Taman Tara
DPW LICN Jatim, Pertanyakan Kualitas Pembangunan Taman TARA Sidoarjo

@tingkap/Nanang SW
Belum sampai setahun revitalisasi taman TARA yang menelan APBD Kabupaten Sidoarjo 2024 sebesar hampir Rp. 3 Miliar itu kini sudah rusak disana-sini.
SIDOARJO, TINGKAP.CO - Pembangunan Taman TARA (Taman Rekreasi Anak dan Rakyat), yang sebelumnya dikenal sebagai Taman ASEAN, kini menuai sorotan tajam dari Lembaga Independen Cakrawala Nusantara. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur.
Ketua DPW LICN Jatim, Hertanto, angkat bicara terkait kondisi sejumlah infrastruktur taman yang dinilai mengalami kerusakan meski belum lama diresmikan.
Menurut Hertanto, beberapa fasilitas seperti paving jalan, plengsengan, dan elemen pendukung taman sudah dalam kondisi rusak dan memprihatinkan. Padahal, taman ini merupakan salah satu ruang publik yang dibangun dengan anggaran dari pemerintah Rp.2.965.909.987.09 dan diharapkan menjadi sarana rekreasi yang nyaman bagi masyarakat.
Baca juga: Kapolrestabes Surabaya Memberikan Penghargaan Tim Ungkap Curanmor yang Tewaskan Gadis Remaja
"Kami sangat menyayangkan, taman yang baru saja dibangun dengan anggaran negara sudah menunjukkan banyak kerusakan. Ini menjadi pertanyaan besar soal kualitas pengerjaannya," tegas Hertanto kepada awak media, Minggu (3/8/2025).
Ia juga menambahkan bahwa kerusakan pada fasilitas umum yang belum lama digunakan bisa menjadi indikator lemahnya pengawasan, serta dugaan tidak maksimalnya perencanaan dan pelaksanaan pembangunan taman tersebut.
Papan nama proyek (@tingkap/Nanang SW)
Lembaga Independen Cakrawala Nusantara, lanjut Hertanto, mendesak pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek pembangunan Taman TARA. Jika ditemukan adanya kelalaian atau penyimpangan dalam proses pembangunan, maka perlu ada tindakan tegas dan transparansi kepada publik.
Baca juga: Kerjasama Warga dan Polsek Genteng Berhasil Bekuk Pelaku Curanmor di Warkop Surabaya
"Kami berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan dari fasilitas yang dibangun. Uang rakyat harus digunakan secara bertanggung jawab," tutupnya.
Taman TARA yang dibangun sebagai bagian dari program revitalisasi ruang terbuka hijau di Sidoarjo ini sebelumnya digadang-gadang menjadi ikon baru taman tematik kota. Namun dengan munculnya berbagai kerusakan, masyarakat kini mulai mempertanyakan sejauh mana pembangunan ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang.
Pihak pemerintah kota hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi atas kerusakan yang terjadi di Taman TARA.
Pewarta: Nanang Sigit Wibowo
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 173
©2025 tingkap.co
Berita Terkait
- Surau Balenggek di Tanah Datar Terancam Roboh, Jejak Sejarah Taufik Kiemas dan Puan Maharani Menanti Perhatian
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
