PKRS
Disdik Garut Gelar Bimtek Penguatan Kemampuan Guru Dalam PKRS Jenjang SMP

Foto: @tingkap/Agus Sopian
Bimtek "Penguatan Kemampuan Guru Dalam Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Seksualitas (PKRS) jenjang SMP tahun 2025. Kamis (20/11/2025).
GARUT, TINGKAP.CO - Bertempat di aula hotel Tirtagangga, Cipanas, Garut, tengah diadakan kegiatan bimbingan tehnik (bimtek) "Penguatan Kemampuan Guru Dalam Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Seksualitas (PKRS) jenjang SMP tahun 2025". Kamis (20/11/2025).
Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun dilaksanakan. Terkait PKRS jenjang SMP di dinas pendidikan kabupaten Garut itu sudah berjalan empat tahun, dari mulai sosialisasi yaitu pada tahun 2021.
Demikian hal itu diungkapkan Kasi bidang kelembagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Dr. Ajang Rusmana M.Pd kepada awak media disela kegiatannya.
Lanjut ia menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan sekarang ini baru penguatan kemampuan guru nya dalam mengimplementasikan PKRS di sekolah masing - masing (SMP).
Artinya, banyak hal yang dibicarakan terutama keberhasilan Implementasi di sekolah masing masing tentu akan berbeda - beda, disesuaikan dengan kultur sekolah, dan daya dukung masyarakatnya.
Mereka yang diundang itu (peserta bimtek - red) pertama itu untuk diskusi. Misalkan, temuan apa atau kesulitannya apa yang mereka dapatkan di sekolahnya masing-masing, dan kemudian kita cari solusinya seperti apa.
"Bahkan banyak sekolah sekolah yang memiliki keberhasilan dalam PKRS, dan hasilnya juga bisa dirasakan oleh peserta didik," ujar Ajang Rusman.
Masih kata ia menuturkan, ingat, PKRS itu bukan hanya jadi kewajiban dinas pendidikan saja tapi, bappeda juga sudah memprogramkan, ada diantaranya program kespro (kesehatan reproduksi)yang kaitannya dengan dinas pisik dan dinas kesehatan.
"Kalau kita lebih cenderung kepada masalah kesehatan, sosialnya, dan fisikologisnya dengan nilai nilai bagaimana untuk menjaga mereka. Pada prinsipnya bahwa, anak-anak itu adalah harus dilindungi oleh guru, oleh sekolah," paparnya.
"Tapi ketika guru dan kepala sekolah setiap individu tentu ada keterbatasan, tapi kalau diberikan kesadaran dan pemahaman ilmu - ilmu bagaimana cara menjaganya pasti anak itu sendiri yang akan menjaganya," ungkap Ajang.
Dilanjutkannys, dengan PKRS, ia mengaku bangga, tentu bangga dinas pendidikan Garut ini karena, kabupaten Garut cukup berhasil dengan PKRS. Bahkan banyak dari kabupaten kota dari luar Garut yang berkunjung datang menjadi study tour untuk PKRS ini.
Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan, ada sekitar 300 orang peserta yang hadir diantaranya , dari unsur guru dan kepala sekolah jenjang SMP, berikut narasumber sebagai pemateri dalam bimteknya.
Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 114
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Guru Honor MDTA, TPQ Terima Jasa Dari Pemerintah Kota Bukittinggi
- Sekda Rismal: Peserta Paskibraka Merupakan Kesempatan Yang Sangat Berharga
- Wagub DKI Rano Karno : Bukittinggi Layak Diperjuangkan Untuk Kota Berstatus Daerah Istimewa
- Anggota DPR RI Hadiri Festival Keluarga Paud Tahun 2026 yang Digelar HIMPAUDI Garut
- Bupati Anwar Sadat Tinjau Pelaksanaan TKA 2026, Upaya Tingkatkan Mutu Pendidikan Tanjab Barat
- Menyulut Semangat Perempuan dan Kaum Marjinal Melawan Penindasan
- Marjan Massere Jalani Sidang Promosi Doktor Ilmu Politik di Universitas Hasanuddin
- Kapolres Langkat Pimpin Upacara di Yayasan Al-Ihsan, Tekankan Disiplin, Anti Bullying, dan Kepedulian Sosial
- Perkuat Sinergi Pendidikan, Bupati Anwar Sadat Terima Audiensi Fakultas Ushuluddin UIN STS Jambi
- Guru Memiliki Dampak Jangka Panjang Bagi Pembangunan SDM
