni Universitas Telkom Bandung ini contohnya, berhasil menjadi eksportir muda bersama rekan sejawatnya. Trio pengusaha muda ini berhasil mengirim berbagai komoditi dari rempah-rempah hingga limbah kelapa, khususnya cocopeat, yang menjadi ladang cuan dengan nilai ratusan juta rupiah per kontainer.
Produk cocopeat hasil olahan ini, kini melanglang ke berbagai belahan dunia, diantaranya Taiwan, Cina, dan Sabah, Malaysia. Kiprah mereka mengharumkan nama Indonesia di kancah perdagangan internasional.
Sejak masa kuliah, Deyana bersama rekannya sudah fokus mendalami ilmu ekspor. Baginya, perempuan harus mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Prinsip kemandirian itu yang terus menuntunnya melewati berbagai tantangan dalam dunia ekspor yang keras dan penuh persaingan.
Gadis yang berasal dari Jawa Timur ini bertutur tentang perjalanan kariernya. Sosok perempuan nan gigih ini mengaku dirinya bersama rekannya Alfaiz Ramadhan yang berasal dari Silungkang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat dan Adelia Dwi Puspita gadis Bugis, tidak ragu untuk berbagi semangat dengan generasi muda.
Proses stuffing cocopeat (Foto: @tingkap/Alfaiz Ramadhan)
"Kita nggak dituntut untuk langsung berhasil. Tapi kalau nggak mulai sekarang, kapan? Setiap kontainer yang berangkat itu adalah bukti nyata dari kerja keras dan tekad yang tidak pernah kenal lelah. Kalau aku bisa, temen-temen juga pasti bisa! Asal ada kemauan, Tuhan pasti bantu," pesan Deyana, penuh semangat.
Lewat kegigihan tak kenal menyerah, sekelompok anak muda ini membuktikan bahwa berbagai komoditi lokal Indonesia, bahkan yang berasal dari limbah sekalipun, bisa menjadi komoditas yang mendatangkan devisa.
Cocopeat, misalnya yang awalnya hanya dianggap limbah kelapa kini menjadi produk ekspor yang banyak dibutuhkan untuk industri pertanian internasional, media tanam, hingga rekayasa lingkungan di berbagai negara.
Menurut Alfaiz, bulan ini mereka sudah ekspor 2 kontainer cocopeat ke Sabah, Malaysia. "Dari order 4 kontainer, sudah kita penuhi bulan ini 2 kontainer. Kita shipping dari Tanjung Perak, Surabaya. Kita mendapatkan cocopeat kebanyakan dari Bali," ujar Alfaiz yang juga pewarta TINGKAP.CO melalui ponsel (27/4/2025).
Tak hanya untuk dirinya, mereka bertiga bermimpi lebih besar: ingin lebih banyak anak muda Indonesia terjun ke dunia ekspor, menggerakkan ekonomi nasional, dan menghasilkan devisa untuk negeri. Ia percaya, dengan ketekunan dan keberanian untuk memulai, siapapun bisa menembus pasar mancanegara.
Tiga anak muda ini bukan hanya seorang eksportir muda sukses, tapi juga simbol semangat baru anak muda Indonesia: kreatif, mandiri, dan berani menembus batas !
Pewarta: Ghea R
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 388
©2025 tingkap.co
