Gerakan Pangan Murah
Jelang Ramadhan DKPP Kota Bandung Gelar Gerakan Pangan Murah

Dok. Diskominfo Kota Bandung
DKPP Kota Bandung menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), di Jl. Arjuna Bandung, Jumat (13/2/2026).
BANDUNG, TINGKAP.CO - Menjelang bulan Ramadan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), di Jl. Arjuna Bandung, Jumat (13/2/2026). Pada tahun ini, DKPP Kota Bandung juga mengagendakan kegiatan GPM hingga 32 kali, dan masih mungkin untuk bertambah.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, kegiatan GPM ditujukan untuk menjaga stabilitas harga. Oleh karena itu, kata dia, bahan pangan murah yang disediakan diutamakan untuk komoditas yang sedang mengalami kenaikan harga.
"Kalau yang sedang naik itu harga untuk tiga komoditas, misalnya telur, ayam, cabai, hanya itu sebetulnya yang harus ditampilkan. Di sini harganya itu dapat subsidi, jadi pemerintah mensubsidi harga pangan," kata Gin Gin di sela kegiatan GPM di Kantor DKPP Kota Bandung, Jalan Arjuna, Jumat (13/2/2026).
Dia menyontohkan, saat ini harga telur di pasaran mencapai Rp 30.000 - Rp 31.000 per kilogram, sedangkan di kegiatan GPM harganya Rp 27.000 per kilogram. Harga yang lebih murah itu, kata Gin Gin, karena ada subsidi dari pemerintah, khususnya menyangkut biaya distribusi.
"Jadi kami fasilitasi untuk biaya angkutannya. Yang kedua, kami membeli langsung dari distributor, produsen, bahkan ke petaninya langsung, sehingga harganya bisa ditekan. Termasuk dari sisi kualitas, bahkan kami sangat selektif melakukan pemeriksaan keamanannya," katanya.
Gin Gin mengatakan, kegiatan GPM tersebut juga menjadi salah satu upaya pemerintah buat menjamin ketersediaan bahan pangan menjelang bulan Ramadan. Dengan demikian, potensi kelangkaan bahan pangan yang dapat berdampak pada kenaikan harga bisa dicegah.
"Makanya hari ini GPM dilakukan serentak di tingkat nasional, itu dalam upaya menghadapi Ramadan. Nanti juga kami ada meeting zoom bersama daerah lain, itu untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan buat menghadapi bulan puasa," katanya.
Hasil Buruan SAE
Meskipun mengutamakan komoditas yang sedang naik harganya, Gin Gin menyebut berbagai bahan pangan lainnya juga tersedia di GPM, dengan harga yang lebih murah Rp 1.000 - 2.000 dari harga pasaran. Bahkan, kata dia, sayuran hasil program Buruan SAE juga ikut dijual.
"Nah, itu juga kelebihan GPM di Kota Bandung, makanya tahun lalu kami mendapatkan penghargaan. Jadi kami selalu mengolaborasikan kegiatan GPM dengan berbagai kegiatan, termasuk kami tampilkan produk-produk hasil dari Buruan SAE," katanya.
Keterlibatan produk-produk hasil program urban farming itu, terang Gin Gin, sekaligus ditujukan untuk edukasi kepada masyarakat, bahwa budidaya pertanian di lahan pekarangan yang terbatas dapat bermanfaat bukan hanya untuk sendiri, tetapi juga buat orang lain.
"Jumlahnya memang tidak terlalu banyak, tapi tetap kami tampilkan. Tujuan utamanya ialah untuk mengedukasi, memperlihatkan bagaimana warga Kota Bandung bisa melakukan budidaya pertanian untuk menghasilkan pangan, sekadar di pekarangan," katanya.
Gin Gin menambahkan, DKPP Kota Bandung berencana menggelar kegiatan GPM sebanyak 32 kali dalam setahun, yang hingga Februari ini sudah diselenggarakan empat kali. Termasuk sampai Idulfitri nanti, terang dia, pada Februari ini pun pihaknya menyiapkan enam kali kegiatan GPM.
"Kadang-kadang karena situasi tertentu, di satu kecamatan itu bisa lebih ada dua atau tiga kali GPM. Yang 32 kali itu GPM tang dari APBD, biasanya ada juga support yang meminta kami menyelenggarakan GPM, jadi setahun itu bisa lebih dari 32 kali diadakan GPM," katanya.
Pewarta: Imas Masriyah
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 56
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
- 300 Warga Mattoangin Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Ada Layanan Rontgen
