SPMB
Cara Baru Penerimaan Siswa Sekolah Melalui Aplikasi Online SPMB

Foto: @tingkap/Japri
SMA Negeri 01 Mukomuko
MUKOMUKO, TINGKAP.CO - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), yang merupakan pengganti dari PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk jenjang Sekolah Dasar hingga menengah. Istilah ini mulai berlaku pada tahun ajaran 2025/2026, menggantikan PPDB yang sebelumnya digunakan.
Jadi, jika melihat istilah SPMB, itu mengacu pada Sistem Penerimaan Siswa Baru di sekolah-sekolah, yang pada intinya adalah cara baru untuk mendaftarkan diri ke sekolah.
Tujuan meningkatkan transparansi, keadilan, dan kualitas dalam penerimaan siswa baru.
Perubahan tidak hanya sekadar pergantian nama, tetapi juga adanya perubahan kebijakan yang bertujuan untuk memperbaiki sistem PPDB sebelumnya.
Jalur SPMB memiliki beberapa jalur penerimaan, termasuk jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi.
Tahun Berlaku mulai berlaku untuk tahun ajaran 2025/2026. Penting untuk diketahui bagi orang tua dan siswa yang akan mendaftar ke sekolah, penting untuk memahami aturan dan jalur yang berlaku.
Hal ini dibenarkan salah seorang Kepala Sekolah yaitu Fery Irawan, S.Pd merupakan Kepsek Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 01, atau lebih dikenal Smansa Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu ketika dihubungi melalui ponselnya Kamis (26/6/2025).
"Benar mulai tahun ajaran 2025/2026 ini telah diberlakukan pendaftaran siswa baru melalui aplikasi online dalam Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) langsung dikelolah oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu," terang Fery.
"Ada beberapa jalur yang di ikuti untuk mendaftar yaitu, jalur prestasi, jalur Afirmasi, jalur mutasi juga jalur domisili," kata Fery.
Ia juga mengatakan, untuk Smansa Mukomuko kuota yang kita butuhkan lebih kurang 300 siswa dari semua jalur.
"Untuk jalur prestasi kita hanya butuh kuota sebanyak 35 orang siswa sayangnya yang mendaftar hanya 30 orang siswa dan pendaftarannya sudah ditutup," beber Fery.
"Sementara untuk jalur domisili ini pada dasarnya ada persaingan calon pendaftar, pasalnya jalur ini banyak peminatnya, selain jangkauan dari tempat tinggal ke sekolah lebih dekat calon siswa harus memiliki nilai lebih tinggi dari rekan-rekannya, jika nilai banyak yang sama maka akan di seleksi melalui umur terbesar," ujarnya.
Fery juga mengungkapkan, jika kriteria ini tidak bisa dipenuhi maka secara otomatis pendaftar dinyatakan gagal diterima di sekolah yang dituju.
Pewarta: Japri
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 165
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Bandung Siapkan Lulusan Perguruan Tinggi Tembus Pasar Kerja Global, 300 Ribu Peluang Kerja Menanti
- Kabar Baik! 199 Guru Agama di Langkat Bisa Ikuti PPG 2026, Antoni Kawal Dukungan Anggaran
- Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung ke Lapangan
- Pemko Bukittinggi Kucurkan Rp3,5 Miliar untuk Perlengkapan Siswa Baru, 3.619 Murid Terima Bantuan
- 874 Pelajar Bukittinggi Nikmati Angkutan Sekolah Gratis, 53 Angkot Disiapkan
- Meurasa HIMASOS Unimal Satukan Mahasiswa Sosiologi Lintas Angkatan di Pantai Ujong Bate
- Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Siapkan 4 Skema Bantuan Lewat Program Jabar Sakola
- Pelukis Agung Wicaksono Bernostalgia Sekaligus Bungkus Kritikan Lewat Kenangan Hewan di Masa Kecil
- Pemerintah Cimahi Realisasikan Pembangunan Sekolah SMPN 14 Cimahi
- Cetak Lulusan Siap Kerja, 32 SMK Jabar Gandeng 64 Perusahaan Lintas Sektor
