UMP 2026
Buruh Gelar Aksi Penolakan Penetapan UMP 2026 Tak Memenuhi Standar Hidup Layak

Foto: Istimewa
Gelombang aksi buruh yang kecewa terhadap penetapan upah minimum (UMP) 2026 terjadi di kota Bandung, Jakarta, dan sejumlah kota lain pada Senin (29/12/25).
BANDUNG, TINGKAP.CO - Gelombang aksi buruh yang kecewa terhadap penetapan upah minimum (UMP) 2026 terjadi di kota Bandung, Jakarta, dan sejumlah kota lain pada Senin (29/12/25).
Massa yang hadir pada aksi tersebut diperkirakan lebih dari 20 ribu orang yang tergabung dalam aliansi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Serikat Pekerja Nasional (SPN).
Di Jakarta, aksi protes yang digelar di Istana Negara Jalan Veteran No. 17, Jakarta Pusat tersebut menuntut penetapan UMP di atas standar kebutuhan hidup layak (KHL) dan menolak penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Jawa Barat.
Presiden KSPSI Said Iqbal mengungkapkan, adanya kenaikan UMP Jakarta 2026 sebesar 6,17 persen masih berada dibawah standar KHL. Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta tidak mampu memenuhi kebutuhan minimum sebesar Rp 5,8 juta.
UMP Jakarta hanya Rp 5,73 juta sedangkan acuan KHL yakni di angka Rp 5,89 juta, berarti masih kurang dong. KSPSI meminta Gubernur DKI Jakarta merevisi UMP setara dengan standar KHL, kata Said dalam keterangan tertulisnya.
Aksi massa di Kota Bandung digelar di depan Gedung Sate sempat memicu ketegangan dengan aparat kepolisian saat sejumlah massa berusaha masuk ke dalam area Gedung Sate. Situasi dapat dikendalikan setelah polisi membentuk barikade untuk menahan massa dan meminta peserta aksi untuk tetap tertib menyampaikan aspirasinya.
Merespons aksi tersebut, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman yang menemui massa buruh secara langsung menyampaikan, dirinya mendapat instruksi dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk berkomitmen meninjau ulang penetapan UMSK tahun 2026.
"Kami akan tinjau ulang UMSK yang sudah ditetapkan tersebut, khususnya di daerah yang tidak sesuai dengan rekomendasi hasil pembahasan di tingkat kabupaten maupun kota," ujarnya.
Pewarta: Hamada
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 105
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
