KKN-PK Unhas
Dukung Pencegahan Stunting, KKN-PK Mahasiswa Unhas Edukasi Keamanan Protein Hewani untuk MPASI di Sidrap

@tingkap/Andi Harjan
KKN Mahasiswa Unhas foto bersama warga
SIDRAP, TINGKAP.CO - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar edukasi bertajuk MPASI Sehat Dimulai dari Protein Hewani: Edukasi Veteriner tentang Pemilihan dan Penyimpanan Pangan Asal Hewan untuk Pencegahan Stunting di Posyandu Asri, Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini menyasar ibu hamil dan ibu yang memiliki anak bawah dua tahun (baduta) sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keamanan pangan asal hewan dalam penyediaan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang aman dan bergizi.
Program tersebut turut didampingi Bidan Puskesmas Pembantu Kelurahan Rijang Pittu. Edukasi diberikan karena masih diperlukan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait cara memilih dan menyimpan bahan pangan asal hewan secara benar agar kualitas gizinya tetap terjaga.
KKN mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Program Studi Kedokteran Hewan, Anggriani Prasiwi, menjelaskan bahwa protein hewani merupakan salah satu sumber gizi penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, bahan pangan asal hewan dapat mengalami penurunan mutu bahkan berpotensi membahayakan kesehatan.
"Melalui edukasi ini kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa protein hewani bukan hanya harus bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi. Cara memilih bahan yang segar dan teknik penyimpanan yang benar menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas MPASI sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting," tegas Anggriani.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum penyuluhan. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pentingnya protein hewani bagi pertumbuhan anak, cara memilih bahan pangan asal hewan yang segar, teknik penyimpanan yang tepat, hingga diskusi interaktif dan sesi tanya jawab.
Sebagai evaluasi, peserta kembali mengikuti post-test guna mengetahui peningkatan pemahaman setelah menerima materi edukasi.
Bidan Puskesmas Pembantu Kelurahan Rijang Pittu yang mendampingi kegiatan tersebut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin.
"Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu yang memiliki baduta.
Kami berharap edukasi seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keamanan pangan asal hewan sama pentingnya dengan pemenuhan gizi dalam mendukung pencegahan stunting," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penyediaan MPASI yang aman, bergizi, dan berkualitas dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Pewarta: Hakim / Harjan
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 173
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Bandung Siapkan Lulusan Perguruan Tinggi Tembus Pasar Kerja Global, 300 Ribu Peluang Kerja Menanti
- Kabar Baik! 199 Guru Agama di Langkat Bisa Ikuti PPG 2026, Antoni Kawal Dukungan Anggaran
- Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung ke Lapangan
- Pemko Bukittinggi Kucurkan Rp3,5 Miliar untuk Perlengkapan Siswa Baru, 3.619 Murid Terima Bantuan
- 874 Pelajar Bukittinggi Nikmati Angkutan Sekolah Gratis, 53 Angkot Disiapkan
- Meurasa HIMASOS Unimal Satukan Mahasiswa Sosiologi Lintas Angkatan di Pantai Ujong Bate
- Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Siapkan 4 Skema Bantuan Lewat Program Jabar Sakola
- Pelukis Agung Wicaksono Bernostalgia Sekaligus Bungkus Kritikan Lewat Kenangan Hewan di Masa Kecil
- Pemerintah Cimahi Realisasikan Pembangunan Sekolah SMPN 14 Cimahi
- Cetak Lulusan Siap Kerja, 32 SMK Jabar Gandeng 64 Perusahaan Lintas Sektor
