Sepotong Jerman
Setiap Berkunjung ke Heidlerburg dan East Berlin, Serasa Sedang Berada di Jerman

@tingkap/Vero Iskandar
Koresponden TINGKAP.CO untuk Washington DC, Vero Iskandar berpose di perbatasan Heidlerburg dan East Berlin, negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat.
Oleh:
Vero Iskandar
Setiap saya pergi ke Mechanicsburg di Pennsylvania selalu melewati perbatasan Heidlerburg dan East Berlin yang seolah-olah sedang berada di wilayah Jerman.
Dua nama yang tertulis di atas tidak lepas dari sejarah awal migrasi imigran Jerman ke Amerika Serikat terutama ke negara bagian Pennsylvania.
Imigran Jerman mulai datang ke Pennsylvania pada tahun 1683, terutama untuk mencari kebebasan beragama dan tanah, membentuk komunitas besar seperti Germantown (sekarang Philadelphia) dan memberikan kontribusi signifikan dalam bidang pertanian dan kerajinan.
Gelombang imigran, termasuk Mennonites dan Palatines, menempuh perjalanan laut yang sulit, sering kali menjadi budak kontrak untuk membayar biaya perjalanan, dan pada akhirnya menjadi sepertiga dari populasi Pennsylvania pada masa revolusi, membentuk lanskap budaya dan agama yang unik di negara bagian tersebut.
Kedatangan Awal & Motif (Akhir Abad ke-17)
Kebebasan Beragama: Kelompok pertama, 13 keluarga dari Krefeld, Jerman (Mennonites), tiba di kapal Concord pada tahun 1683, melarikan diri dari penganiayaan dan mendirikan Germantown, seperti yang dicatat dalam artikel Brookings Register.
Janji William Penn:
William Penn menawarkan tanah dan kebebasan beragama, menarik para pemukim yang mencari kehidupan yang lebih baik dan tempat berlindung dari konflik-konflik Eropa seperti Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648).
Gelombang Besar & Perjalanan
Migrasi Palatine (1709-1710-an): Ratusan orang Palatine (dari wilayah Palatinate Jerman) datang ke New York, tetapi setelah kehilangan tanah, banyak keluarga yang tangguh pindah ke wilayah Tulpehocken di Pennsylvania sekitar tahun 1723, seperti yang dicatat oleh Berks History Center.
"Great Migration" (1717-1775): Gelombang migrasi terbesar ini didorong oleh keinginan untuk memiliki tanah, karena sistem warisan yang dibagi rata di Jerman menyebabkan setiap anak laki-laki hanya mendapatkan lahan pertanian yang lebih kecil.
Kesulitan: Penyeberangan Atlantik sangat berat, dengan kondisi yang tidak higienis, penyakit (seperti tifus), dan kelaparan yang umum terjadi, sehingga banyak orang terpaksa menandatangani perjanjian kerja paksa untuk membiayai perjalanan mereka.
Dampak & Warisan
Kebudayaan yang Beragam: Imigran Jerman membentuk sepertiga populasi Pennsylvania pada masa Revolusi Amerika, memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang pertanian, kerajinan, dan industri, seperti yang dicatat pada plakat sejarah.
Pengaruh yang Berkelanjutan: Komunitas mereka, inovasi pertanian (seperti kompor enam plat), dan keragaman agama (Mennonites, Lutherans, Moravians, Amish) secara mendalam membentuk identitas Pennsylvania, dengan Germantown sebagai pemukiman pendiri.
Semoga suatu saat akan muncul satu daerah di Amerika Serikat bernama INDONESIA, insyaAllah.
Pewarta:
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 88
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Gerbang Menuju Kelapangan Dada (Insyirah as-Sadr)
- Sepekan Bersama Profesor Mari Elka Pangestu
- Seorang Pria Tembak 8 Anak dan Istrinya Serta Seorang Wanita Lain di Shreveport, Louisiana
- Bandung Jadi Pusat Perhatian Dunia: Kilas Panjang Konferensi Asia Afrika 1955
- Sejarah Perang Saudara AS, Kolerasinya dengan Perang Moderen Asimetris
- Diambang Perang Dahsyat, Perundingan AS - Iran Gagal Mencapai Kesepakatan
- Ini Bukan di Jepang, Suasana Eksotik Bunga Sakura Hiasi Musim Semi di Washington DC
- Dubes Prof. Dwisuryo Hadir di Annual General Assembly & Halal bi Halal IMAAM
- Protes "No Kings" Menentang Trump Meluas, Menarik Jutaan Orang di Seluruh AS
- Cuaca Dingin Melanda Eropa dan Siklon Menerjang Australia
