Kisah Magis
Menelusuri Misteri Red Woman di Babakan Siliwangi
Suasana senja nan magis di SOS, Babakan Siliwangi, Bandung. (Video: @tingkap/Alfen Hoesin )
BANDUNG, TINGKAP.CO – Temaram senja semakin memunculkan suasana magis, ketika sekelompok kelelawar mulai menari-nari disela rimbunnya pepohonan. Lamat-lamat terdengar suara adzan menandakan waktu sholat Maghrib tiba.
Senja itu, aktifitas di Sanggar Olah Seni (SOS) Babakan Siliwangi tampak biasa-biasa saja. Para seniman banyak yang masih rehat dari depan kanvas. Ada beberapa pengunjung melakukan selfie di ruang pamer yang gedungnya lebih baru dan bergaya arsitektur atap limas.
Babakan Siliwangi atau kerap disingkat dengan Baksil adalah hutan kota yang terletak di Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Di areal + 3,8 hektar ini terdapat gedung pertunjukan Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) dan Saraga (Sarana Olahraga Ganesha) di bagian Selatannya. Di sebelah Barat mengalir Sungai Cikapundung yang bermuara ke sungai Citarum. Sedang di belahan Utaranya terdapat Sanggar Olah Seni (SOS) tempat berkumpulnya para seniman.
Sejak dulu, kawasan yang dengan hamparan lembah ini dipercayai memiliki energi magis yang membisikkan deretan cerita misteri, dan membuat kita bergidik. Betapa tidak, kawasan yang setiap pagi hari berselimut kabut nan terjebak ini menyimpan misteri dari masa ke masa dan selalu jadi buah bibir.
Menurut Rio Sutisna seorang perupa di SOS, yang paling sering muncul itu sosok perempuan dengan wajah oriental berpakaian serba merah.
“Sosok perempuan berwajah oriental dengan busana serba merah, tas dan sepatunya juga merah sering muncul. Itu yang sering disebut Red Woman,” tutur Rio yang menempati sanggar lukis di ujung sebelah Timur, saat ditemui TINGKAP.CO, Jumat (11/7/2025).
Rio bercerita tentang kedatangan tim spiritual dari Jawa Timur yang ingin bertemu dengan sosok Red Woman tersebut. Lanjut Rio, tim yang dipimpin oleh seorang wanita itu melakukan ritual khusus di dekat mata air di hutan diseberang SOS yang eksis sejak tahun 1982 itu.

Tertangkap kamera sosok seperti kuntilanak di properti seni seniman Malaysia (Foto: Istimewa/Robi Hendrawan)
“Mereka bertemu tapi Red Woman tidak bersedia menampakkan wajahnya. Dia tetap membelakangi tim spiritual itu. Menurut mereka Red Woman tidak mau menampakkan wajahnya karena malam bulan purnama. Saat itu ada anggota tim itu yang kesurupan,” ungkap Rio.
Rio juga menuturkan bahwa Red Woman terkadang muncul di sore hari cuma sekedar ingin melihat-lihat lukisan dan kembali menghilang di hutan seberang sanggar SOS.
Kejadian lain, kata Rio, pernah seorang pemuda yang sedang menikmati berjalan di jembatan forest walk pada sore hari terjun ke bawah jembatan yang tingginya sekitar 3 meter. “Pemuda tersebut mengaku melihat seorang ibu yang sedang mengayun-ayun anak balitanya,” pungkas Rio.
Cerita seram lainnya dituturkan perupa Robi Hendrawan. Pada helat Bandung Art Festival tahun lalu, kata Robi ada seniman asal negeri jiran Malaysia yang ikut serta di acara tersebut.
“Usai mempersiapkan properti seninya pada malam sebelum acara para seniman Malaysia itu kembali ke hotel untuk beristirahat. Saya iseng mengambil beberapa jepretan foto menggunakan handphone. Diantara foto-foto hasil jepretan saya itu ada satu foto ketangkap satu sosok mirip kuntilanak diantara propertoi seni dua peti dan tambang-tambang yang bergantungan milik seniman Malaysia itu,” papar seniman muda itu kepada TINGKAP.CO, Jumat (11/7/2025).
Baksil kini sudah menjadi destinasi wisata alam yang dilengkapi forest walk. Walikota Ridwan Kamil pada tahun 2018 meremikan jembatan forest walk sepanjang 2 km di kawasan hutan kota legendaris itu. Jembatan forest walk ini diklaim sebagai jembatan forest walk terpanjang di ASEAN.
Kawasan Baksil yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari kampus Institut Teknologi Bandung itu kini menjadi destinasi wisata menarik di kota yang dijuluki Parijs Van Java.
Para pengunjung Baksil bisa berolahraga di track jogging Sarana Olahraga Ganesha, juga bisa menikmati limpahan oksigen di hutan kota dengan menelusuri jembatan forest walk bersama keluarga. Atau menikmati suasana seram dan magis pada malam hari. Tentu saja jangan lupa mengunjungi SOS untuk berbelanja beragam lukisan dengan gaya dan ukurannya. Maka lengkaplah wisata magis nan menantang anda di kota Bandung.
Pewarta: Alfen Hoesin
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 463
©2025 tingkap.co
