Jabar Gelar Pelatihan 4 Bahasa Asing Gratis bagi Warga Desa, Siapkan Pekerja Migran Lebih Kompeten

261017122201-jabar.jpg

Dok. Diskominfo Jabar

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dikerumuni warga Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

INDRAMAYU, TINGKAP.CO - Kabar baik bagi masyarakat desa di Jawa Barat yang ingin bekerja ke luar negeri. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan program pelatihan empat bahasa asing secara gratis untuk meningkatkan kemampuan calon pekerja migran agar lebih siap menghadapi dunia kerja internasional.

Empat bahasa yang akan diajarkan dalam program tersebut adalah Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab. Pelatihan dijadwalkan mulai November 2026 dengan menyasar masyarakat desa yang berminat bekerja di luar negeri.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, setiap camat diminta memilih empat desa di wilayahnya untuk menjadi lokasi pelaksanaan pelatihan.
Program ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi warga desa, terutama mereka yang ingin mencari peluang kerja di luar negeri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan calon pekerja migran agar lebih memahami bahasa dan mampu menghindari berbagai persoalan saat bekerja di negara tujuan.

Menurut Kim, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu bekal penting bagi pekerja migran. Selain membantu komunikasi sehari-hari, penguasaan bahasa juga dapat memudahkan mereka memahami aturan dan prosedur kerja di negara tujuan.

"Penyiapan sumber daya manusia penting karena pekerja migran asalnya dari desa. Mereka ada yang kena masalah di luar negeri karena tidak tahu prosedur, apalagi bahasa," kata Kim seusai menghadiri bursa kerja online di PT Food Packaging Jaya, Kawasan Industri Losarang, Indramayu, Jumat (16/10/2026).
 
Untuk mendukung pelaksanaan program, Disnakertrans Jabar akan merekrut pengajar dari kalangan guru SMA dan SMK di Indramayu maupun instruktur mandiri yang memiliki kemampuan bahasa asing.

Pelatihan direncanakan berlangsung selama sekitar enam bulan. Setiap desa akan mendapatkan kuota puluhan peserta, dengan kegiatan belajar dilaksanakan langsung di desa masing-masing.

Dengan skema tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengikuti pelatihan tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggal mereka.

"Pelatihan bahasa asing diberikan gratis supaya sumber daya manusia siap kerja di luar negeri," ujar Kim.

Program ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses masyarakat desa terhadap pelatihan keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja internasional.
 
Rencana pelatihan bahasa asing gratis tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Tanuri.

Ia mengatakan, sejumlah warga Desa Muntur saat ini bekerja di luar negeri, antara lain sebagai pengasuh anak atau baby sitter dan pelayan restoran.

Namun, selama ini sebagian warga berangkat bekerja tanpa terlebih dahulu mengikuti pelatihan bahasa asing. Negara tujuan mereka antara lain kawasan Arab dan Taiwan.

Menurut Tanuri, pelatihan bahasa asing akan membantu masyarakat mempersiapkan diri sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.

Di sisi lain, ia mengungkapkan masih terdapat sekitar 10 persen masyarakat Desa Muntur yang belum bekerja. Sebagian di antaranya merupakan lulusan sekolah menengah atas (SMA).

Kehadiran program pelatihan ini diharapkan membuka peluang bagi masyarakat yang belum bekerja untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri memasuki pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Melalui pelatihan yang direncanakan berlangsung selama enam bulan tersebut, masyarakat desa di Jawa Barat diharapkan memiliki bekal bahasa yang lebih baik sebelum memutuskan bekerja di luar negeri

Pewarta: Hamada
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 106
©2026 tingkap.co

Komentar