Pelatihan Jungle Rescue

Asah Kesiapsiagaan Bencana, Pemkab Mojokerto Gelar Pelatihan Jungle Rescue

261001110201-asah-.jpg

Dok. Diskominfo Mojokerto

Pemkab Mojokerto memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di kawasan hutan dan pegunungan melalui pelatihan jungle rescue atau penyelamatan di medan alam.

MOJOKERTO, TINGKAP.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di kawasan hutan dan pegunungan melalui pelatihan jungle rescue atau penyelamatan di medan alam.

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dalam Penanganan Keadaan Darurat dan Jungle Rescue tersebut digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto di Royal Caravan Hotel, Trawas, Rabu (29/9/2026).

Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian itu bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme aparatur serta relawan dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, terutama di wilayah hutan dan pegunungan.

Dalam sambutannya, Muhammad Rizal mengatakan keindahan alam Kabupaten Mojokerto juga menyimpan potensi risiko bencana, mulai dari cuaca ekstrem, tanah longsor, hingga pendaki atau wisatawan yang tersesat.

Karena itu, menurut dia, kemampuan melakukan penyelamatan di medan hutan dan pegunungan bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan keahlian yang harus dimiliki para pemangku kepentingan dalam penanganan bencana.

"Pelatihan peningkatan kapasitas aparatur dalam penanganan keadaan darurat dan jungle rescue atau penyelamatan di medan hutan dan gunung bukanlah lagi sekadar keterampilan tambahan, tapi sebuah instrumen keahlian yang wajib dimiliki oleh semua pemangku kepentingan dalam penanganan bencana," ujar Muhammad Rizal.

Jamin Keselamatan Wisatawan

Muhammad Rizal juga menegaskan komitmen Pemkab Mojokerto dalam memperkuat penanganan kegawatdaruratan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata daerah.

Menurutnya, kesiapsiagaan dan ketangkasan personel BPBD maupun Tim Reaksi Cepat (TRC) menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman kepada wisatawan yang menikmati destinasi alam di Kabupaten Mojokerto.

"Citra pariwisata bukan sekadar keindahan alam, infrastruktur, tetapi bagaimana menjaga dan waspada akan potensi-potensi alam yang indah ini. Kalau kita meremehkan, ini bisa menjadi bencana," katanya.

Ia menilai personel BPBD memiliki peran strategis dalam mengawal perkembangan pariwisata, khususnya wisata berbasis alam di Kabupaten Mojokerto.

BPBD Dorong Sport Tourism

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan pihaknya siap mengoptimalkan peran BPBD dalam mendukung pengembangan potensi wisata alam daerah.

Menurut Rinaldi, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki peran dalam mendukung sektor pariwisata karena sektor tersebut turut memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Kami juga punya pola pikir di mana setiap OPD adalah Dinas Pariwisata, sehingga BPBD akan selalu komit untuk mendukung semua kegiatan yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto, terutamanya sport tourism," jelasnya.

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 80 peserta. Mereka berasal dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan TRC Kabupaten Mojokerto, pemadam kebakaran, perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta sejumlah mitra BPBD Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan ditutup dengan seruan Salam Tangguh dan pantun kebersamaan, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama pejabat serta seluruh peserta pelatihan.

Melalui pelatihan tersebut, Pemkab Mojokerto menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas personel agar mampu merespons keadaan darurat secara cepat dan tepat, sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan di kawasan wisata alam.

Pewarta: Buaji
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 133
©2026 tingkap.co

Komentar