Musim Dingin Ekstrim
Peringatan Cuaca Suhu Ekstrem Dingin Bekukan Sebagian Besar Wilayah AS

Spencer Platt / Getty Images
Sebuah traktor salju membersihkan salju di luar Balai Kota New York pada hari Senin.
WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Sebuah gelombang udara arktik baru sedang mendekat. "Ada potensi meningkat untuk badai musim dingin yang signifikan lainnya" di negara-negara bagian Timur Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini," kata Layanan Cuaca Nasional.
Peringatan cuaca ekstrem dingin berlaku untuk jutaan orang dari Danau Besar hingga Pantai Teluk pada Selasa (28/1/2026), saat komunitas di sepertiga bagian timur Amerika Serikat memperbaiki kerusakan akibat badai salju besar yang telah menewaskan setidaknya 48 orang.
"Seiring dengan semakin jelasnya skala kerusakan yang ditimbulkan oleh badai tersebut pada Selasa, jumlah korban tewas terus meningkat. Departemen Kesehatan Louisiana melaporkan delapan kematian terkait cuaca, sementara Departemen Kesehatan Tennessee melaporkan lima kematian. Di Kentucky, seorang wanita berusia 72 tahun meninggal karena hipotermia," kata Gubernur Andy Beshear pada Selasa.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani mengatakan 10 orang ditemukan tewas di luar ruangan.
Warga membersihkan tumpukan salju di Jalanan, Charlestown, Boston, AS. (Joseph Prezioso/AFP via Getty Images)
"Kami belum tahu apakah setiap kasus akan dinyatakan sebagai hipotermia, tetapi kami membutuhkan setiap warga New York untuk waspada dan memperhatikan tetangga mereka," kata Mamdani.
Layanan Cuaca Nasional mengatakan suhu akan tetap jauh di bawah normal sepanjang sisa minggu ini dan hingga minggu depan. Sekitar 80% populasi AS diperkirakan akan mengalami suhu di bawah titik beku dalam seminggu ke depan.
Suhu terendah rekor kemungkinan terjadi hingga Senin pagi, mencakup wilayah dari Dataran Selatan hingga Timur Laut. Pada Minggu pagi, suhu se dingin pertengahan 30-an derajat Fahrenheit (-1C) akan mencapai selatan hingga Miami.
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 132
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
