Kejar Tayang
Pemeliharaan Jalan Provinsi Sumbar Diduga Dikerjakan Tidak Sesuai Spektek

@tingkap/Erman Ali
Pihak Binamarga telah menegur kontraktor terkait kualitas pengerjaan
DHARMASRAYA, TINGKAP.CO - Paket pekerjaan pemeliharaan rutin jalan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ruas Sikabau - Kotobaru diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis pengaspalan.
Ruas jalan Provinsi Sumbar, Sikabau - Koto Baru sedang dilakukan pemeliharaan yang dikerjakan oleh pihak ketiga, CV. NK.
Hasil penelusuran TINGKAP.CO pengerjaan terkesan "kejar tayang", pasalnya ada dugaan tidak sesuai spesifikasi teknis.
Tidak hanya itu, di lokasi tak ditemukan papan nama proyek dan direksi kit. Wajar, bila masyarakat sekitar mencurigai pengerjaan oleh pihak ketiga yang terkesan tertutup.
Salah seorang warga setempat yang berhasil diminta pendapatnya oleh TINGKAP.CO mengatakan pemeliharaan yang dikerjakan pihak ketiga sepertinya tidak sesuai spesifikasi teknis.
"Pengerjaan tidak sesuai dengan kualitas dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Anggaran APBD Provinsi Sumbar pasti besar yang digelontorkan pada pekerjaan ini," ungkap warga yang minta untuk tidak menulis namanya itu kepada TINGKAP.CO, Kamis (28/3/2025).
Dilanjutkan sumber tersebut, bahwa anggaran pemeliharaan jalan kabupaten saja miliaran rupiah, apalagi anggaran jalan provinsi tentu anggarannya fantastis.
Sementara sumber TINGKAP.CO lainnya seorang pengamat jasa konstruksi jalan dan jembatan mengungkapkan bahwa ada semacam yang tidak beres dalam pengerjaan proyek pemeliharaan tambal jalan provinsi paket 2 Sikabau - Koto Baru itu.
"Tambalan jalan disiram pakai aspal cair tidak merata tanpa dibersihkan terlebih dulu, langsung aspal padat dihamparkan begitu saja," ungkap sumber itu.
Masih menurut sumber yang minta tidak ditulis namanya itu, pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi itu sudah dipantau sejak awal pengerjaan.
"Banyak tahapan-tahapan pekerjaan yang dikerjaan kontaktor yang menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang dituangkan dalam pekerjaan," ujarnya.
Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang ( Dinas-BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat UPTD Wilayah V Paket 2 Dharmasraya, menggelontorkan dana anggaran pemeliharaan jalan Provinsi Sumatera Barat, dikerjakan oleh rekanan paket 2 Sikabau -Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.
Masih kata dia, konsultan pengawas tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya untuk mengawasi pekerjaan.
"Padahal mereka dibayar untuk melakukan pekerjaan pengawasan, sehingga ada dugaan kerjasama yang baik diantara mereka," ungkapnya lagi.
Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang ( BMCKTR) Wilayah V, Sumatera Barat, Joko saat dihubungi TINGKAP.CO melalui telepon seluler (Jumat (28/3/2025), mengaku pihak dinas telah melayangkan surat teguran kepada kontraktor tersebut.
"Kami dari pihak Bina Marga telah menegur kontraktor proyek," ujarnya.
Dikatakan Joko, proyek ini hanya dihitung volume pemechingan saja, berapa total kubikasi ya itu yang kami bayar.
"Dari total panjang jalan Provinsi Sumatera Barat Sikabau -Koto Baru berkisar 29 KM akan dapat perawatan di tahun 2025 ini dengan secara berkelanjutan," ungkap Joko.
TINGKAP.CO juga mengonfirmasi kepada penanggung jawab pekerjaan proyek, sebut saja Ade. Sayangnya, dia tidak berani menjawab pertanyaan TINGKAP.CO yang menanyakan mengapa papan nama proyek tidak dipasang ? Diperkirakan proyek ini ada miliaran rupiah tanpa papan informasi yang jelas.
Sementara salah seorang pemangku adat ninik mamak Suku Chaniago, Dt.Saiko yang juga didepan rumah cucu kemanakannya timbunan aspal yang menempel tersebut dituangkan ikut mengomentari pekerjaan kontraktor.
"Dugaan kami proyek yang bersumber dari APBD Provinsi ini dinilai mengandung unsur KKN. Jadi perlu dikaji ulang dan cek kembali pekerjaannya oleh BPK dan penyidik," ungkapnya kepada TINGKAP.CO (27/3/2025).
Dilain pihak, kontraktor pelaksana, Gino kepada TINGKAP.CO mengaku hanya mengerjakan pemechingan slop saja. "Kita hanya mengerjak pemechingan slop saja. Dimana ada yang berlobang dislop dulu baru dikasih aspal curah dan seterusnya ditimbun dengan aspal panas," kilahnya melalui telepon seluler, Jumat (28/3/2025).
Fakta yang ditemukan TINGKAP.CO dilapangan berkata lain. Lobang tersebut tidak dislop dan tidak dibersihkan, tapi langsung ditimbundengan aspal panas.
Ketika Gino ditanya berapa harga satuan yang dibayarkan UPTD Wilayah 5, Gino tidak menjawabnya.
Pewarta: Erman Ali
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 488
©2025 tingkap.co
