Nikah Massal
Pemkot Cimahi Bersama GOW Gelar Itsbat Nikah Massal 40 Pasangan

Dok. Diskominfo Kota Cimahi
Wali Kota Ngatiyana berfoto bersama 40 Pasangan yang telah dinikahkan massal.
CIMAHI, TINGKAP.CO - Pemerintah Kota Cimahi bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cimahi menggelar kegiatan itsbat nikah massal dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 GOW Kota Cimahi, Selasa (19/5/2026), di Selasar Gedung B Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami istri yang selama ini telah menikah secara agama namun belum tercatat secara resmi oleh negara.
Sebanyak 40 pasangan dinyatakan lolos dan memperoleh pengesahan pernikahan melalui sidang itsbat yang sebelumnya telah dilaksanakan di Pengadilan Agama Cimahi pada 8 Mei 2026.
Program ini merupakan hasil sinergi antara GOW Kota Cimahi, Pemerintah Kota Cimahi, Pengadilan Agama Cimahi, serta Kementerian Agama Kota Cimahi.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif GOW Kota Cimahi yang dinilai menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar bagian dari peringatan hari jadi organisasi, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap perlindungan hak perempuan dan anak.
"Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata membantu masyarakat memperoleh legalitas hukum atas pernikahannya. Dengan status pernikahan yang sah secara negara, maka hak-hak istri dan anak dapat terlindungi dengan lebih baik," ujar Ngatiyana.
Ia menjelaskan, proses penjaringan peserta telah dilakukan sejak Oktober 2025 dan melalui tahapan verifikasi administrasi yang cukup panjang. Dari ratusan data masyarakat yang masuk, panitia menyeleksi hingga akhirnya sebanyak 40 pasangan dikabulkan permohonannya untuk dapat mengikuti sidang itsbat.
Ngatiyana menilai legalitas pernikahan memiliki dampak penting terhadap berbagai aspek kehidupan keluarga, mulai dari administrasi kependudukan, akses layanan publik, hingga perlindungan hukum bagi perempuan dan anak.
Pernikahan siri memang sah secara agama, tetapi secara hukum negara belum memiliki kekuatan administrasi.
"Akibatnya, banyak hak keluarga yang sulit diakses, mulai dari dokumen kependudukan, bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga perlindungan hukum ketika terjadi persoalan dalam rumah tangga," katanya.
Ia menambahkan, melalui itsbat nikah, pasangan suami istri dapat memperoleh dokumen resmi negara yang menjadi dasar perlindungan hukum bagi seluruh anggota keluarga. Pemerintah Kota Cimahi pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan peserta yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua GOW Kota Cimahi, Midjiati Ningsih Ngatiyana, menyampaikan bahwa kegiatan itsbat nikah massal dipilih sebagai bagian dari momentum pengabdian organisasi kepada masyarakat.
Memasuki usia ke-24 tahun, GOW ingin terus hadir tidak hanya sebagai wadah organisasi perempuan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
"Kami ingin keberadaan GOW benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, momentum ulang tahun kali ini kami isi dengan kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga," ujarnya.
Ketua panitia pelaksana, Maryuzella, menjelaskan bahwa proses pendataan dan pendampingan peserta dilakukan selama kurang lebih enam bulan. Tahapan tersebut melibatkan koordinasi lintas sektor mulai dari kelurahan, KUA, Pengadilan Agama, hingga perangkat daerah terkait untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Selain prosesi simbolis penyerahan dokumen pernikahan, kegiatan juga dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan organisasi perempuan, kepala perangkat daerah, serta keluarga peserta itsbat nikah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya legalitas pernikahan sebagai bagian dari perlindungan hak sipil keluarga. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, lembaga peradilan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan tertib administrasi kependudukan sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi warga.
Pewarta: Imas Masriyah
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 104
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
- 300 Warga Mattoangin Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Ada Layanan Rontgen
