Guru PPPK
Wabup Ali Syakieb: Guru PPPK Harus Jadi Penggerak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Dok. Diskominfo Kab. Bandung
Pembukaan dan Pembekalan bagi para calon peserta orientasi PPPK di lingkungan Pemkab Bandung tahun 2026
SOREANG, TINGKAP.CO - Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat kualitas aparatur sipil negara melalui pembentukan karakter, integritas, dan profesionalisme sejak awal masa pengabdian. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 yang diikuti 180 guru jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) sebagai bekal untuk melahirkan ASN yang adaptif, berorientasi pelayanan publik, dan mampu mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb saat membuka Pembukaan dan Pembekalan Orientasi PPPK Gelombang I di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Gedung Mohammad Toha, Soreang, Kamis (16/7/2026).
Menurut Ali, guru memiliki posisi yang sangat strategis karena tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus bangsa.
"Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam pembentukan karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta menumbuhkan semangat belajar bagi generasi penerus," ujarnya.
Ia mengatakan seluruh program pemerintah, baik pusat, provinsi maupun Kabupaten Bandung, bermuara pada upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi Indonesia Emas 2045.
"Kalau kita ingin siap menuju Indonesia Emas tahun 2045, yang harus kita persiapkan adalah sumber daya manusianya. Bukan hanya gedung yang tinggi atau jalan yang bagus, tetapi apakah SDM kita benar-benar siap," katanya.
Ali menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bandung terus berkomitmen mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, kualitas pelayanan pemerintah sangat bergantung pada kualitas aparatur sipil negara yang menjalankannya.
"Masyarakat tidak butuh diistimewakan, tetapi masyarakat butuh dilayani dan dimanusiakan. Saya berharap siapa pun yang ditempatkan di mana pun agar selalu bersikap profesional dalam menjalankan tugas," tuturnya.
Ia juga mengingatkan para ASN agar tidak hanya mengetahui, tetapi memahami visi, misi, dan seluruh program pembangunan Kabupaten Bandung sehingga mampu mengimplementasikannya secara optimal di lapangan.
"Saya berharap seluruh ASN Kabupaten Bandung bukan hanya tahu, tetapi mengerti seluruh program-program Kabupaten Bandung, memahami tujuan, manfaat, dan arah pembangunan yang ingin dicapai," katanya.
Lebih lanjut, Ali mengajak para ASN untuk terus meningkatkan kompetensi dan tidak terjebak dalam zona nyaman. Ia menegaskan budaya meritokrasi yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan kesempatan kepada setiap ASN untuk berkembang berdasarkan kompetensi dan kinerja.
"Jangan pernah terjebak dengan comfort zone. Bupati sangat mengutamakan meritokrasi. Baik buruknya kabupaten/kota adalah harga diri ASN. Karena itu kita harus kompak, bekerja sama, dan bersama-sama membawa Kabupaten Bandung menjadi lebih baik," tegasnya.
Ia berharap orientasi tersebut mampu membentuk ASN yang memahami tanggung jawabnya, memiliki integritas tinggi, mampu bekerja secara kolaboratif, serta terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kepada seluruh peserta, Ali juga mengimbau agar dapat mengikuti seluruh rangkaian orientasi dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi, bertanya, dan memperluas wawasan sebagai bekal menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.
"Pak Bupati selalu menekankan bahwa setiap program pemerintah tidak boleh berhenti pada seremoni. Seluruh program harus benar-benar terimplementasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bandung," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Ali juga menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM Kabupaten Bandung atas penyelenggaraan orientasi, serta kepada Pusat Pendidikan Pembekalan Angkatan Darat (Pusdikbekang AD) yang telah bersinergi dalam membentuk aparatur yang disiplin, tangguh, dan berintegritas.
"Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bandung dengan institusi TNI merupakan wujud nyata semangat kebersamaan dalam membentuk aparatur yang penuh integritas, disiplin, tangguh, serta memiliki jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara," katanya.
Melalui orientasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap lahir ASN PPPK yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat kolaborasi, inovatif, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, Sejahtera, Maju, dan Berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Pewarta: Martin Abidin
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 62
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Bandung Siapkan Lulusan Perguruan Tinggi Tembus Pasar Kerja Global, 300 Ribu Peluang Kerja Menanti
- Kabar Baik! 199 Guru Agama di Langkat Bisa Ikuti PPG 2026, Antoni Kawal Dukungan Anggaran
- Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung ke Lapangan
- Pemko Bukittinggi Kucurkan Rp3,5 Miliar untuk Perlengkapan Siswa Baru, 3.619 Murid Terima Bantuan
- 874 Pelajar Bukittinggi Nikmati Angkutan Sekolah Gratis, 53 Angkot Disiapkan
- Meurasa HIMASOS Unimal Satukan Mahasiswa Sosiologi Lintas Angkatan di Pantai Ujong Bate
- Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Siapkan 4 Skema Bantuan Lewat Program Jabar Sakola
- Pelukis Agung Wicaksono Bernostalgia Sekaligus Bungkus Kritikan Lewat Kenangan Hewan di Masa Kecil
- Pemerintah Cimahi Realisasikan Pembangunan Sekolah SMPN 14 Cimahi
- Cetak Lulusan Siap Kerja, 32 SMK Jabar Gandeng 64 Perusahaan Lintas Sektor
