Drainase

Farhan Tinjau 3 Titik Rawan Banjir di Cibiru, Normalisasi Drainase Disiapkan Tahun Depan

261016192821-farha.jpg

Dok. Diskominfo Kota Bandung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru, Jumat (16/10/2026).

BANDUNG, TINGKAP.CO - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru, Jumat (16/10/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk mencari solusi atas persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan warga, mulai dari saluran air yang tidak berfungsi optimal hingga sodetan yang membutuhkan penanganan teknis.

Tiga lokasi yang menjadi perhatian Farhan berada di Kelurahan Palasari, Cipadung, dan Pasir Biru. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mengkaji kondisi setiap lokasi untuk menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai karakteristik wilayah.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana di ketiga kelurahan pada 1415 Oktober 2026.

Di Kelurahan Palasari, Farhan meninjau kawasan pangkalan ojek di Jalan A.H. Nasution dan Jalan Cilengkrang II yang menjadi salah satu titik perhatian terkait persoalan banjir.

Menurutnya, penanganan di kawasan tersebut membutuhkan kajian lebih lanjut bersama bidang yang menangani daya rusak air. Langkah ini diperlukan agar solusi yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Selain mengatasi persoalan aliran air, Farhan juga meminta kawasan pangkalan ojek ditata dan diperbaiki agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
 
Persoalan banjir juga menjadi perhatian serius di Kelurahan Cipadung. Di Jalan A.H. Nasution RW 02, warga mengeluhkan banjir yang telah terjadi sejak 2016 dan mengusulkan penanganan sodetan yang mengarah ke wilayah Panyileukan.

Saat meninjau lokasi, Farhan bersama jajaran terkait memeriksa kondisi saluran air, ketinggian lahan, hingga posisi fondasi dan konstruksi bangunan di sekitar jalur aliran air.

Pemeriksaan tersebut penting untuk menentukan arah aliran air dan kemungkinan rekayasa saluran yang dapat dilakukan.

Menurut Farhan, penanganan banjir tidak cukup hanya dengan membuka atau membangun saluran baru. Perlu dipastikan bahwa air dapat mengalir dengan baik tanpa memindahkan atau menimbulkan persoalan banjir di wilayah lain.

Hasil pemeriksaan lapangan akan menjadi bahan kajian untuk menentukan solusi teknis yang memungkinkan, termasuk kebutuhan konstruksi pendukung jika diperlukan.

Sementara itu, di Kelurahan Pasir Biru, Farhan menyoroti kondisi saluran drainase di RW 02 dan RW 03 yang tidak berfungsi optimal. Normalisasi menjadi salah satu langkah yang diperlukan agar aliran air kembali lancar dan potensi genangan dapat dikurangi.

Namun, pekerjaan tersebut diperkirakan tidak mudah. Sejumlah bagian saluran harus digali, termasuk area yang berdekatan dengan bangunan warga.

Karena itu, pelaksanaannya perlu direncanakan secara matang agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Ini bakal banyak galian. Ini bakal kena bangunan juga. Ini bakal digali dulu sambil saya menyusun anggaran tahun depan untuk normalisasi, ujar Farhan saat meninjau lokasi.

Farhan menjelaskan, penanganan drainase akan dipersiapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan teknis dan ketersediaan anggaran.

Penyusunan rencana sejak dini diharapkan dapat membuat pekerjaan normalisasi lebih terarah sehingga mampu mendukung upaya mengurangi genangan di kawasan tersebut.
 
Persoalan banjir di Palasari, Cipadung, dan Pasir Biru memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, setiap lokasi membutuhkan solusi yang didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis, bukan sekadar pembangunan saluran baru.

Melalui peninjauan langsung ini, Pemkot Bandung mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus menghimpun kebutuhan penanganan sebagai dasar perencanaan berikutnya.

Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem drainase dan mengurangi risiko genangan, sekaligus menjawab aspirasi warga yang menginginkan lingkungan lebih aman dari ancaman banjir.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 129
©2026 tingkap.co

Komentar