Adopsi
Dinsos Agam Villa Erdi, Bentuk Tim Orang Tua Asuh Bayi Sampai Penetapan PN

Dok. Dinsos Agam
Dinsos Kabupaten Agam bentuk tim orang tua asuh terhadap bayi yang sempat viral saat ditemukan didalam kardus di Jorong Pulai Gaduik Ranggo Malai (PGRM).
BUKITTINGGI, TINGKAP.CO - Dinas Sosial Kabupaten Agam bentuk tim orang tua asuh terhadap bayi yang sempat viral saat ditemukan didalam kardus di Jorong Pulai Gaduik Ranggo Malai ( PGRM ) Kabupaten Agam, Sumbar yang terjadi (15/01)2026), ditemukan disekitar Kantor Samsat Bukittinggi.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos, M.Si saat dihubungi melalui pesan WhatsApp Minggu (25/01/2026), mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor guna menjamin perlindungan dan masa depan bayi.
"Sampai saat ini bayi masih dirawat di Puskesmas Pekan Kamis. Kita dalam proses pengajuan untuk pemilihan dan penentuan orang tua asuh," papar Villa kepada TINGKAP.KO.
Tahapannya yang dilakukan pembentukan tim seleksi, pengumuman pendaftaran calon orang tua angkat, seleksi, tetakhir sampai penetapan oleh Pengadilan.
Sudah ada beberapa orang yang berminat dan menghubungi untuk menjadi orang tua asuh.
"Syarat umum, sudah menikah minimal 5 tahun dan mengajukan surat permohonan ke Dinsos Agam 7( lebih lengkapnya, saat pengumuman disampaikan," jelas Villa Erdi
Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 335
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
