Kolaborasi

Bandung Jajaki Kerja Sama dengan Kota di Ekuador, dari Cokelat hingga Sepak Bola Perempuan

261014200903-bandu.jpg

Dok. Diskominfo Kota Bandung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menerim Duta Besar Republik Ekuador untuk Indonesia, Luis Guillermo Arellano Jibaja, di Pendopo Kota Bandung, Rabu (14/10/2026).

BANDUNG, TINGKAP.CO - Pemerintah Kota Bandung menjajaki pengaktifan kembali kerja sama dengan Kota Cuenca, Ekuador. Kolaborasi lintas negara ini berpotensi mencakup berbagai bidang, mulai dari kebudayaan, ekonomi kreatif, pelestarian bangunan bersejarah, pendidikan hingga pengembangan olahraga.

Peluang kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dengan Duta Besar Republik Ekuador untuk Indonesia, Luis Guillermo Arellano Jibaja, di Pendopo Kota Bandung, Rabu (14/10/2026).

Penjajakan ini menjadi langkah untuk menghidupkan kembali hubungan antara Bandung dan Cuenca yang sebelumnya telah dirintis melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) Kerja Sama Kota Sahabat pada 10 Agustus 2017.

Farhan menyambut baik peluang tersebut. Ia menegaskan, kerja sama antarkota harus diarahkan pada program nyata yang sesuai dengan potensi masing-masing daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kerja sama ini perlu diarahkan pada bidang-bidang yang konkret dan dapat dilaksanakan, sehingga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," ujar Farhan.

Salah satu peluang yang menarik perhatian adalah kerja sama di bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif.

Ekuador menawarkan sejumlah kegiatan yang dapat dijajaki di Bandung, di antaranya pameran cokelat, kopi, kerajinan tangan, dan tekstil. Selain itu, terdapat peluang menggelar pemutaran film, pertunjukan seni, serta musik tradisional Ekuador.

Bandung juga memiliki potensi untuk memperluas kolaborasi melalui pelaku usaha cokelat artisan. Kerja sama dapat dikembangkan lewat pengenalan produk, pertukaran pengalaman, dan promosi produk cokelat dari kedua negara.

Menurut Farhan, Bandung mempunyai kekuatan di bidang musik, seni rupa, perfilman, serta berbagai kegiatan kebudayaan yang dapat menjadi ruang kolaborasi internasional.

Baca juga: Wali Kota Bandung Kecam Penyerangan Persib U-18 di Rest Area Batang, Minta Polisi Usut Tuntas

Pemkot Bandung selanjutnya akan menjajaki keterlibatan pusat kebudayaan, ruang pertunjukan, teater, dan komunitas seni untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan kebudayaan Ekuador di Kota Bandung.

Jika terealisasi, kolaborasi ini dapat membuka ruang baru bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kedua negara kepada masyarakat.
 
Selain kebudayaan, pelestarian bangunan bersejarah menjadi salah satu bidang yang berpotensi mempererat hubungan kedua kota.

Bandung memiliki banyak bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting dari identitas kota. Farhan mencontohkan rumah dinas Wali Kota Bandung yang dibangun pada 1875 sebagai salah satu bangunan dengan nilai sejarah panjang.

Pengalaman Bandung dalam merawat bangunan bersejarah dan mendokumentasikan perjalanan kota dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan dengan Cuenca.

Sebaliknya, pengalaman Cuenca dalam melestarikan kawasan bersejarah berpotensi menjadi referensi bagi Bandung untuk memperkuat perlindungan dan pengelolaan bangunan cagar budaya.

"Kota Bandung dapat belajar dari pengalaman Cuenca dalam pelestarian kawasan bersejarah, sekaligus bertukar pengetahuan mengenai pengelolaan dan perlindungan bangunan cagar budaya," ungkap Farhan.

Untuk menindaklanjutinya, kedua pihak menjajaki kemungkinan menggelar konferensi video dengan melibatkan institusi terkait di Ekuador.

Forum tersebut diharapkan dapat memetakan peluang pertukaran pengetahuan sekaligus mengidentifikasi program pelestarian warisan sejarah yang memungkinkan untuk dikembangkan bersama.

Bidang olahraga juga masuk dalam agenda penjajakan kerja sama Bandung dan Cuenca.

Farhan mengusulkan kolaborasi dalam pembinaan pemain usia muda, pengembangan sepak bola perempuan, serta penerapan ilmu keolahragaan atau sport science.

Kerja sama dapat dimulai melalui pertukaran pengetahuan antarakademi sepak bola dan program pembinaan atlet muda. Jika memungkinkan, kolaborasi dapat diperluas ke pertukaran pelatih maupun program latihan bagi pemain muda perempuan.

Farhan juga membuka peluang bagi pemain sepak bola perempuan Indonesia untuk memperoleh pengalaman latihan di Ekuador.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Ekuador turut menyampaikan pengalaman negaranya dalam mengembangkan sepak bola perempuan, termasuk partisipasi tim dalam kompetisi internasional di kawasan Amerika Latin.

Tak hanya itu, Farhan mengusulkan penjajakan kemungkinan pemanfaatan salah satu stadion di Bandung sebagai pusat pelatihan nasional bagi tim nasional sepak bola perempuan Indonesia.

Namun, gagasan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama institusi dan pemangku kepentingan terkait.

Apabila dapat ditindaklanjuti, kerja sama ini berpotensi memperluas pertukaran pengalaman dalam pembinaan atlet sekaligus mendukung pengembangan sepak bola perempuan Indonesia.
 
Pendidikan dan pertukaran kebudayaan juga menjadi bagian dari rencana kolaborasi kedua kota. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pemutaran film Ekuador di Bandung.

Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana untuk mengenalkan kehidupan sosial, karakter masyarakat, dan kekayaan budaya Ekuador kepada warga Bandung.

Farhan menyambut baik peluang tersebut dan membuka penjajakan bersama fasilitas pemutaran film, komunitas, serta institusi terkait di Kota Bandung.

Melalui kegiatan perfilman, masyarakat dapat mengenal Ekuador dari sisi yang lebih dekat, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga ekspresi seni dan budayanya.
 
Untuk memastikan berbagai peluang tersebut tidak berhenti pada tahap pembicaraan, Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Bandung akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Ekuador.

Koordinasi tersebut mencakup identifikasi bidang prioritas, calon mitra pelaksana, serta mekanisme kerja sama yang memungkinkan untuk dijalankan.

Pemkot Bandung berharap penjajakan ini dapat berkembang menjadi program yang terarah, realistis, dan memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Dengan beragam peluang yang dibahas, pengaktifan kembali hubungan Bandung dan Cuenca diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antarkota, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku seni, pengusaha kreatif, lembaga pendidikan, serta komunitas olahraga untuk menjalin kolaborasi lintas negara.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 146
©2026 tingkap.co

Komentar