Silaturahmi
PKS Garut Rangkul Persis dan Muhammadiyah, Yusuf Musyafa Siapkan Dialog dengan Gen Z

@tingkap/Agus Sopian
Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Garut, yang juga anggota DPRD Kabupaten Garut, H. Yusuf Musyafa.
GARUT, TINGKAP.CO - Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Garut yang juga anggota DPRD Kabupaten Garut, H. Yusuf Musyafa, mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas), tokoh agama, generasi muda, dan kalangan pengusaha memperkuat komunikasi serta membangun kolaborasi untuk kemajuan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Yusuf saat menggelar dialog dan silaturahmi bersama tokoh organisasi kemasyarakatan di Fave Hotel Garut, Jumat (23/10/2026). Dalam pertemuan itu, DPD PKS Garut mengundang perwakilan dua organisasi Islam besar, yakni Persatuan Islam (Persis) dan Muhammadiyah.
Yusuf menegaskan, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi formal. Lebih dari itu, forum ini menjadi kesempatan bagi PKS untuk mendengarkan pandangan, pengalaman, dan masukan dari organisasi yang telah lama berkiprah dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
"Alhamdulillah, hari ini kami bersama pengurus DPD PKS Kabupaten Garut mengundang dua tokoh ormas besar di Kabupaten Garut, yaitu Persis dan Muhammadiyah. Tentunya, kami ingin lebih banyak mendengar masukan-masukan dari kedua organisasi tersebut," ujar Yusuf.
Menurutnya, Persis dan Muhammadiyah memiliki pengalaman panjang dalam membina umat serta berkontribusi terhadap kehidupan bangsa. Pengalaman tersebut menjadi sumber pembelajaran penting bagi PKS yang sebagai partai politik memiliki perjalanan sejarah lebih muda dibandingkan kedua organisasi tersebut.
Karena itu, Yusuf menilai komunikasi lintas organisasi perlu terus diperkuat agar partai politik dapat memahami persoalan masyarakat secara lebih mendalam dan merumuskan langkah yang sesuai dengan kebutuhan warga.
PKS Tak Ingin Komunikasi dengan Ormas Terbatas
Yusuf mengatakan, partai politik tidak seharusnya hanya berfokus pada kegiatan internal organisasi maupun kepentingan elektoral. Partai juga perlu membuka diri terhadap pandangan berbagai elemen masyarakat, mulai dari ulama, tokoh agama, akademisi, generasi muda, hingga kalangan pengusaha.
Masukan dari berbagai kelompok tersebut, lanjutnya, dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pertimbangan dalam menjalankan fungsi kepartaian dan tugas sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Garut.
Selama ini, kami juga terus berupaya berdakwah dalam konteks politik, baik dalam lingkup kepentingan Indonesia secara umum maupun di Kabupaten Garut.
"Namun, perjalanan itu tentu membutuhkan banyak pembelajaran. Kami perlu terus mendengar masukan dari para tokoh, para senior, dan alim ulama," ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menghilangkan sekat komunikasi yang terkadang muncul antara partai politik dan organisasi kemasyarakatan.
Menurut Yusuf, keterbatasan komunikasi dapat menimbulkan jarak antarlembaga, padahal masing-masing memiliki peran dan ruang kontribusi dalam kehidupan masyarakat.
Melalui dialog secara langsung, PKS Garut berharap dapat memahami pandangan setiap organisasi sekaligus menemukan ruang kerja sama yang bisa dikembangkan bersama.
Yusuf mengaku menyambut positif keterbukaan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, termasuk peluang bagi kader PKS untuk terlibat dalam kegiatan organisasi kemasyarakatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami bersyukur karena ternyata ada keterbukaan dari masing-masing ormas.
Kader-kader PKS dapat ikut menjadi anggota dan aktif dalam kegiatan organisasi, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
"Kami menyambut baik keterbukaan ini karena dapat memperkuat silaturahmi dan membangun kerja sama yang lebih harmonis," jelasnya.
Ia berharap perbedaan latar belakang organisasi maupun pilihan politik tidak menjadi penghalang untuk membangun komunikasi dan bekerja sama demi kepentingan masyarakat Garut.
Gen Z Garut Bakal Diajak Berdialog
Tak hanya menyasar organisasi yang telah lama berdiri, PKS Garut juga berencana memperluas forum dialog dengan melibatkan generasi muda, khususnya Generasi Z.
Yusuf menilai, generasi muda memiliki pengalaman, pandangan, dan kebutuhan yang perlu mendapat perhatian dalam pembahasan mengenai pembangunan daerah.
Menurutnya, anak muda tidak cukup hanya menjadi sasaran sosialisasi politik. Mereka juga perlu diberi ruang untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan masukan secara terbuka.
Untuk itu, PKS Garut berencana mengundang tokoh-tokoh muda dari berbagai latar belakang guna berdiskusi mengenai persoalan yang mereka hadapi, termasuk pendidikan, lapangan pekerjaan, kewirausahaan, perkembangan teknologi, dan partisipasi dalam pembangunan.
Selain generasi muda, PKS Garut juga ingin memperluas komunikasi dengan kalangan pengusaha dan elemen masyarakat lainnya.
"Kami juga berniat mengundang tokoh-tokoh Gen Z di Kabupaten Garut. Ke depan, kami ingin berdialog dengan pengusaha dan berbagai elemen lainnya. Kami sangat membutuhkan masukan dari mereka. Tujuannya bukan hanya untuk bertemu, tetapi membangun komunikasi dan silaturahmi yang lebih baik," tuturnya.
Rencana tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi berbagai kelompok masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan pandangan mereka secara langsung.
Dengan demikian, komunikasi politik tidak hanya berlangsung di antara pengurus partai dan tokoh organisasi, tetapi juga menjangkau kelompok muda serta pelaku ekonomi yang memiliki pengalaman dan kebutuhan berbeda.
Yusuf Musyafa: Dialog Harus Berlanjut, Bukan Sekadar Seremonial
Yusuf menegaskan, pertemuan dengan Persis dan Muhammadiyah merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih luas dengan berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Garut.
Ia berharap dialog serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu kali pertemuan.
Menurutnya, semakin banyak unsur masyarakat yang dilibatkan, semakin beragam pula perspektif yang dapat digunakan untuk memahami persoalan daerah dan mencari solusi bersama.
PKS Garut, lanjut Yusuf, akan terus membuka ruang komunikasi dengan ormas lainnya, tokoh agama, alim ulama, generasi muda, pengusaha, serta berbagai elemen masyarakat.
"Insyaallah, kami akan mengundang ormas-ormas lainnya juga. Kami ingin terus belajar dan mendengarkan masukan dari para tokoh, para senior, alim ulama, serta tokoh-tokoh masyarakat Garut. Kami merasa perlu banyak mendengar agar komunikasi dan kolaborasi ke depan bisa berjalan lebih baik," katanya.
Ia berharap, keterbukaan komunikasi tersebut dapat memperkuat hubungan antara partai politik dan organisasi kemasyarakatan sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Pada akhirnya, keberhasilan dialog tidak hanya diukur dari terselenggaranya pertemuan atau banyaknya tokoh yang hadir, tetapi juga dari sejauh mana masukan masyarakat ditindaklanjuti menjadi langkah nyata.
Bagi Kabupaten Garut, komunikasi yang terbuka, kesediaan menerima kritik, dan kolaborasi lintas organisasi menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat serta mendorong pembangunan daerah yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 75
©2026 tingkap.co
