Film Pendek
Suka-Suka Screening Vol. 3 Angkat Isu Perempuan Dalam Sinematografi

@tingkap/Hamada
SSS menyuguhkan 4 karya film pendek yang disutradarai oleh perempuan.
BANDUNG, TINGKAP.CO - Fuzzed Club x P7 CINEMAS menggelar Suka-Suka Screening (SSS) Volume 3 di Jalan Pelana No. 7 Astana Anyar, Kota Bandung pada Minggu (15/2/26). Mengusung tema Coba Dengar, Fuzzed Club mengajak penonton untuk mendengar isu perempuan dan kesetaraan gender.
SSS menyuguhkan 4 karya film pendek yang disutradarai oleh perempuan berjudul Upon The Pond (Salma K. Achmad), WATI (Akeyla Adzratul Mahira), Beneath The Surface of The Minds Eye (Sifa Az Zahra), Her Absence Is The ritual (Angelica Gracia Sinuhaji).
Programmer SSS, Putri Awallia mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi mahasiswa maupun production house (PH) di Kota Bandung yang ingin menampilkan karya sinematografinya.
"Jarang ada penayangan film-film pendek disini, makanya kita teman-teman Fuzzed Club menginisiasi kegiatan screening film lewat SSS yang berkolaborasi dengan sineas-sineas muda dari kampus maupun diluar kampus," ujar Putri kepada TINGKAP.CO saat ditemui usai acara screening (15/2/2026).
Putri menjelaskan, pemilihan tema isu perempuan dalam acara screening tersebut didasari pada luputnya pandangan-pandangan perempuan di narasi publik.
Lebih lanjut, dalam medium sinematografi berfokus pada bagaimana sineas perempuan dalam mengemas isi materi dalam sebuah film untuk menghadirkan diskusi publik.
Fuzzed Club menginisiasi kegiatan screening lewat SSS. (@tingkap/Hamada)
"Tidak melulu tentang feminisme, hanya coba menyuarakan perspektif wanita terhadap sesuatu lewat film. Perempuan bukan suatu entitas yang ingin menonjol di dalam kehidupan sosial," ujarnya.
Putri mengungkapkan, banyak penonton yang tertarik menikmati film pendek karya anak bangsa ditengah gempuran film-film mainstream di platform OTT. Terbukti, SSS berhasil menarik antusias penonton yang terpantau lebih dari 100 orang hadir dalam acara tersebut.
Semakin banyak penonton baru yang hadir dalam acara SSS ini, itu juga yang menurutku membuka peluang bagi kita pelaku seni sinematografi untuk tetap berkarya.
"Kedepannya, aku harap teman-teman penikmat film dapat lebih mengapresiasi karya sineas lokal lewat SSS dan Fuzzed Club menjadi wadah kolektif dan kolaborasi untuk membuka peluang dalam kegiatan berkesenian lainnya," pungkasnya.
Fuzzed Club telah menyelenggarakan kegiatan ini sejak akhir 2024 dengan tema yang berbeda di setiap edisinya.
Edisi pertama dan kedua SSS sudah menampilkan sederet karya-karya film pendek berjudul Mendadak Kaya Gila (M. Ramadhani Wardana), Aku Ingin Memukul Meja Ini Keras-Keras (Fransiskus William), Intimacy Fallacy (Aditya Wiratama), Timur Yang Terbenar (Alpin Deaa Sakti), Taruh Nyawa (Lucky Jae), Noda-Noda Seragam (Duifadia Dissa), How Was Your Day (Luthfi Suwandono), Blue That We Dont Know What Blue Is (MS Noviandi).
Pewarta: Hamada
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 313
©2026 tingkap.co
