Primadona Wisata

Wali Kota Ramlan Benahi TMSBK, Primadona Wisata Kota Bukittinggi

260911151453-objek.jpg

Dok. Diskominfo Kota Bukittinggi

Wali Kota Ramlan Nurmatias (kanan) sedang berdiskusi dengan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal.

BUKITTINGGI, TINGKAP.CO - Bukittinggi merupakan kota kecil dengan luas hanya 25 km persegi. Kota dengan icon Jam Gadang ini terdiri dari tiga Kecamatan dan 24 Kelurahan dengan penduduk 141.804 jiwa (data Kemendagri Juni 2026).

Dengan modal keindahan alam dan cuaca sejuk, kota Bukittinggi memiliki objek wisata seperti Panorama dengan keindahan alam ngarai Sianok, Jam Gadang dengan daya tarik tersendiri dan salah satu yang menarik serta banyak dikunjungi wisatawan adalah Taman Marga Satwa Bidaya Kinantan (TMSBK).

Objek wisata yang terletak tidak jauh dari Jam Gadang ini merupakan primadona wisata, tentu sekaligus sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) disektor pariwisata. Hal tersebut dikemukan Wali Kota Ramlan didampingi Kepala Dinas Pariwisata Rofie Hendra, S.T.P, M.Si. kepada TINGKAP.CO, Kamis (10/09/26), melalui pesan WhatsApp.

Pemerintah Kota Bukittinggi kini tengah  berbenah untuk keindahan,  kenyamanan bagi pengunjung yang datang ke kota berhawa sejuk dengan ketinggian 950 mdpl itu. Pembenahan seperti sarana dan prasarana infrastruktur sekaligus perbaikan halaman TMSBK yang dikembalikan fungsinya seperti semula.

Penataan Halaman TMSBK dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi ruang publik dan tingkatkan kualitas wisata.

Pemerintah Kota Bukittinggi saat ini telah mulai melaksanakan pembenahan halaman Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK). Hal ini menjadi salah satu upaya peningkatan kualitas kawasan wisata agar tertib, aman, nyaman dan representatif untuk masyarakat Bukittinggi dan juga para pelancong.

TMSBK dibangun tahun 1900an, oleh pemerintahan Hindia Belanda dan diberi nama Stormpark. Pada 3 Juli 1929, kawasan objek wisata dikembangkan menjadi kebun binatang dengan nama Fort De Kocksche Dieren Park. Kemudian hingga tahun 1995 melalui Perda No 2 Tahun 1995, kawasan ini secara resmi dinamakan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) hingga saat ini.

Sepanjang sejarahnya, TMSBK telah beberapa kali melakukan pembenahan, seperti pembangunan kandang harimau, pembuatan kandang burung raksasa atau kandang aviari terbesar di Asia Tenggara, serta zona reptil pada tahun 2021. Untuk menambah daya tarik wisata, pada tahun 2026 ini, Pemkol Bukittinggi menetapkan penataan kawasan TMSBK sebagai salah satu program prioritas daerah berdasarkan Keputusan Wali Kota Bukittinggi Nomor 188.45-133-2026 tentang Kegiatan Prioritas Daerah tahun 2026.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi, Rofie Hendria, menjelaskan, pembenahan halaman TMSBK dilakukan dengan tujuan mengembalikan fungsi lahan sebagai fasilitas umum, meningkatkan dan mengoptimalkan sarana dan prasarana TMSBK, menyediakan ruang terbuka yang lebih tertata, meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan serta meningkatkan daya saing pariwisata Kota Bukittinggi.

"Pembenahan lokasi TMSBK mulai dilaksanakan pada 3 September 2026 dengan anggaran sebesar Rp1,7 miliar. Pengerjaan ditargetkan selesai dalam 100 hari. Proses pembenahan dilakukan dengan mengganti beberapa tatanan halaman TMSBK, seperti mengganti paving block dengan batu alam agar ramah bagi anak-anak, disabilitas dan para pengunjung," ungkap Rofie yang sudah beberapa tahun diberi amanah oleh Wali Kota sebagai perpanjangan tangannya.

Pembenahan Halaman TMSBK Upaya Tingkatkan PAD
Pariwisata menjadi salah satu penopang utama dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bukittinggi. Butuh upaya serius dari pemerintah untuk membenahi objek wisata agar jumlah kunjungan semakin meningkat. Termasuk TMSBK, yang menjadi salah satu tempat wisata berbayar populer dan merupakan objek wisata primadona di Bukittinggi.

TMSBK tercatat menjadi sumber penyumbang PAD terbesar bidang pariwisata. Tercatat selama tahun 2025, jumlah kunjungan ke TMSBK mencapai 764.787 orang, dengan pendapatan sebesar Rp17.821.277.500,-. Semenatara untuk tahun 2026, income PAD dari sektor Pariwisata dari 1 Januari sampai 31 Agustus 2026 tercatat Rp 15.371.304.000.

"Dengan peningkatan kualitas kawasan TMSBK, akan kembali membuka peluang semakin bertambahnya jumlah kunjungan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Bukittinggi, melalui TMSBK. Karena area kebun binatang kita ini, akan kita tata agar menjadi kawasan yang semakin nyaman, semakin menarik, memberikan warna baru bagi TMSBK, agar minat pengunjung juga semakin meningkat," tambahnya.

Rofie meyakini, dengan pembenahan yang dilakukan, jumlah kunjungan wisatawan akan semakin bertambah, yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dan sekaligus berpengaruh pada peningkatan PAD Kota Bukittinggi. "Pendapatan daerah yang dihasilkan, tentu akan bermanfaat juga nantinya bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Rofie.

Terkait pedagang yang masih berjualan dihalaman pintu masuk TMSBK, pemerintah memberikan peluang Relokasi Pedagang ke wilayah Pasar Atas.

Terkait aktivitas perdagangan, lanjut Rofie, 30 pedagang yang berada di halaman TMSBK akan direlokasi ke kawasan Pusat Pertokoan Pasar Atas, dengan kesempatan berdagang secara gratis selama enam bulan.

"Relokasi 30 kios tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencarikan solusi terbaik bagi para pedagang, seiring dengan penataan halaman TMSBK," ungkapnya. Seperti diketahui, rencana pembenahan halaman TMSBK ini, telah disosialisasikan sejak Juli 2026 lalu.

Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 577
©2026 tingkap.co

Komentar