Fenomena El Nino

Krisis Air Bersih Meluas di Maros, PDAM Benahi Bronjong dan Siapkan Dua Armada Tambahan

261013154943-krisi.jpg

@tingkap/Andi Harjan

Perumda Air Minum Tirta Bantimurung menambah dua unit mobil pikap guna memperkuat distribusi air bersih kepada warga terdampak.

MAROS, TINGKAP.CO - Krisis air bersih di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kian meluas akibat kemarau panjang dan fenomena El Nino yang menyebabkan debit air baku Perumda Air Minum Tirta Bantimurung terus menurun.

Menghadapi kondisi tersebut, Perumda Air Minum Tirta Bantimurung bergerak melakukan pembenahan teknis di sumber air baku.

Selain mengoptimalkan struktur bronjong untuk menjaga ketersediaan air, perusahaan daerah itu juga berencana menambah dua unit mobil pikap guna memperkuat distribusi air bersih kepada warga terdampak.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Bantimurung, Shalahudin, mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga pelayanan air bersih agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah tekanan musim kemarau.

"Kondisi El Nino yang berkepanjangan ini sangat memengaruhi pasokan kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya air bersih. Oleh karena itu, kami di PDAM Tirta Bantimurung terus berbenah dan melakukan optimalisasi tindakan teknis di lapangan," ujar Shalahudin.

Menurutnya, berbagai langkah penanganan dilakukan untuk menjaga stabilitas pelayanan kepada pelanggan sekaligus membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih akibat penurunan debit sumber air.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membenahi dan mengoptimalkan struktur bronjong di sumber air baku. Langkah ini ditujukan untuk membantu menaikkan muka air dan mempertahankan debit air di area intake yang terdampak kemarau.

Pembenahan tersebut menjadi bagian dari langkah cepat PDAM dalam mengoptimalkan sumber air yang tersedia agar pasokan air ke pelanggan tetap terjaga.

"Upaya pembenahan bronjong ini merupakan langkah cepat kami untuk menaikkan muka dan debit air baku di intake. Harapan kita bersama, langkah penanganan teknis ini bisa bertahan dan menjaga suplai air tetap mengalir," jelas Shalahudin.

Meski demikian, penanganan di sumber air baku perlu diimbangi dengan langkah distribusi langsung, terutama bagi warga yang berada di wilayah terdampak kekurangan air bersih.

Untuk memperkuat pelayanan di tengah meluasnya dampak kekeringan, manajemen PDAM Tirta Bantimurung berencana menambah dua unit mobil pikap operasional khusus distribusi air bersih.

"Armada tambahan tersebut akan dimanfaatkan untuk mengantarkan air secara langsung ke rumah-rumah pelanggan dan warga yang membutuhkan, khususnya di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Insyaallah, kita juga akan menambah dua unit mobil pikap khusus untuk memaksimalkan layanan pengantaran langsung ke warga dan pelanggan yang terdampak," kata Shalahudin.

Ia menegaskan, penambahan armada menjadi salah satu langkah yang perlu dipersiapkan seiring meluasnya wilayah yang terdampak krisis air bersih di Kabupaten Maros.

"Langkah ini harus segera kami ambil mengingat cakupan krisis air bersih saat ini sudah semakin meluas di beberapa wilayah Maros," pungkasnya.

Jaga Akses Air Bersih Selama Kemarau
PDAM Tirta Bantimurung berharap pembenahan bronjong dan optimalisasi sumber air baku, disertai penambahan armada distribusi, dapat membantu mengurangi dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pelayanan sekaligus mempercepat penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan selama musim kemarau berlangsung.

Di tengah menurunnya debit air baku, optimalisasi infrastruktur dan penguatan distribusi menjadi langkah penting agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap mendapat perhatian.

Pewarta: Andi Harjan
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 149
©2026 tingkap.co

Komentar