Wisata Tirta
Kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok-Selatan Dipertanyakan

Foto: @tingkap/Endri Alamsyah
Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok-Selatan.
SOLOK-SELATAN, TINGKAP.CO - Kabupaten Solok-Selatan tersohor Berlantai Emas, Nagari Tirta Seribu Sungai, dan Kawasan Saribu Rumah Gadang ( SRG) Kampung adat yang menjadi primadona destinasi wisata di Provinsi Sumatera Barat.
Namun kini banyak pihak menyayangkan kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok-Selatan. Dinas yang bertanggungjawab atas maju atau mundurnya objek wisata di Nagari Seribu Rumah Gadang ini dinilai kurang bekerja maksimal.
Hal ini nampak dari seolah ditelantarkanya salah satu objek wisata air yaitu pemandian Tubing yang dulunya sempat menjadi primadona dan banyak dikunjungi wisatawan.
Dulu di era Bupati H Musni itu terawat dan banyak pengunjungnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun mengalir. Betapa tidak, objek wisata air yang dilengkapi juga dengan track arung jeramnya itu terletak sangat strategis di pinggir jalan raya nasional dan sangat diminati pengunjung dari berbagai daerah lainnya.
Kabupaten Solok-Selatan terdiri tujuh kecamatan hampir di setiap wilayahnya memiliki potensi wisata alam yang luar biasa.
Wisata Pemandian bermodal irigasi dan bermodal Budi, yang sempat jadi primadona di era kepemimpinan pasangan Bupati H Muzni Dan Abdurrahman itu sebenarnya memiliki potensi track arung jeram berbatuan.
Saat itu Bupati H Muzni seringkali mengajak pejabat Forkopimda Solok-Selatan, bahkan pejabat provinsi Sumbar dan jajaran periwisata Provinsi Sumbar untuk menikmati keunggulan objek wisata air ini.
Namun kini tinggal kenangan. Masyarakat di 3 kecamatan sekitarnya yaitu Kecamatan KPGD, Pauah Duo, dan Sungai Pagu merasa kehilangan suasana wisata seperti dulu dan geliat ekonomi UMKM disekitarnya terasa. Warga setempat menilai Pemkab Solok-Selatan abai dan tak peduli lagi akan potensi yang bisa mendatangkan cuan banyak ini.
Sementara Irwandi S Bendang, mantan anggota DPRD Solok mengatakan seharusnya pemimpin Pemkab Solok-Selatan berlaku adil artinya Bupati Dan Wakil Bupati sebagai eksekutor atau pengambil kebijakan hak mutlak penggunaan anggaran.
"Pemimpin sekarang harus tertanam dihatinya mental keadilan alias tanpa pilih kasih," ujar Irwandi kesal.
Dilanjutkan Irwandi, disamping pembangunan secara merata yaitu tanpa membeda- bedakan Sangir sebagai pusat kabudengan kecamatan yang ada di kota Muaralabuh ini.
Bahkan lanjutnya lagi seperti pelaksanaan kurban pemotongan sapi diketahui 38 ekor sangat memalukan berakhir dengan kericuhan.
"Kurban berakhir dengan ribuan masyarakat kecewa akibat sipemegang kupon tak bisa terima daging, hari raya kurban Idul Adha itu adalah hari yang sakral penuh sejarah pengorbanan nabi Ibrahim," ujarnya ketus.
Tokoh pemekaran Solok-Selatan ini mengajak masyarakat dan semua pihak untuk bersama sama membangun Solok- Selatan dengan niat yang baik, program unggulan pemimpin itu, sebagusnya berasal dari kebutuhan masyarakat demi kesejahteraan masyarakat khususnya, mengatasi kesulitan, menghentikan jeritan masyarakat.
"Tentu membangun kabupaten ini harus disesuaikan dengan cita cita pemekaran kabupaten, untuk apakah mekar dari kabupaten Solok.? Sebagai pemimpin harus tau seharusnya dengan sejarah pemekaran," pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan (19/6/2025), TINGKAP.CO belum berhasil mendapatkan klarifikasi dari pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Solok-Selatan. Kadisparbud Kabupaten Solok-Selatan beberapa kali dihubungi melalui telepon seluler, selalu sedang tidak aktif.
Pewarta: Endri Alamsyah
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 232
©2025 tingkap.co
