Porprov XVI

Tim Sepak Bola Bukittinggi Gagal Tampil di Porprov XVI, PSSI Soroti Nasib Pemain yang Sudah Berjuang

261006115822-tim-s.jpg

Foto: Istimewa

Pelatih PSSI Kota Bukittinggi kecewa karena gagal ikuti Porprov XVI.

BUKITTINGGI, TINGKAP.CO - Harapan tim sepak bola Kota Bukittinggi untuk tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026 pupus. Kegagalan tersebut menyisakan kekecewaan mendalam bagi para pemain, pelatih, dan jajaran PSSI Kota Bukittinggi yang telah menjalani persiapan panjang.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kota Bukittinggi, Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi para pemain yang telah mencurahkan waktu, tenaga, bahkan mengorbankan kegiatan sekolah demi mempersiapkan diri menghadapi Porprov XVI.

Menurut Dolly, persiapan tim telah dilakukan sejak jauh hari, mulai dari proses seleksi pemain, latihan rutin, sejumlah pertandingan uji coba hingga tahapan verifikasi dan registrasi pemain.

"Saya sangat sedih memikirkan anak-anak yang telah mengorbankan waktu dan sekolah untuk menjalani seluruh rangkaian kegiatan latihan, yang pada akhirnya mereka tidak berangkat ke Porprov Sumbar," ujar Dolly melalui pesan WhatsApp, Sabtu (3/10/2026).

Ia mengatakan, proses persiapan hingga tahapan administrasi tersebut dilakukan secara serius oleh PSSI Bukittinggi bersama jajaran pengurus. Bahkan, biaya berbagai proses persiapan tersebut disebut ditanggung secara mandiri oleh PSSI Bukittinggi tanpa mengandalkan bantuan pemerintah.

Dolly menilai, kegagalan berangkat ke Porprov bukan hanya persoalan batalnya sebuah pertandingan. Lebih dari itu, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap semangat para pemain muda yang telah berlatih keras selama berbulan-bulan.

"Coba kita renungkan dan bayangkan, bagaimana mental mereka menghadapi kenyataan ketika seluruh proses panjang yang sudah dipersiapkan akhirnya berujung seperti ini. Tentu sangat berat bagi mereka," katanya.

PSSI Klaim Sudah Ikuti Prosedur Administrasi

Dolly menjelaskan, dari sisi administrasi, PSSI Bukittinggi mengaku telah mengikuti tahapan registrasi sesuai regulasi yang berlaku.

Pihaknya juga telah menyampaikan surat kepada KONI Kota Bukittinggi terkait keikutsertaan cabang olahraga sepak bola pada Porprov XVI.

Namun, hingga Jumat (2/10/2026), surat tersebut disebut belum memperoleh jawaban dari KONI Bukittinggi.

"Kalau masalah administrasi, kita sudah mengikuti seluruh prosedur untuk registrasi sesuai regulasi. Ada bukti kita mengirimkan surat kepada KONI Bukittinggi, namun sampai Jumat 2 Oktober 2026, tidak ada jawaban," ungkap Dolly.

Meski kecewa, Dolly menegaskan PSSI Bukittinggi tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi polemik berkepanjangan. Menurutnya, perhatian utama saat ini adalah memberikan dukungan kepada para pemain agar mereka tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pembinaan dan karier sepak bola.

"Kami sebagai orang olahraga tidak mau berpolemik terkait masalah ini. Yang kami pikirkan saat ini adalah bagaimana memperbaiki mental mereka yang drop karena hal ini," tegasnya.

KONI Bukittinggi Belum Beri Tanggapan

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, pihak KONI Kota Bukittinggi yang telah dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Jumat (2/10/2026) belum memberikan jawaban maupun tanggapan terkait persoalan gagalnya tim sepak bola Bukittinggi mengikuti Porprov Sumbar XVI Tahun 2026.

Kegagalan tampil di Porprov XVI kini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pembinaan sepak bola di Kota Bukittinggi.
Terlepas dari persoalan yang terjadi, para pemain muda yang telah menjalani proses latihan dan persiapan panjang tetap membutuhkan perhatian dan dukungan.

"Jangan sampai kekecewaan atas batalnya keberangkatan ke Porprov justru mematahkan semangat mereka untuk terus berkembang dan mengejar prestasi.
Mereka sudah berjuang dan mencurahkan waktu serta tenaga. Jangan sampai kejadian ini membuat semangat mereka untuk berprestasi menjadi hilang," pungkas Dolly.

Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 459
©2026 tingkap.co

Komentar