Kolaborasi
Walikota Bukittinggi Berharap Kolaborasi Bersama Jepang Membuka Peluang Berbagai Sektor

Dok. Diskominfo Bukittinggi
Wali Kota Ramlan Nurmatias, SH didampingi Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi H. Rismal Hadi, S.STP.M.Si dan Camat menyambut kedatangan Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru dalam suasana hangat, akrab dan penuh persahabatan, pada Kamis (6/08/2026).
BUKITTINGGI, TINGKAP.CO - Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, SH didampingi Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi H. Rismal Hadi, S.STP.M.Si dan Camat menyambut kedatangan Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru dalam suasana hangat, akrab dan penuh persahabatan, pada Kamis (6/08/2026).
Pertemuan menjadi ruang untuk mempererat hubungan baik yang selama ini telah terjalin sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Jepang dengan Kota Bukittinggi.
Namun, sesuatu yang membuat perjumpaan itu terasa istimewa.
Di atas meja, bukan hidangan mewah yang menjadi pusat perhatian. Justru kuliner khas Minangkabau, bubur kampiun, tersaji menjadi bagian dari jamuan yang menyatukan suasana.
Alasan dari sepiring bubur kampiun, sebuah pesan budaya seolah tersampaikan: Bukittinggi tidak hanya ingin dikenal melalui keindahan alam dan sejarahnya, tetapi juga melalui komunitas, dan kekayaan yang berpadu dalam satu sajian. Ada ketan, kolak, bubur sumsum, pisang dan berbagai elemen lainnya yang menyatu menjadi sebuah hidangan.
"Keberagaman yang berpadu seolah menggambarkan semangat pertemuan antara Pemetintah Kota Bukittinnggi dengan Jepang," papar Walikota.
Berbeda latar belakang, berbeda budaya dan berbeda negara, namun dapat duduk bersama dalam suasana penuh keakraban.
Dari Bukittinggi, pesan persahabatan yang sederhana: perbedaan bukan alasan untuk menjauh, tetapi kesempatan untuk saling mengenal dan saling menghargai.
Kehadiran Furugori Toru di Taman Panorama Bukittinggi memberikan warna tersendiri bagi hubungan Bukittinggi dengan Jepang. Percakapan yang berlangsung dalam suasana santai menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat, bukan hanya dalam konteks hubungan kelembagaan, tetapi hubungan antarmanusia.
Karena diplomasi terkadang tidak selalu harus berlangsung di ruang-ruang resmi. Diplomasi dapat dimulai dari meja makan,
secangkir minuman, dilengkapi sepiring makanan khas dan percakapan ringan yang kemudian melahirkan kepercayaan, ulas Ramlan dengan penuh keakraban.
"Bukittinggi membuka pintu kerja pertemuan menjadi momentum penting untuk terus membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Jepang," ulas Ramlan dengan senang hati .
Hubungan yang menghasilkan pertemuan yang baik dengan mengharap dapat berkembang menjadi kolaborasi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Berbagai potensi Bukittinggi dapat menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama, mulai dari sektor pariwisata, kebudayaan, pendidikan, ekonomi kreatif, UMKM, hingga pengembangan sumber daya manusia," urai Walikota.
Bukittinggi memiliki sejarah panjang sebagai kota yang terbuka terhadap dunia.Kota yang tumbuh dari kekuatan perdagangan, kebudayaan dan interaksi masyarakatnya. Oleh karena itu, membangun hubungan dengan dunia internasional bukanlah sesuatu yang asing bagi Bukittinggi.
Pemko Bukittinggi memperkenalkan lebih banyak karakter luas masyarakat Minangkabau yang dikenal menjunjung tinggi nilai adat, agama, pengabdian dan semangat merantau. Ketika Budaya menjadi bahasa persahabatan.
Hubungan antarbangsa tidak selalu harus dibangun melalui bahasa diplomasi yang kaku.
Kadang-kadang, budaya justru menjadi bahasa yang paling mudah dipahami.
Seorang tamu dari Jepang duduk menikmati kuliner khas, bukan hanya rasa makanan, tetapi juga nilai yang berada di baliknya.
Dan tradisi masyarakat yang sejak dahulu menjadikan jamuan sebagai bentuk yang diberikan kepada orang yang datang.Dalam budaya Minangkabau, tamu bukan sekadar orang yang berkunjung,
melainkan seseorang yang patut dihormati.
Wali Kota Bukittinggi bersama jajaran Pemerintah Kota bukan hanya sebuah agenda pemerintahan, tetapi cerminan karakter masyarakat Bukittinggi yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Ditempat yang menyuguhkan keindahan alam Bukittinggi , dua budaya bertemu dalam suasana yang penuh keakraban.Jepang dan Minangkabau.
Dua wilayah dengan karakter budaya yang kuat, sama-sama memiliki tradisi, kedisiplinan, penghormatan terhadap nilai dan semangat untuk menjaga warisan leluhur. Pertemuan awal diharapkan semakin eratnya hubungan persahabatan antara Jepang dan Bukittinggi.
Setiap kerja sama hampir selalu dimulai dari sebuah langkah .
Sebuah percakapan, dirajut melalui suasana yang hangat di Taman Panorama.
Kehadiran Konsul Jenderal Jepang bukan hanya tentang siapa yang datang dan siapa yang menyambut. Kolaborasi dan harapan agar perjumpaan membuka pintu-pintu baru bagi kemajuan kota dan kesejahteraan masyarakat.
"Pintu kerja sama yang mungkin kelak membawa manfaat bagi pelaku UMKM, generasi muda, dunia pendidikan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Hubungan persahabatan antarbangsa akan bermakna apabila manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Dilokasi objek Wisata Taman Panorama, Bukittinggi kembali menunjukkan wajahnya kepada dunia , kota yang ramah, kota yang terbuka, kota yang menjaga budaya, sekaligus kota yang siap membangun persahabatan. Sebuah halaman yang sederhana, tetapi mungkin menjadi awal dari cerita besar persahabatan Bukittinggi dan Jepang di masa mendatang," tutur Walikota Ramlan.
Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 51
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
