Arkeologi
Balai Perlestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu Ekskavasi Cagar Budaya Benteng Anna Mukomuko

Foto: @tingkap/Japri
Ketua Tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu, Lion Sagitra didampingi koordinator lapangan Nagla Anggraini, Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu-Lampung serta salah seorang staf bidang kebudayaan, lsrok melakukan Ekskavasi di lokasi Cagar Budaya Benteng Anna (20/8/2025).
MUKOMUKO, TINGKAP.CO - Tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu melakukan Ekskavasi dilokasi Cagar Budaya Benteng Anna Kabupaten Mukomuko. Ekskavasi dilakukan tepatnya di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko perkiraan satu meter dari bibir sungai Selagan dan dipinggir Jalan Sentot Ali Basa menuju Pemukiman Nelayan Pantai Indah Koto Jaya.
Diketahui, pada dasarnya Ekskavasi merupakan proses penggalian, pada permukaan tanah, untuk mencari dan menemukan benda-benda atau informasi arkeologi yang tersembunyi di bawahnya.
Dalam konteks arkeologi, ekskavasi adalah metode untuk mengumpulkan data dengan cara menggali situs untuk mengungkap dan mempelajari sisa-sisa kegiatan manusia di masa lampau.
Secara lebih rinci, ekskavasi
dilakukan secara sistematis dan terencana Ekskavasi tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan untuk memastikan data yang terkumpul akurat dan terorganisir.
Bertujuan untuk menemukan artefak dan data arkeologi,
Para arkeolog menggunakan berbagai alat dan teknik untuk menemukan dan mendokumentasikan benda-benda seperti pecahan tembikar, alat-alat, sisa-sisa bangunan, dan lain sebagainya, yang memberikan informasi tentang kehidupan masa lalu.
Mencatat dan mendokumentasikan temuan, Selain menemukan, para arkeolog juga mencatat dengan cermat lokasi dan konteks setiap temuan, menggunakan catatan, foto, dan gambar.
Memungkinkan rekonstruksi masa lalu, dengan menganalisis temuan dan konteksnya, para arkeolog dapat merekonstruksi kehidupan, budaya, dan sejarah dari masyarakat yang telah lama berlalu.
Ketua Tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu, Lion Sagitra dari Kementrian Kebudayaan didampingi koordinator lapangan Nagla Anggraini, Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu-Lampung serta salah seorang staf bidang kebudayaan, lsrok melakukan Ekskavasi di lokasi Cagar Budaya Benteng Anna, Rabu 20 Agustus 2025.
Dalam wawancara bersama TINGKAP.CO, Lion menjelaskan kegiatan kita disini merupakan melakukan perlindungan cagar budaya. "Benteng Anna merupakan sudah menjadi peringkat di provinsi Bengkulu," ungkap Lion.
Ia juga memaparkan, salahsatu kegiatan Eskavasi itu sendiri merupakan pengupasan untuk mengetahui seperti apa dulu bentuk Benteng Anna melalu peninggalan sekarang.
"Kita bisa mengetahui denahnya seperti apa, data itu kita kumpulkan sebelum pengembangan dan pemanfatan. Peninggalan-peninggalan yang ada kita selamatkan dulu sebelum kita lakukan penataan lingkungannya pemanfaatan di bidang pariwisata," ujar Lion.
Lion juga mejelaskan, hari pertama Rabu, (20/8/2025) kita baru melakukan pesiapan, kami dengan pemkab Mukomuko bidang kebudayaan melakukan digitalisasi.
"Sekiranya ada temuan seperti benda-benda atau struktur. Kalau ada temuan kontruksi itu akan tetap disini sekiranya ada benda yang diduga cagar budaya terutama akan kita konservasi atau diperbaiki dulu habis itu kita atogilisasi," paparnya.
"Kemudian kita lakukan pendataan bendanya apa, fungsinya apa setelah itu baru kita lakukan pengembangan berkemungkinan akan kita bikin mini museum dan itu kita bekoordinasi dengan stakeholder terkait serta masyarakat," tutur Lion.
Pewarta: Japri
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 1.531
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Surau Balenggek di Tanah Datar Terancam Roboh, Jejak Sejarah Taufik Kiemas dan Puan Maharani Menanti Perhatian
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
