Investasi

PENAS XVII Buka Peluang Investasi Baru, Investor Gorontalo Lirik Potensi Jagung Maros

260620171357-penas.jpg

Foto: Istimewa

Bupati Maros Bersama kontingen PENAS

GORONTALO, TINGKAP.CO - Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Maros dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan teknologi pertanian, tetapi juga membuka peluang investasi baru di sektor pertanian, khususnya komoditas jagung.

Melalui momentum PENAS XVII, Pemerintah Kabupaten Maros menjalin komunikasi dengan PT Gorontalo Pangan Lestari yang menyatakan minat untuk berinvestasi dalam pengadaan dan pengembangan jagung di Kabupaten Maros. Rencana investasi tersebut memiliki kapasitas pengelolaan hingga 12.000 ton jagung dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp53 miliar.

Bupati Maros, A. S. Chaidir Syam, mengatakan bahwa kehadiran Kabupaten Maros dalam PENAS XVII memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibanding sekadar mengikuti agenda pertanian nasional.

Alhamdulillah, selain menghadiri PENAS yang menjadi sarana bagi petani dan nelayan kami untuk belajar, bertukar pengalaman, serta memperoleh informasi teknologi terbaru, kami juga mendapatkan peluang yang sangat berharga berupa penjajakan investasi di Kabupaten Maros, ujarnya.

Menurut Chaidir, peluang investasi tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat karena dapat memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Ini merupakan hal yang sangat positif bagi Kabupaten Maros. Kehadiran investasi dari Gorontalo dalam sektor pengadaan jagung tentu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka peluang yang lebih luas bagi petani kami," katanya.

Ia menilai Provinsi Gorontalo layak dijadikan referensi dalam pengembangan komoditas jagung karena daerah tersebut telah berhasil membangun sistem pengelolaan jagung yang terintegrasi mulai dari budidaya, pengolahan hasil panen hingga distribusi.

"Gorontalo sudah membuktikan bahwa mereka merupakan salah satu provinsi terbaik dalam pengembangan jagung di Indonesia. Kami berharap melalui kerja sama ini, petani jagung di Maros dapat memperoleh manfaat dari pengalaman dan sistem yang telah berhasil diterapkan di Gorontalo," tambahnya.

Sementara itu, perwakilan direksi PT Gorontalo Pangan Lestari, Jasin Mohammad, menilai Kabupaten Maros memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu sentra jagung di kawasan timur Indonesia.

Menurutnya, investasi yang direncanakan tidak hanya berfokus pada pembelian jagung pipilan kering, tetapi juga pengembangan ekosistem bisnis yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani dan masyarakat.

Maros memiliki potensi pertanian yang sangat baik, terutama pada komoditas jagung. Kami melihat adanya peluang besar untuk membangun kerja sama investasi yang saling menguntungkan, ujar Jasin yang juga merupakan Direktur PT Serealia Agro Lestari. Dengan kapasitas pengelolaan mencapai 12.000 ton, perusahaan optimistis program tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Di sisi lain, Kepala DPMPTSP Kabupaten Maros, Nuryadi, mengatakan bahwa momentum PENAS XVII dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperluas jejaring kerja sama dan investasi dengan berbagai pihak.

Menurutnya, komunikasi yang dibangun oleh Bupati Maros selama berada di Gorontalo berhasil membuka peluang kerja sama yang menjanjikan, khususnya pada sektor jagung.

"Nah, di sela-sela kegiatan PENAS ini Bapak Bupati juga tidak lupa melakukan penjajakan peluang kerja sama antara Kabupaten Maros dan Provinsi Gorontalo. Saat ini sudah sampai pada tahap penjajakan dan untuk pelaksanaannya sepertinya akan terbuka lebar ke depan," ungkap Nuryadi.

Ia menegaskan bahwa masuknya investasi baru menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperluas akses pasar bagi hasil pertanian petani Maros.

Kerja sama yang lahir dari momentum PENAS XVII ini menjadi bukti bahwa forum nasional tidak hanya menghadirkan transfer pengetahuan dan teknologi pertanian, tetapi juga mampu mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor dalam membangun kolaborasi ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan potensi investasi lebih dari Rp53 miliar, kemitraan antara Maros dan Gorontalo di sektor jagung diharapkan menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di kedua wilayah.

Pewarta: Muhammad Hakim
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 64
©2026 tingkap.co

Komentar