Master Plan Pariwisata

Bupati Maros Paparkan Master Plan Pariwisata di Kementerian Pariwisata

250925142728-bupat.jpg

Foto: Istimewa

Bupati Maros H.A.S Chaidir Syam, Kadis Pariwisata H. Suardi Sawedi

MAROS, TINGKAP.CO - Bupati Maros, Chaidir Syam, didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Suwardi Sawedi, memenuhi undangan Kementerian Pariwisata untuk mempresentasikan master plan bisnis pariwisata Kabupaten Maros, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta itu diterima langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati (Ni Luh Puspa), bersama sejumlah deputi. Dalam paparannya, Chaidir menekankan rencana strategis pengembangan pariwisata serta agenda besar yang telah disusun Pemerintah Kabupaten Maros.

Selain master plan, Chaidir juga membahas persiapan Revalidasi Kawasan UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep yang dijadwalkan pada 2026 mendatang. Ia menyebutkan destinasi unggulan seperti Bantimurung, Leang-Leang, dan Rammang-Rammang akan menjadi prioritas pengembangan.

"Kami menyampaikan kepada Ibu Wamen soal pengembangan pariwisata di Maros serta potensinya. Bagaimana pariwisata kita terus bertumbuh dengan dukungan pemerintah pusat," ujar Chaidir.

Bupati Maros juga menguraikan sejumlah agenda tahunan yang akan terus diperkuat, di antaranya Geopark Run, pesta panen Karaeng Marusu, serta Maulid Jolloloro di Rammang-Rammang.

Chaidir menekankan pentingnya sinergi dengan organisasi dan komunitas pariwisata. Ia mencontohkan kiprah GenPI Maros yang aktif dalam promosi dan gerakan kepemudaan. Selain itu, Pemkab Maros menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, seperti Poltekpar Makassar untuk observasi pariwisata, serta rencana kerja sama dengan Universitas Ciputra dalam pengembangan kuliner kawasan wisata.

Di sisi lain, Kadisparpora Maros, Suwardi Sawedi, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan potensi wisata glamping di kawasan pegunungan Tompobulu, Camba, Cenrana, dan Mallawa.

"Potensi glamping sangat terbuka di wilayah pegunungan Maros yang luas dan punya pemandangan indah," jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan anggaran Rp. 29 miliar ke pemerintah pusat untuk pemulihan dan pengembangan fasilitas wisata Bantimurung yang terdampak banjir besar beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Suwardi menyampaikan kebanggaan atas capaian Desa Wisata Dolli Tukamasea yang berhasil masuk 60 besar Anugerah Desa Wisata 2025.

"Tahun ini kami sudah menyiapkan 60 desa untuk ikut serta dalam ajang desa wisata tahun depan," pungkasnya.

Pewarta: Hakim / Harjan
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 101
©2025 tingkap.co

Komentar