Creative Financing
Anggaran Daerah Terbatas, Pemkab Mukomuko Gandeng Perusahaan Biayai Pembangunan

@tingkap/Japri
Kegiatan Creative Financing itu dihadiri Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, perwakilan dunia usaha, perbankan, serta Baznas.
MUKOMUKO, TINGKAP.CO - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memperkuat strategi pembiayaan kreatif (creative financing) dengan melibatkan dunia usaha, perbankan, Baznas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran.
Melalui kolaborasi multipihak, Pemkab Mukomuko mendorong pembangunan yang tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga mengoptimalkan potensi tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Skema ini diharapkan mampu mendukung berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga kegiatan sosial, kepemudaan, dan keagamaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan kolaborasi pembangunan yang digelar di Balai Daerah Kabupaten Mukomuko, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan itu dihadiri Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, perwakilan dunia usaha, perbankan, serta Baznas.
Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, menegaskan pentingnya keterlibatan perusahaan dalam pembangunan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.
Menurut dia, hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan investasi.
Ia menjelaskan, kepedulian perusahaan terhadap lingkungan tidak sebatas menjalankan program formal, tetapi juga diwujudkan melalui semangat gotong royong dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Misalnya, ketika terdapat jalan atau jembatan yang rusak, maupun kegiatan sosial, kepemudaan, dan keagamaan yang membutuhkan dukungan, perusahaan diharapkan dapat ikut berkontribusi bersama pemerintah dan masyarakat.
"Bina lingkungan sangat diperlukan agar investasi dapat terjaga dengan baik. Harus ada sikap saling memahami sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat sekitar," ujar Choirul Huda.
Ia berharap perusahaan yang beroperasi di sekitar desa-desa penyangga dapat mengambil bagian dalam pembangunan melalui pola kolaborasi dan pembiayaan kreatif.
Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara bersama-sama, sementara pemerintah memiliki lebih banyak ruang untuk mengoptimalkan program pembangunan lainnya.
Perusahaan Siap Dukung Pembangunan
Dukungan terhadap skema pembiayaan kreatif tersebut disampaikan perwakilan dunia usaha yang hadir dalam kegiatan itu.
Perwakilan PT Alno Agro Utama, Zainal, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus membantu masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui program-program yang sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.
"Kami sangat mendukung skema creative financing ini dan sangat mengapresiasinya," kata Zainal.
Senada dengan itu, perwakilan PT Agro Muko, Syahrul, juga menyampaikan dukungan terhadap upaya kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk mendorong pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
BAPPERIDA Siapkan Aplikasi Digital Si Cerdas
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono, mengatakan creative financing merupakan salah satu terobosan pemerintah daerah dalam menghadapi keterbatasan ruang fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Menurut Singgih, keterlibatan berbagai pihak menjadi peluang untuk menjaga kesinambungan pembangunan tanpa sepenuhnya bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
Untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas, BAPPERIDA Mukomuko juga menyiapkan aplikasi digital Si Cerdas yang diarahkan untuk mendukung pembangunan rendah karbon di Kabupaten Mukomuko.
Melalui aplikasi tersebut, pengelolaan pembiayaan kreatif, termasuk pemanfaatan dana CSR, diharapkan dapat diakses publik secara luas, dipantau secara real time, serta dipertanggungjawabkan secara transparan.
"Dengan dukungan sistem digital, tata kelola creative financing melalui pemberdayaan CSR diharapkan semakin transparan, akuntabel, dan dapat diakses oleh publik," ujar Singgih.
Pemkab Mukomuko berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, Baznas, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan baru dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, sekaligus memastikan program-program prioritas tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Pewarta: Japri
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 562
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
- 300 Warga Mattoangin Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Ada Layanan Rontgen
- Farhan Gandeng PERSIS, PKL Bandung Didorong Bersertifikat Halal dan Lebih Higienis
