Ekowisata

Dari Alam untuk Desa: Anak Muda Appakadeceng Hidupkan Wisata dan Harapan Warga

251016161655-dari-.jpg

Foto: Istimewa

Kelompok Pemuda pengelola Wisata Appakadeceng

MAROS, TINGKAP.CO - Di kaki perbukitan Desa Pattirodeceng, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, suara tawa anak muda berpadu dengan desir angin dan gemericik air dari sumber alami Bulu Maccongi. Di sinilah semangat gotong royong tumbuh subur, dipelopori oleh sekelompok pemuda yang tergabung dalam Kelompok Pengelola Ekowisata (KPE) Appakadeceng.

Mereka bukan sekadar menjaga alam, tetapi menghidupkannya kembali menjadikannya sumber kehidupan dan kebanggaan bagi warga desa.

Dari beberapa potensi wisata yang dimiliki Pattirodeceng, baru Bulu Maccongi dan Batu Sitoppo yang telah dikelola secara aktif oleh para pemuda ini. Meski langkah mereka masih sederhana, hasilnya mulai nyata dirasakan masyarakat sekitar.

"Setiap ada kegiatan gotong royong, teman-teman KPE selalu turun tangan. Ada yang menyiapkan konsumsi, ada yang membantu membeli semen untuk memperbaiki jalan dan dekker, bahkan mereka ikut urunan membeli selang air untuk menyalurkan air dari sumber di sekitar Bulu Maccongi ke rumah-rumah warga," tutur Pak Desa Pattirodeceng Abdul Kadir, dan beliu sebagai salah satu tokoh masyarakat yang menjadi saksi semangat para pemuda itu.

Kepedulian mereka tak berhenti di wisata. Ketika klub sepak bola desa, Persebar Pattirodeceng, hendak mengikuti turnamen, KPE Appakadeceng ikut menjadi sponsor. Bagi mereka, membangun desa bukan hanya tentang alam, tapi juga tentang kebersamaan dan kebanggaan.

Kini, Bulu Maccongi tak hanya dikenal sebagai tempat hiking dengan panorama yang menenangkan, tetapi juga mulai dilirik sebagai lokasi trail run yang menantang. Pesonanya menjadi daya tarik baru bagi pencinta alam dan olahraga petualangan.

"Kami ingin wisata ini tidak sekadar jadi tempat rekreasi, tapi wadah pemberdayaan. Dari sini masyarakat bisa tumbuh bersama," ungkap salah satu anggota KPE dengan senyum penuh keyakinan.

Langkah kecil para pemuda Appakadeceng ini mungkin belum sebesar destinasi wisata lain di Maros, namun nilai yang mereka tanamkan jauh lebih dalam cinta pada tanah kelahiran dan semangat untuk saling menguatkan.

Dari alam, oleh pemuda, dan untuk desa begitulah kisah sederhana dari Pattirodeceng yang perlahan menumbuhkan harapan lewat tangan-tangan muda yang bekerja dengan hati.

Pewarta: Hakim / Harjan
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 106
©2025 tingkap.co

Komentar