FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Trofi Pertama dalam Sejarah

261006103447-timna.png

Foto: X

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bangga antar Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026

JAKARTA, TINGKAP. CO - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkapkanI isi hatinya usai Indonesia juara. Dia mengaku bangga bisa mengantarkan Indonesia mencetak sejarah dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.

"Ini merupakan momen yang membanggakan bagi Indonesia. Trofi pertama dalam sejarah," kata John Herdman seperti dikutip antara.

Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand 4-2 lewat adu penalti dalam partai final di SUBK.

Herdman mengakui pertandingan final itu laga yang sulit, seperti laga-laga final lain yang ia lalui bersama sejumlah tim lain.

Namun, ia mengakui bangga dengan semua pemain-pemainnya yang telah mempersembahkan gelar juara untuk bangsa dan negara.

Para pemain, kata dia, mencetak gol dan membantu tim menjadi kelompok yang solid.

"Itu misi kami. Tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, satu-satunya hal yang penting adalah mengangkat trofi untuk kalian semua, untuk negara ini, dan membuat kalian bangga," katanya.

Pelatih asal Inggris itu juga bangga terhadap dukungan suporter yang tetap bersama skuad Garuda sejak awal turnamen hingga laga terakhir.

"Terima kasih kepada semua orang yang datang malam ini dan memberikan dukungan kepada kami," kata dia.

Cara Pilih Eksekutor Penalti

John Herdman juga mengungkapkan soal pilihan eksekutor penalti. Dia mengaku harus memastikan betul pemain tersebut punya ketenangan

"Mereka yang akhirnya menjadi penendang adalah pemain yang tampil paling klinis dalam masa persiapan," kata Herdman.

Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama di antara empat dari lima penendang penalti yang dipilih Herdman. Keempatnya berhasil menjalankan tugas dengan sempurna.

Herdman mengaku selalu memantau kemampuan para pemain saat latihan sehingga sudah disiapkan untuk menjadi penendang ketika laga harus berlangsung lewat adu penalti.

"Para pemain ini sangat klinis dalam penyelesaian akhir saat latihan kemarin," katanya.

Pelatih asal Inggris itu mengatakan pihaknya tidak memasukkan para pemain menyerang dalam daftar awal penendang karena mereka tidak percaya diri saat latihan.

Ketika pemain tak mampu melakukannya (menendang penalti) dalam latihan, maka kesempatan diberikan kepada pemain lain yang terlihat berada dalam performa terbaik.

"Kami selalu berlatih untuk situasi seperti ini dan latihan akhirnya membuahkan hasil," katanya.

Herdman menambahkan bahwa laga final sangat ditentukan oleh momentum, mentalitas, semangat, dan kegigihan untuk menang.

Oleh sebab itu, ia bangga pada penampilan tim asuhannya yang menyelesaikan tugas dengan hasil yang membanggakan bagi Indonesia.

Pewarta: Defri Saefullah
Penyunting: Defri Saefullah
Pengunjung: 223
©2026 tingkap.co

Komentar