Haru Bahagia

Nenek Jumaria, Petani Maros Berangkat Haji dengan Biaya Nabung Dalam Ember

260509090503-nenek.jpg

Foto: Dok. MCH 2026

Nenek Jumaria, jemaah haji asal Maros berhasil menunaikan ibadah haji berkat kegigihannya menabung puluhan tahun hasil menjadi buruh tani di kampungnya.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Kisah nenek Jumaria (80) jemaah haji  asal Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan menjadi mendunia viral karena  perjuangan kerasnya untuk dapat menunaikan ibadah haji dengan menabung selama puluhan tahun.

Semua keberhasilan dan ikhtiarnya membuat terharu, nenek gigih yang menabung dari hasil jerih payah sendiri menjadi buruh tani di Desa Kuru Samange, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Akhirnya dia dapat menunaikan rukun Islam kelima ke tanah suci.

Penunjukan Jumaria P Sire Said lantaran Kantor Wilayah Haji meminta jemaah di Kabupaten menjadi role model yang bagus untuk video Makkah Route.

Melansir Times Indonesia, terpilihnya Jumaria sebagai ikon tim Makkah Route didasari oleh catatan istitha'ah kesehatannya yang sempurna di usia yang sudah 80 tahun. "Itu Pak buktinya tidak merah dia (kartu kesehatannya), berarti dia sehat,” ungkapnya.

"Kanwil menunjuk salah satu kabupaten untuk mencari jemaah yang dijadikan ikon percontohan," ujar Ketua Kloter UPG 14, Siti Hawaisyah di Madinah dikutip pada Kamis (7/5/2026).
 
Kesehatan yang baik Jumaria menjadi edukasi pentingnya menjaga kebugaran, terbukti dari kehadirannya dalam 80 kali pertemuan manasik di daerahnya.
 
Nenek Jumaria 80 kali pertemuan latihan manasik tak sekalipun absen, kendati hujan.
 
Berbekal fisik yang bagus, tentunya Jumaria berharap bisa menjalani ibadah dengan baik dan kembali lagi ke Tanah Suci. ”Aku berdoa supaya saya panjang umur saja, semoga dikasih ke sini lagi,” sebutnya.
 
 
Semangat beribadah Jumaria P Sire Said dalam menyempurnakan rukun islam tentunya tidak lepas dari usahanya.

Selama 20 tahun, Jumaria menyisihkan upah bertaninya ke dalam ember di bawah tempat tidurnya demi "Sukses Ritual" haji. "Bawah kasur, jadi pergi, saya simpan mi di ember-ember,” ungkapnya.

Selama menyimpan uang, Jumaria tidak pernah mengambil uang tabungannya. “Ndak (diambil). Ambil saja anu, daun ubi, saya masak,” sebutnya.

Pewarta: Muhammad Hakim
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 242
©2026 tingkap.co

Komentar