Destinasi Baru
The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan

@tingkap/Vero Iskandar
Kehadiran marina dan dermaga juga menambah daya tarik kawasan The Wharf sebagai destinasi baru wisata.
WASHINGTON, D.C., TINGKAP.CO - Berkunjung ke Washington, D.C., Amerika Serikat, tak lengkap rasanya jika belum menyambangi The Wharf. Kawasan wisata modern di tepi Sungai Potomac ini menawarkan perpaduan menarik antara panorama sungai, restoran, hotel, pusat perbelanjaan, taman, marina, hingga panggung pertunjukan musik.
Dikenal juga sebagai District Wharf, The Wharf merupakan proyek pengembangan kawasan tepi sungai bernilai miliaran dolar yang mengubah Southwest Waterfront menjadi salah satu destinasi untuk bersantai, menikmati kuliner, dan menghabiskan waktu bersama keluarga maupun teman.
Kawasan wisata terpadu di ibukota negeri Paman Sam ini tidak hanya menawarkan suasana perkotaan yang modern, tetapi juga mempertahankan keberadaan Pasar Ikan Maine Avenue yang bersejarah. Perpaduan bangunan modern dan aktivitas perdagangan ikan tradisional memberikan karakter tersendiri bagi kawasan tersebut.
The Wharf berdiri di kawasan yang membentang sepanjang sekitar 1,6 kilometer di tepi Sungai Potomac. Kawasan ini memiliki luas daratan sekitar 9,7 hektare dan area perairan sekitar 20 hektare.
Secara keseluruhan, The Wharf menyediakan sekitar 300.000 meter persegi ruang untuk berbagai kegiatan, mulai dari hunian, perdagangan, kuliner, hingga hiburan.
Pengunjung dapat menikmati suasana tepi sungai sambil berjalan kaki, bersantai di taman, mengunjungi restoran, atau menyaksikan pertunjukan musik secara langsung.
Kehadiran marina dan dermaga juga menambah daya tarik kawasan ini. Aktivitas di sepanjang sungai memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Washington, D.C., dari sisi yang lebih santai.
Tahap pertama pembangunan The Wharf resmi dibuka pada Oktober 2017. Pengembangan tahap kedua yang menjadi bagian terakhir proyek tersebut diselesaikan pada Oktober 2022.
Perubahan Southwest Waterfront menjadi kawasan modern berawal dari gagasan untuk menghidupkan kembali wilayah tepi sungai yang sebelumnya kurang terhubung dengan pusat aktivitas kota.
Pada awal 2000-an, para pejabat Distrik Columbia mulai mendorong rencana revitalisasi melalui pembentukan Anacostia Waterfront Corporation, lembaga yang bertugas mengawasi pengembangan kembali kawasan tepi sungai.
Tujuannya bukan sekadar membangun gedung baru, melainkan juga menghubungkan kawasan yang sebelumnya terisolasi dengan pusat kota Washington, D.C.
Konsep pengembangan tersebut menitikberatkan pada kemudahan akses bagi pejalan kaki, penyediaan ruang publik, serta peningkatan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
Nama The Wharf sendiri dipilih atas saran Eleanor Holmes Norton, anggota Kongres yang mewakili Distrik Columbia. Nama tersebut menghidupkan kembali sebutan historis kawasan itu yang telah dikenal sebagai The Wharf sejak abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Koresponden TINGKAP.CO di Washington, D.C., Vero Iskandar (kanan) berfoto dengan Eleanor Holmes Norton. (@tingkap/Vero)
Salah satu keunggulan The Wharf adalah kemudahan aksesnya. Pengunjung dapat datang menggunakan kendaraan pribadi karena tersedia fasilitas parkir bawah tanah.
Bagi yang memilih bersepeda, kawasan ini juga dilengkapi jalur sepeda dua arah. Sementara itu, akses kendaraan di tepi jalan diatur untuk mendukung layanan transportasi berbasis aplikasi serta kegiatan naik-turun penumpang dan pengantaran barang.
Pilihan transportasi umum menuju The Wharf pun beragam, mulai dari Metro Washington, taksi air, layanan sepeda berbagi Capital Bikeshare, hingga antar-jemput komunitas gratis.
Stasiun Metro L'Enfant Plaza menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin mencapai kawasan tersebut dengan berjalan kaki. Dari stasiun ini, perjalanan menuju The Wharf dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 10 menit.
Layanan antar-jemput komunitas juga menghubungkan kawasan tersebut dengan sejumlah tujuan di Washington, termasuk National Mall dan area museum di sekitarnya. Wisatawan tetap disarankan memeriksa rute serta jadwal operasional terbaru sebelum bepergian.
The Wharf menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain ibu kota Amerika Serikat. Kawasan ini menawarkan pengalaman yang memadukan wisata tepi sungai, sejarah, kuliner, belanja, dan hiburan dalam satu lokasi.
Bagi wisatawan Indonesia yang berencana mengunjungi Washington, D.C., The Wharf layak dimasukkan dalam daftar tujuan perjalanan.
Jadi, jika suatu saat berkesempatan berkunjung ke Washington, D.C., jangan lewatkan kesempatan untuk mampir ke The Wharf. Nikmati suasana tepi Sungai Potomac, jelajahi kawasan bersejarahnya, dan rasakan pengalaman wisata kota yang berbeda di jantung ibu kota Amerika Serikat.
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 517
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
- Setelah 6 Bulan Ditahan di Thailand, 13 Nelayan Aceh Timur Akhirnya Pulang
