Alat Tangkap Nelayan

Dilanda Kapal Tanker Alat Tangkap Nelayan Mukomuko Alami Kerusakan, Kerugian Puluhan Juta Rupiah

250704054838-disos.jpg

Foto: @tingkap/Japri

Akibat disosor kapal tanker, alat tangkap nelayan Mukomuko mengalami kerusakan parah dengan kerugian puluhan juta rupiah.

MUKOMUKO, TINGKAP.CO - Beberapa nelayan Pantai Indah Mukomuko (PIMM) keluhkan alat tangkap berupa jaring mengalami rusak parah akibat dilanda kapal tanker yang melintas di perairan wilayah tangkap nelayan Mukomuko.

Pasalnya, jalur yang dilewati kapal tanker terlalu dangkal pada kedalam 9 hingga 12 meter kata salah seorang pemilik jaring Iral tempo hari.

"Akibat disosor kapal tanker kami mengalami kerugian diperkirakan puluhan juta," ungkap Iral.

Ia juga mengatakan, kami sudah melaporkan kejadian ini pada ketua nelayan untuk mendapatkan solusinya.

"Kami tidak menuntut kerugian setidaknya pengurus nelayan bisa menyampaikan agar kapal tanker itu tidak melintas di wilayah perairan yang bukan jalurnya sebab anggota kita mengatakan kapal pengangkut barang itu melintas cdari arah Bengkulu- Padang pada malam hari tepat pada saat anggota kita beroperasi pada jalur yang dilewati kapal," ujarnya.

Dikatakannya, kejadian ini sudah kami sampaikan pada ketua nelayan untuk dapat mengatasinya kedepannya.

"Benar, berdasarkan laporan nelayan beberapa hari belakangan ini nelayan kita merasa resah atas adanya kular- kilir kapal tanker di wilayah kita," ujar ketua nelayan PIMM, Japri.

"Setelah kita cek langsung tentang kerusakan jaring nelayan ternyata memang benar adanya rusaknyapun sangat parah," ujarnya.

Menurut ketua nelayan, kejadian ini sudah disampaikan melalui sambungan telepon pada Komandan TNI Angkatan Laut Akmal selaku Komandan Pos AL daerah sebagai pemangku otoritas. Untuk menyampaikan seperti yang dinyatakan Iral," ujarnya lagi.

"Akan cari tau dimana pangkalan nya, apa nama kapal tanker itu apakah ada namanya kasih tau biar kita tindak lanjuti," kata Danpos AL, tempo hari.

Namun, kata beberapa nelayan mengaku tidak dapat melihat nama kapal serta berasal dari mana dikarenakan melintas di malam hari situasi gelap jadi tidak kelihatan.

"Jika diketahui kita akan coba menghubungi pangkalannya untuk mengingatkan untuk melintas lagi kedepannya di jalur yang sama. Namun sayangnya nama dan alamat kapal tidak dapat diketahui," ungkapnya.

"Sedangkan untuk pukat mini trawl nelayan Pasar Bantal dan sekitarnya saya sudah menghubungi ketua nelayannya, untuk diingatkan agar tidak melintas di wilayah yang sudah di sepakati sesuai perjanjian kearifan lokal agar tidak terjadi bentrok apalagi terjadi penangkapan," demikian Japri.

Pewarta: Japri
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 1.308
©2025 tingkap.co

Komentar