Brand Musik

"City of Musicians", Farhan Ungkap Alasan Bandung Jadi Brand Musik Indonesia

260925095528-city-.jpg

Dok. Diskominfo Kota Bandung

Farhan saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Kepengurusan Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kota Bandung Periode 2026-2031 di Pendopo Kota Bandung, Rabu (23/9/2026).

BANDUNG, TINGKAP.CO - Bandung bukan sekadar dikenal sebagai kota kreatif. Kota ini juga dinilai telah menjadi rumah bagi para musisi dan pelaku industri musik yang karya-karyanya dikenal hingga berbagai daerah di Indonesia.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bahkan menyebut Bandung layak disebut sebagai City of Musicians atau Kota Para Musisi.

"Kalau Kota Ambon berani mengklaim dirinya sebagai City of Music, maka saya berani mengatakan bahwa Kota Bandung adalah City of Musicians," ujar Farhan saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Kepengurusan Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kota Bandung Periode 2026-2031 di Pendopo Kota Bandung, Rabu (23/9/2026).

Menurut Farhan, musik telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bandung. Geliat seni dan musik terus tumbuh melalui komunitas, pelaku seni, organisasi, hingga berbagai ruang pertunjukan yang membentuk ekosistem musik di Kota Bandung.

Ia menilai, keberadaan para musisi merupakan unsur utama dalam membangun ekosistem tersebut.

"Ekosistem tanpa pelaku maka dia menjadi ekosistem yang kosong. Dengan adanya pelaku maka kita harus membuat sebuah struktur, dengan adanya struktur kita harus membangun infrastruktur," katanya.

Farhan mengatakan, nama Bandung kerap muncul ketika berbicara tentang musik di berbagai daerah. Hal itu ia rasakan ketika berkeliling ke sejumlah provinsi di Indonesia.

"Setiap ada kafe, pasti jualannya band dari Bandung. Itu menunjukkan bahwa Bandung menjadi sebuah brand untuk urusan musik," tuturnya.

Menurutnya, kekuatan tersebut harus terus dirawat melalui aktivitas, regenerasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan. "Predikat Bandung sebagai kota kreatif maupun berbagai pengakuan di bidang kebudayaan,"kata Farhan, harus dibuktikan melalui aktivitas nyata.

"Untuk bisa tetap bertahan dengan gelar-gelar tersebut adalah kita tidak boleh berhenti beraktivitas di bidang-bidang yang telah diberikan gelar tersebut," ujarnya.

Ia menyebut seni musik, angklung, desain, dan berbagai subsektor kreatif lainnya harus terus hidup melalui para pelaku dan komunitas yang bergerak di dalamnya.

HAPMI Diminta Jadi Rumah Besar Musisi

Farhan juga mengapresiasi keberadaan HAPMI Kota Bandung yang dinilai mampu bertahan dan berkembang sebagai organisasi yang menjadi wadah bagi para musisi.

Menurutnya, keberlangsungan organisasi dalam jangka panjang menunjukkan adanya peran penting dalam memperkuat ekosistem seni dan musik di Kota Bandung.

Farhan berharap HAPMI mampu menemukan posisi strategis di tengah perkembangan industri musik yang semakin dinamis. Organisasi tersebut tidak hanya diharapkan menjadi wadah berkumpul, tetapi juga membuka jejaring, ruang kolaborasi, serta peluang bagi para pelaku musik.

"Yang kita butuhkan tidak hanya musisi yang membawakan lagu yang ngepop. Kita juga ingin menampilkan atau melahirkan sosok-sosok yang punya kualitas musikalitas tinggi sebagai penyanyi, komposer, maupun musisi," kata Farhan.

Ia mengatakan, pengembangan talenta musik juga sejalan dengan semangat Bandung Utama, yang merupakan akronim dari Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis.

Salah satu fokusnya adalah membangun sumber daya manusia yang unggul, termasuk melalui bidang seni dan kreativitas.

Farhan menilai keunggulan sumber daya manusia Bandung tidak hanya diukur dari pendidikan formal, tetapi juga dari kemampuan dan talenta di bidang seni.

Menurutnya, ketika talenta asal Bandung berkembang dan berkarya di luar daerah, hal tersebut justru menunjukkan kekuatan sumber daya manusia yang dimiliki Kota Bandung.

Keberadaan sosok-sosok yang memang jago lahir dari Kota Bandung itu memang harus keluar. Karena bagaimanapun juga itu menunjukkan bahwa Bandung tempat lahirnya manusia-manusia unggul, ujarnya.
HAPMI Jadi Mitra Pemkot Bandung

Karena itu, Farhan berharap HAPMI dapat menjadi salah satu mitra penting Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat ekosistem seni musik.
HAPMI diharapkan mampu menjadi rumah besar yang merangkul para insan seni, khususnya di bidang musik, sekaligus memperluas jejaring dan kolaborasi.

"HAPMI menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari kemajuan Kota Bandung. Karya terbaik akan mengharumkan nama Bandung, sosok-sosok terbaik akan menjadi ciri khas bahwa dia adalah sosok dari Bandung," kata Farhan.

Pada kesempatan tersebut, Farhan menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada seluruh pengurus HAPMI Kota Bandung periode 20262031.

Ia juga mengapresiasi HAPMI Jawa Barat, para pendiri, pembina, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung keberlangsungan organisasi.

Farhan berharap kolaborasi HAPMI dan Pemerintah Kota Bandung terus berkembang, sehingga mampu melahirkan karya-karya musik berkualitas sekaligus memperkuat Bandung sebagai salah satu kota dengan ekosistem kreatif dan musik yang hidup di Indonesia.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 112
©2026 tingkap.co

Komentar