Pasar

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun, 743 Ruang Dagang Sudah Terjual

260930083527-revit.jpg

Dok. Diskominfo Kota Bandung

Revitalisasi Pasar Ciroyom Kota Band6ung ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua tahun.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Revitalisasi Pasar Ciroyom Kota Bandung ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua tahun. Selama proses pembangunan berlangsung, para pedagang akan dipindahkan secara bertahap ke Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) agar aktivitas perdagangan tetap berjalan.

Perumda Pasar Juara Kota Bandung memastikan penataan Pasar Ciroyom dilakukan untuk meningkatkan keandalan bangunan sekaligus menjamin keselamatan dan kenyamanan pedagang maupun masyarakat.

Direktur Utama Perumda Pasar Juara Kota Bandung, Pradana Aditya Wicaksana, mengatakan rencana revitalisasi disusun setelah pihaknya melakukan uji kelayakan terhadap kondisi bangunan Pasar Ciroyom.

Uji kelayakan mencakup struktur bangunan, instalasi mekanikal dan elektrikal, plumbing hingga sistem proteksi kebakaran. Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah bagian membutuhkan penanganan serius.

Salah satunya instalasi listrik yang berdasarkan hasil uji hanya memiliki tingkat kelayakan sekitar 27 persen.

"Dari hasil uji keandalan bangunan tersebut, Perumda Pasar merencanakan revitalisasi pasar sebagai bagian untuk menjamin keandalan bangunan, menjamin keselamatan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan serta mengembalikan fungsi Pasar Ciroyom sebagai pusat perdagangan yang layak," kata Aditya di Pasar Ciroyom, Selasa (29/9/2026).

Hak Pakai Pedagang Lama Rp12 Juta per Meter

Aditya menjelaskan, Pasar Ciroyom dibangun pada 2004 oleh pihak ketiga, PT Anugerah Parahyangan Jaya (APJ). Kerja sama tersebut berakhir pada 2024, kemudian aset dan pengelolaan pasar diserahterimakan kepada Perumda Pasar Juara.

Setelah menerima aset, Perumda Pasar melakukan evaluasi kondisi bangunan sekaligus memverifikasi administrasi terkait status hak pakai ruang dagang para pedagang.

Aditya menyebut hak pakai ruang dagang pedagang lantai satu telah berakhir pada 2 Oktober 2025. Pedagang lama yang masih ingin melanjutkan aktivitas perdagangan perlu melakukan pembelian kembali hak pakai ruang dagang dengan masa berlaku 20 tahun.

Penetapan harga mengacu pada kajian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Untuk pedagang existing atau pedagang lama, harga dasar ditetapkan Rp12 juta per meter persegi. Sedangkan pedagang baru dikenakan harga dasar Rp23 juta per meter persegi.

"Dalam penentuan harga itu ada koefisien. Batas bawahnya Rp12 juta namun di situ ada biaya-biaya, ada koefisien. Sehingga kita lihat tempat itu premium atau tidak," ujarnya.

Besaran hak pakai masing-masing ruang dagang juga mempertimbangkan luas, jenis, zona atau lokasi, serta posisi ruang dagang.

Menurut Aditya, perbedaan harga tersebut merupakan bagian dari kebijakan untuk memberikan perlindungan kepada pedagang existing sekaligus mencegah ruang dagang dikuasai sebagai objek investasi atau disewakan kembali.

Pedagang yang ingin memiliki lebih dari satu ruang dagang juga akan dikenakan skema harga progresif.

"Jangan sampai terjadi ada monopoli ruang dagang. Kita harus menampung juga pedagang-pedagang yang di sini ada yang dulu statusnya hanya nyewa," katanya.

743 Ruang Dagang Sudah Terjual

Saat ini terdapat 1.054 ruang dagang di Pasar Ciroyom. Dari jumlah tersebut, sebanyak 743 ruang dagang atau sekitar 70,2 persen telah terjual hak pakainya.

Aditya menilai capaian tersebut menunjukkan adanya dukungan pedagang terhadap proses penataan dan revitalisasi Pasar Ciroyom.

"Alhamdulillah kegiatan ini mendapat dukungan dari teman-teman pedagang. Karena sudah 70,2 persen pedagang yang melakukan registrasi pembelian ruang dagang," katanya.

Revitalisasi Hampir Dua Tahun

Mengenai durasi pengerjaan, Aditya mengatakan berdasarkan perencanaan teknis, revitalisasi diproyeksikan berlangsung sekitar dua tahun. Meski demikian, pengerjaan diharapkan dapat selesai lebih cepat.

"Kalau dari perencanaan teknis itu kita buat timeline-nya memang panjang. Ini hampir dua tahun. Tapi mudah-mudahan bisa lebih cepat," ungkapnya.

Revitalisasi akan berfokus pada area lantai dasar yang menjadi pusat aktivitas perdagangan. Total luas lantai yang akan ditata mencapai sekitar 9.000 meter persegi.

Agar kegiatan jual beli tidak terhenti selama pembangunan, Perumda Pasar menyiapkan TPPS di kawasan eks-terminal di sisi utara Pasar Ciroyom.

"Nanti saat TPPS sudah jadi dan itu akan jadi akses baru juga ke atas nanti pedagang akan pindah ke TPPS," jelas Aditya.

Pemindahan pedagang dilakukan secara bertahap atau parsial. Dengan pola tersebut, tidak seluruh pedagang harus meninggalkan lokasi secara bersamaan sehingga aktivitas perdagangan tetap dapat berlangsung selama proses revitalisasi.

Pemkot Bandung Dukung Revitalisasi
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Bandung, Dicky Wishnumulya Ristandi, mengatakan Pemerintah Kota Bandung menyambut baik revitalisasi Pasar Ciroyom.

Menurutnya, penataan diharapkan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana bagi pedagang sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian di sekitar kawasan pasar.

"Kami dari Pemerintah Kota Bandung dalam hal ini sangat menyambut baik adanya revitalisasi Pasar Ciroyom karena pertama, akan meningkatkan sarana dan prasarana yang akan dinikmati oleh pedagang juga untuk meningkatkan perekonomian sekitar pasar ikut terdongkrak oleh kegiatan ini," ujar Dicky.

Dicky menjelaskan aset Pasar Ciroyom telah dipisahkan dan diserahkan kepada Perumda Pasar Juara sebagai salah satu BUMD Kota Bandung. Pemkot Bandung selanjutnya menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap pengelolaan aset tersebut.

Ia menambahkan, setiap rencana revitalisasi yang dilakukan Perumda Pasar tetap dilaporkan kepada Wali Kota Bandung dan telah mendapatkan persetujuan Wali Kota selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).

"Termasuk penetapan harga hak pakai ruang dagang yang telah melalui proses penilaian KJPP.
Secara teknis itu menjadi kewenangan dari direksi," tuturnya.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 106
©2026 tingkap.co

Komentar